Showing posts with label Janda muda. Show all posts
Showing posts with label Janda muda. Show all posts

Thursday

Cerita Seks: Airin Si Cewek Misterius

Malam semakin gelap, tidak banyak kendaraan yang lewat dijalan raya. Tampak Ada bus yang lewat, dengan beberapa penumpang tersisa. Kali itu tampak beberapa orang baru saja masuk kedalam bus. "permisi mas...", "iya... eh, sini aja mbak...", "ooh iya makasih..." Ada dua pria dikursi paling belakang bus itu, dan mereka heran, kini diantara mereka berdua duduk seorang cewek aduhai. Padahal banyak tempat duduk lain yang kosong, tapi malah cewek itu duduk dibelakang. Bus itu pun segera berangkat, menyisakan beberapa titik tujuan tersisa. "ehm...mbak ini namanya siapa?" tak mau cuma melihat lihat saja, tentu cowok itu ingin berkenalan. "aku Airin mas...", "Airin ya... Airin mau kemana?", "ke kota ****** mas", "wah, sama, kami juga mau kesana, hehe... Airin mau pulang atau gimana?", "enggak mas, aku mau main aja kesana..." tentu dua pria itu heran, cewek seperti Airin malam malam naik bus sendiri, untuk pergi main main saja ke kota yang masih agak jauh dari lokasi bus sekarang. Airin juga tampak tak membawa barang banyak, cewek itu cuma membawa sebuah tas, yang tampak juga tak terisi penuh. Dua pria itu tentu terus mengajak Airin bicara, yang jelas suara mesin bus itu membuat percakapan mereka tak terdengar oleh yang lain. "...nggak bawa apa apa mas, kan cuma main aja...", "emang kamu ada temen ya disana?", "ada mas, tapi belum aku kabarin sih", "oalah untung ada kenalan disana...", "mmh... kira kira ini masih jauh ya mas?", "masih jauh, masih berapa jam lagi baru sampai, kan itu tujuan akhir bus ini", "hm... soalnya aku udah ngantuk ini...", "hehe... iya tidur aja Airin, nanti kalau udah sampe kami bangunin,hehe...", "hmm iya mas..." Airin pun mulai menutup matanya.

Saturday

Cerita Seks: Ngentot Dengan Tetangga Baru

"Iya pak Hendro, masih belum bisa...", "ooh... iya nanti pasti dateng tukangnya mbak...", "hmm iya pak..." Hendro hari itu ia kedatangan tamu istimewa, tetangga barunya yang bernama Liana. "hehe... ini mbak Liana belum mandi brarti ya...", "iya belum pak...", "loh... kalau gitu mandi aja disini nggak papa...", "hmm beneran boleh pak?", "iya boleh dong...hehe...", "iya udah pak, kamar mandinya dimana ya?", "itu disana mbak...", "oh iya, saya mandi dulu ya pak..." Liana memang sudah datang kerumah tetangganya itu mau numpang mandi. Liana segera saja kekamar mandi, ia pun mulai bersiap. "Mbak Liana..." terdengar suara Hendro dari luar kamar mandi, Liana kemudian baru ingat juga ia tidak membawa handuk. "iya pak Hendro..." ,"wah...hehe... ini mbak handuknya...", "oh iya pak... baru ingat juga saya...", "hehe iya iya... wah... shampoo nya ada nggak disitu mbak?", "hmm ada itu pak..." Hendro jelas mengulur waktu, karena kini Liana sudah telanjang dan masih berdiri didepannya. "sabunnya juga ada ndak?", "ada juga kok pak..." Hendro pun bisa melihat seluruh bagian tubuh mulus Liana, dari atas sampe bawah, jelas toket besar Liana cukup menggugah nafsu Hendro, selangkangan bersih Liana juga tak kalah menarik.

Cerita Seks: Ngeseks Dengan Penjaga Desa

"Maap mbak, tidak boleh masuk daerah ini...", "kenapa ya pak?", "soalnya mbak ini bukan warga sini...", "iya tapi saudara saya tinggal didaerah ini", "kami tidak percaya...", "iya pak nama saudara saya itu Cipto...", "kalau nama mbak ini siapa? ada kartu identitasnya ndak?", "saya Aliya pak... aduh kartu identitas saya hilang pak..." Aliya dipersulit untuk masuk kesebuah desa. Aliya hendak masuk kedesa itu untuk menemui saudaranya. "kalau benar mbak Aliya ini mau masuk kedaerah ini, sekarang ikut kami dulu ya", "hmm iya pak..." Aliya digiring kesebuah rumah dibatas desa itu. Disana Barang bawaan Aliya dicek satu demi satu. "...mbak Aliya tolong buka semua pakaiannya, karena harus kami periksa, itu juga kalau mbak Aliya benar benar mau masuk kedesa ini", "hmm iya sebentar pak..." Aliya menurut saja, ia buka semua pakaiannya, ia sudah telanjang saja didepan pria pria itu. Tentu segera mereka sibuk meraba raba tubuh mulus Aliya, dari atas sampai bawah. "hehehe... wah..." asyik saja pria pria itu beraksi, senang mereka bisa menggrayangi tubuh mulus Aliya. cewek itu juga memiliki buah dada yang membusung besar dan begitu menggoda, tentu segera ditangkap tangan pria pria itu, diremas dan digoyang sesukanya.

Cerita Seks: Kegiatan Seks Vana dan Sasa

Vana sementara tinggal dikamar peninggalan kakeknya Sasa. "Disini kamarnya mbak Vana ya", "iya Sasa..." Sasa membantu Vana sebentar mengatur kamar, setelah itu ia tinggal kekamarnya. Vana setelah selesai mengatur kamar, ia keluar dan mengecek keseluruhan rumah Sasa itu. Rumah itu menurut vana cukup bagus, vana merasa sudah pas saja padahal baru tiba. "Mbak Vana..." Sasa kali itu sibuk membaca list harga, lalu vana datang kekamar dan duduk disebelahnya. "Sasa ngapain?", "ini baca baca mbak, aku kan jaga toko dekat sini, tapi belum hafal harga barang", "ooh haha... hmm... Sasa bentar ya..." Vana melihat tubuh Sasa itu sama montok dan modis seperti dirinya. "Kenapa mbak?", "liat deh... badan kita sama montoknya ya...haha", "hmm iya keliatannya mbak", "buka dulu coba baju kamu", "hmm iya...mmh" Vana dan Sasa malah melepas baju mereka, mereka kemudian berhadapan, bisa jelas terlihat mereka punya buah dada yang sama besar dan montok. "Wah dadanya aja sama...", "kok bisa ya mbak...", "iya  ya...sini...hmm..." Vana mendekat, kini buah dada mereka bertabrakan, puting mereka bertemu saling sapa. "Mbak Vana... apa dadanya bisa menghasilkan Asi juga?", "wah... iya... kamu pasti sama ya...", "iya mbak...aahn..." Vana menangkap buah dada Sasa... ia remas remas, sampai susu keluar dari puting cewek itu.

Thursday

Cerita Seks: Vana Melayani Tamunya

“permisi bu...”, “iya...ooh jadi ini Vana...”, “iya bu...” Vana kali itu kerumah pak Jaja, ia tampil beda, pakai pakaian serba panjang menutupi tubuh montoknya. “ooh iya kamu masuk aja dulu”, “iya bu mari...” Vana masuk kerumah pak Jaja. “iya cantik ya dia... Pantes warungnya jadi rame ya pak”, “hehe iya iya...” Pak jaja merasa beruntung, untung istrinya itu tak tau kalau saat diwarung Vana pakai tanktop dan celana sedang saja agar para pelanggan puas diwarung itu. Pak Jaja dan istrinya masuk kedalam, lalu mengajak vana ngobrol. Pak Jaja diam seribu kata, karena Vana mengarang cerita lain agar istri pak Jaja tak curiga. “...ooh kasihan ya kamu...”, “iya bu... Memang salah faham itu fatal... Untung pak jaja baik dan memperbolehkan saya kerja diwarung”, “ooh iya... Baguslah kalau begitu ya... Kalau mau kamu tinggal dirumah ini juga nggak papa”, “ooh jangan bu... Takut nanti ganggu... Terus biar gak salah faham juga warga sekitar...”, “ooh iya betul kamu... Pinter ya Vana ini haha...” Vana ngobrol lebih lama, sampai istri pak Jaja puas ngobrol. Baru setelah itu ia pamit kembali kewarung untuk istirahat. Pak Jaja lega istrinya tak marah sama sekali. Pak Jaja bisa lebih bebas mengatur warungnya itu.

Saturday

Cerita Seks: Vana Pamer Tubuh Montok

“wah... Makasih Vana...”, “iya mas...” Vana kali itu sedang bekerja, melayani para pelanggan diwarung pak jaja. Kini dari pagipun warung pak Jaja sudah ramai, membuat pria itu senang. Vana juga aktif melayani para pelanggan, dari mengantar pesanan, bahkan menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya. “Vana belum punya pacar kan?”, “iya belum mas Vana masih single”, “nih kan banyak cowok cowok... masa gak ada yang kamu pilih buat jadi pacar?”, “hmm Vana bingung mas...”, “ayolah pilih siapa gitu...”, “pilih yang mana ya...hmm...” Vana menyilangkan tangannya dibawah dadanya yang menonjol, membuat toketnya naik dan terpampang besar ditanktop itu. “santai aja sambil dipilih ya Vana...wah...”, “gak bisa milih mas... Hehe... Kalau semuanya pengen jadi pacar Vana... Nanti marah dong kalau Vana pilih satu...”, “iya betul kamu”, “kalau gitu Vana single aja yah... Semua biar senang”, “yaah hahaha...”, “hehe... Vana kesana dulu ya mas...” Vana pergi karena dipanggil pak jaja. “seksi benar sih vana... Tiap hari dipandang gak bosenin...”, “iya betul... Udah seksi cantik juga...  sana sini pria pria ngobrol membahas Vana terus. “ada apa pak?”, “stok minuman sachetnya habis Vana... Aku keluar dulu ya beli sebentar”, “ooh iya pak, jangan lama lama pak...” Jaja pergi keluar warung, langsung orang orang diwarung itu makin ramai. Vana tau pasti cowok cowok itu sibuk membahas dirinya, ia malah makin ganjen.

Cerita Seks: Karyawan Baru Yang Aduhai

Warung pak Jaja masih saja sepi, padahal sudah jam 10 pagi.mungkin ia perlu menambah menu baru, atau perlu hal lain yang bisa meramaikan warungnya. Hanya ada soto saja menu andalannya, ia juga menjaga warungnya sendiri. Sampai sore hanya beberapa saja yang datang kewarungnya. Jadi ia memilih menutup warungnya, setelah itu berjalan pulang. Pak Jaja belum sampai rumah sudah berhenti saat melihat ada cewek yang sepertinya tersesat. “Mbak... Mau kemana?”, “hmm... Nggak tau pak...”, “lah kok nggak tau... Nyasar atau gimana mbak?”, “mm... Pak... Boleh ngobrol dulu pak... Ditempatnya bapak aja gimana?”, “hmm... Iya udah mari” Pak Jaja mengajak cewek itu berjalan kembali kewarung sotonya. Kunci dibuka, ia ajak masuk cewek itu, lalu ia tutup pintu dari dalam. Cewek itu menaruh barangnya disudut warung, ia juga melepas jaketnya. Mereka duduk dikursi warung itu, “ini rumahnya bapak?”, “bukan ini warung saya”, “ooh... Kenalin pak saya Vana...”, “ooh iya saya Jaja...” mereka berjabat tangan sebentar, namun sudah cukup membuat jaja tau halusnya tangan Vana. “maaf ya pak, pak jaja mau dengerin ceritaku dulu?”, “iya cerita aja mbak...” Vana menghela nafas panjang, lalu ia mulai bercerita. Jadi Vana itu diusir dari rumahnya, karena keluarganya tak terima Vana setelah bekerja di ibukota kembali sudah berubah, bahkan Vana mengaku kerja sebagai pekerja seks komersial. Jelas kini ia bingung mau kemana, berkeinginan kembali agar berubah kembali baik, tapi ia sudah tidak bisa kembali. “...Vana gak bisa kembali pak...hiks..”, “aduh sabar ya mbak... Udah jangan nangis..”, “huhu...hiks... Terus Vana harus kemana coba? Mmh” Vana menangis sambil bersandar dibahu pak Jaja, membuat pria itu kasihan, cewek cantik begini kok diusir dari rumah.

Wednesday

Cerita Seks: Ngeseks Di Gubuk Sawah

"...iya mbak tau kok tempatnya... biar kami anterin ya...", "hmm iya dek..." Cici kali itu diantar bocah bocah desa, menuju kesalah satu persawahan sesuai apa yang diberitahu pak kepala desa. Cici masih bersemangat untuk menikmati hidup didesa, meski banyak orang orang desa yang lebih suka menikmati cewek montok itu. "ini mbak Sawahnya...", "oh iya... hmm tapi kok sepi dek?", "ndak tau mbak... bentar mbak ya..." ada bocah bocah yang tampak sibuk mencari bilamana ada orang didekat persawahan itu. "hmm...mbak Cici... tinggal disini udah lama...", "ndak dek baru beberapa hari...", "ooh pantesan aku ndak pernah liat mbak Cici...hehe...hmm..." ada juga bocah bocah yang memilih menemani Cici, sambil tentu melihati cewek aduhai itu. "mbak Cici... kayaknya belum pada datang yang punya sawah...", "ooh gitu ya dek...", "iya... mending ditunggu aja yuk mbak... disana itu...", "hmm iya..." Cici pun pergi kegubuk terdekat diarea persawahan itu. Kini ia ditemani bocah bocah yang jelas penasaran dengan tubuh montok Cici yang ditutupi pakaian minim itu. "hmm... mbak Cici ini dari kota kan?", "iya dek...", "tapi kok pakaiannya gini?", "iya sama pak kepala desa disuruh begini...  juga biar sesuai sama kehidupan tradisional didesa ini...", "ooh...hehe...hmm... mbak Cici... kalau mau tradisional lagi... itu ya kayak kami ini mbak...", "hmm gimana itu dek maksudnya?", "iya pakainya celana aja..." ,"ooh... iya ya...", "iya udah dilepas aja bajunya mbak... hehe...", "hmm..mh...iya..." Cici malah melepas bajunya, toket besarnya sudah terbebas dan kini bisa dilihat jelas bocah bocah didekatnya.

Thursday

Cerita Seks: Cici Ngeseks Dikebun

"ooh jadi mbak Cici mau ikutan panen disini?", "iya pak betul...", "hmm hehe... iya udah... mari mbak..." Cici kali itu tiba disebuah kebun, disana ia dipersilahkan membantu memanen buah buahan. "wah... siapa itu pak?", "itu Cici, kata pak kepala desa sih... mau bantuin kita...", "ooh... wah boleh juga itu cewek ya..." Cici masih sibuk melihat lihat kebun itu, sementara sudah ada yang membicarakannya. "eh, Mbak Cici...", "oh iya pak?", "ini keranjangnya mbak... ikut saja sama teman teman lain itu ya...", "ooh iya pak..." Cici membawa keranjang, ia siap ikut panen buah. "...eh...wah... siapa ini...", "misi mas...", "iya...mbak ini mau ikut panen ya?", "iya mas...", "ooh iya iya...wah..." Cici menghampiri salah satu pria yang sibuk, pria itu ada diatas tangga kecil, jadi sembari ia mulai memetik buah, ia bisa menengok kebawah, disana ada Cici yang menunggu, dan memang pria itu bisa menengok isi tanktop Cici yang berisi toket besar. Cici tinggal menunggu sambil membawa keranjang, buah sudah di turunkan dan ia tinggal menerima. "udah penuh ini mas...", "hmm iya, biar aku ambil keranjang lagi..." Pria itu turun dari tangga lalu pergi. Cici tak lama kemudian melihat si pemilik kebun datang menemuinya, "mbak Cici, koa sendiri?", "iya pak itu tadi masnya lagi ambil keranjang...", "ooh...hehe... mbak Cici mau coba petik buah?", "hmm iya pak mau...", "iya udah tuh coba aja ya..." Cici pun kemudian naik tangga kecil itu, ia kemudian mencari dimana buah yang bisa ia petik. "mmh... ini udah pak ya...", "udah tinggal dipetik semua kok...wah..." pemilik kebun itu cuma cengar cengir saja, ia lihati Cici dari bawah.

Saturday

Cerita Seks: Cici Hidup di Desa

"Mbak Cici ini memang kenapa kok pengen tinggal didesa ini?", "saya pengen hidup disini pak... terus belajar hidup tradisional didesa gitu pak...", "ooh gitu ya...hehe... iya udah mari mbak Cici..." Cici baru tiba disebuah desa, ia diantar oleh kepala desa menuju sebuah rumah. "...ini rumah siapa pak?", "ini rumah kosong, punya saudara saya, tapi sekarang kamu tinggalin aja nggak papa...", "ooh begitu ya pak... rumahnya bagus pak...", "iya dong asli ini baru tradisional...hehe..." Cici malah senang, ia dipersilahkan tinggal disebuah rumah yang masih berbahan kayu dan bambu. Setelah diajak masuk, Cici tampak melihat kesana kemari, semuanya serba tradisional, meski dirumah itu sudah dipasang pencahayaan dan juga ada colokan listrik. "...wah...hmm...", "mbak Cici... udah siap beneran tinggal didesa?", "iya pak... tapi saya belum faham hidup disini...", "hehe iya nanti juga faham ya... yang penting harus tradisional... iya kan?", "iya pak..." Dirumah kecil itu, hanya kamar tidur saja yang ada dinding kayu tersendiri, ruang tamu dan ruang tengah jadi satu, ada juga sudut kecil untuk dapur. "mbak Cici kok cuma bawa tas satu ini?", "iya pak... ndak bawa barang banyak... cuma beberapa pakaian...", "ooh...coba dikeluarin dulu semua mbak..." Cici kali itu sudah dikamar, disana ia keluarkan pakaiannya dari tas. "...cuma ini aja pak.." ,"ooh iya...hmm... yang kurang tradisional... biar saya bawa aja mbak...", "ooh iya pak...", "hehe... nah... kalau begitu...ini...sama ini...nah..." Kepala desa malah mengambil hampir semua pakaian Cici, tinggal beberapa saja, yang jelas jelas pakaian minim saja.

Tuesday

Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.

Wednesday

Cerita Seks: Bocah SMP Ngentot Dua Bidadari

"mbak Efni...", "iya dek...", "ini tadi Ofin jatuh, terus nangis...", "uuh kasian... sini cup cup..." Ofin diantar pulang oleh temannya, bocah itu tadi bermain lalu jatuh dan menangis. Ofin memang sering bermain dengan teman temannya yang lebih tua darinya, Ofin masih sd sedang temannya kebanyakan sudah SMP. Kini Ofin sedang ditenangkan oleh Efni. "huu...hiks...mbak...", "iya sayang kenapa?", "sakit..", "mana yang sakit...cuma gini aja kok... hmm..." terlihat iri temannya Ofin itu, melihat Ofin tampak asik dengan Efni yang cantik dan menggoda. "hmm... auh...", "udah Ofin sana ke mama kamu... biar diobatin...", "iya mbak Efni..." Ofin pergi kedalam rumah menemui mamanya. "makasih ya udah nganterin Ofin...", "iya mbak Efni...hehe..." bocah smp itu terlihat senang mendapat senyuman dari Efni. "sini masuk dulu dek... kamu keliatannya capek...", "eh...iya mbak..." mau saja bocah itu disuruh masuk. sampai didalam, bocah smp itu kaget melihat Ofin sedang bersama mamanya namun sedang asyik nyusu seperti bayi saja. "hmm siapa itu Efni?", "ini yang nganterin Ofin pulang...", "ooh... makasih ya... udah ayo duduk dulu..." bocah smp tadi sempat terdiam, kaget saja masa ibunya Ofin itu masih begitu muda, dan memiliki buah dada besar, meski tampak lebih dewasa dari pada Efni. "eh...i...iya..." mereka semua duduk saja diruang tamu. Bocah SMP tadi tak bisa melihat kearah lain, ia sibuk melihat kearah Ofin yang asyik dipangku mamanya dan sibuk menyedot puting susu.

Saturday

Cerita Seks: Kostan Bebas Seks Part 3

Santo hari itu akhirnya bisa pergi kelantai dua, ia berusaha menahan daya tarik cewek cewek dilantai satu itu. "huh akhirnya... eh...wah...", "pak Santo... haduh kok baru muncul sih...", "hehe... maaf Jani... itu ngurusin cewek cewek dibawah kemarin...", "hmm... itu loh pak, sini deh ikut..." Santo bertemu Jani, seorang cewek yang bisa dibilang cukup lama di kostan santo itu. Santo bahkan sampai pernah ingin menikahi Jani saja, karena meski usianya hampir kepala 30, tapi cewek itu masih tampil awet muda. "kenapa kenapa... ooh ini...", "tolong benerin dong pak... ya pak..." Santo disuruh memperbaiki keran air yang sudah mulai bocor itu, "hmm iya iya...", "makasih pak Santo... cup...hehe..." Jani sempat sempatnya mencium Santo. Santo kini sibuk sendiri, membenarkan keran air didepan kamar mandi itu. Jani memperhatikan Santo saja dari sebelahnya, sambil merunduk dan membiarkan toket besarnya menggantung didalam kaos. "itu dikamar mandi siapa?", "si Tanti itu pak... kalau dikamar mandi pasti lamaaaa banget...", "terus terus..." Santo berhenti sejenak, ia mendengarkan Jani sebentar sambil memandangi isi kaos Jani itu. "mana kadang kalau airnya habis, lupa lupa ngisi...", "ckck... kamu bilangin dong dia...", "udah pak... tapi... uuh pak Santo..." Jani senyam senyum ketika tau pak Santo melihati toket besar cewek itu.

Monday

Cerita Seks: Bebasnya Hidup di Desa

"Siang mbak Nana...", "iya dek...", "hehe... lagi ngapain mbak?", "ini lagi angkatin jemuran", "ooh, hehe... biar aku bantuin ya mbak...", "hmm iya..." Siang itu Nana sibuk mengangkat jemuran, dan dibantu seorang bocah. Bocah itu sudah sering sekali datang menemui Nana. Maklum Nana memang masih muda, berparas cantik, berbadan montok, dan juga berpakaian serba minim, ditambah lagi ia juga sudah punya anak. memang pergaulan jaman sekarang tidak ada batasan, apalagi tingkat pendidikan juga kurang, banyak faktor mempengaruhi gaya hidup seseorang. Tak Cuma Nana sebenarnya, beberapa orang didesa itu juga senasib dengan Nana. "mmh...aahn...hmmh...", "hehe...hehe... tunggu bentar mbak...", "hmm...ini...aah..." Nana kali itu sudah diganggu lagi, sibuk mengangkat jemuran, bukannya dibantu, malah bocah tadi sibuk meremas toket montok Nana yang besar itu, diraba raba terus meski masih dalam tanktop. "hehe... bentar mbak... habis ini aku bantuin angkat jemurannya", "hmmh...iya..oh..." Nana malah merunduk, tentu membuat bocah tadi makin senang,dimasukannya tangan jahilnya kedalam tanktop Nana, lalu diremasnya langsung buah dada ibu muda itu. Nana sudah sering mendapati toket besarnya diganggu, dan selalu berdampak pada puting susunya yang mulai meneteskan susu. "nah...hehe... ayo lanjutin deh mbak..." bocah tadi berhenti berulah, karena sudah merasakan tangannya basah kena air susu nana. Nana lanjut saja mengurus jemuran, kini bocah tadi ikut membantu. Setelah selesai diangkat semua, Nana pergi masuk kedalam rumahnya, bocah tadi jelas ikut. Sampai didalam, Nana melepas tanktopnya,  yang memang basah, karena air susunya sendiri.

Friday

Cerita Seks: Desa Gila Seks

"Selamat Siang, Ibu ibu semuanya", "siang mas...", "bisa dimulai aja ya rapatnya...", "ooh iya mas..." Harnan Memulai sebuah rapat dirumahnya, memang ia adalah seorang kepala desa. Ia sedang mengadakan rapat bersama ibu ibu didesanya itu. Tapi memang sulit untuk dikatakan sebagai ibu ibu, karena perempuan perempuan dirapat itu semuanya masih muda. "...kalau masalah tradisinya memang sudah dari dulu ya masih berlangsung sampai sekarang, jadi mungkin nanti orang orang juga kaget tau ibu ibu disini masih muda", "ooh iya mas, lalu..." Harnan memberitahu ibu ibu muda itu kalau sekarang akan mulai banyak orang yang datang untuk singgah kedesa itu. "... mereka mungkin mau menikmati suasana desa, juga mau refreshing", "apa itu mas refreshing?", "aduh...itu maksudnya... ya istirahat gitu menghilangkan penat hidup dikota", "ooh gitu mas...", "iya... terus..." Harnan meminta ibu ibu itu untuk membiarkan para tamu singgah kerumah mereka, dan diharap bisa dilayani dengan baik. "...iya mas kalau itu kami usahakan...", " Ada dana cukup banyak masuk dari  seseorang yang mengakomodir tamu tamu dari kota itu, jadi ibu ibu semua pasti dapat uang juga...", "wah...dapat berapa mas..." dengar masalah uang ibu ibu muda itu jadi ramai. "iya soal itu biar saya atur dulu ya... nah sekarang didata dulu saja bu ya..." Harnan mendata ibu ibu muda yang ada didesanya itu. Setelah itu Harnan menjelaskan beberapa hal lainnya,

Saturday

Cerita Seks: Sarah Asyik Disetubuhi



Pagi itu Sarah bangun tidur, ia kemudian melihat Tedo masih tidur disebelahnya. Sarah kemudian mendapati buah dadanya dipegangi Tedo, dan cewek itu mendapati ada sesuatu diselangkangannya, ternyata penis milik Tedo. meski masih memakai celana pendek, Sarah pasti semalam selangkangannya digesek oleh Tedo, karena dibagian belakang celana sarah basah oleh suatu cairan. "mmh... Tedo... bangun...", "hmmh, eh... mbak Sarah...mmh" Tedo bangun langsung kaget, ia langsung duduk dan menutupi kemaluannya. "kamu sekolah kan?", "i...iya mbak", 'iya udah kamu sekarang pergi mandi aja", "iya mbak... permisi..." Tedo pergi keluar kamar menuju kamar mandi. Sarah mencopot celana pendeknya yang bagian belakangnya basah, sepertinya ia masih ngantug, jadi ia tiduran lagi, masih pagi sekali dan biasanya memang ia masih tidur. Tedo setelah mandi kembali kekamar, dan langsung melihat paha mulus sarah, remaja itu jadi ngaceng lagi. ia berniat ganti baju, tapi melihat sarah seperti itu, ia jadi kembali kekasur. tangan Tedo seperti bergerak semaunya, malah kini sibuk ia mengelus paha mulus sarah. "hnmh... Tedo.." Sarah terbangun, Tedi kaget dan berhenti berulah, "eeh... iya mbak?", "udah selesai mandinya?", "iya udah mbak", 'hmm, ya udah aku gantian yang mandi" Sarah mengambil handuknya, ia tutupi bagian bawah tubuhnya, lalu pergi kekamar mandi.

Wednesday

Cerita Seks: Sarah Suka Ngeseks



Sarah bangun, lalu melihat Tedo yang memeluknya. "Hmm... Tedo... " Sarah tersenyum saja, ia kemudian malah merapat, ia peluk Tedo juga. Sarah diam saja, sambil ia berfikir, entah kenapa ia berfikir tentang aksinya bersama Ardan tadi, Sarah merasa seperti memeknya itu lebih nyaman bila di isi penis tegak. Sarah bisa merasakan nafas Tedo menerpa wajahnya, cewek itu malah makin tak bisa berfikir jernih. Sarah mendekatkan tubuhnya, ia peluk erat Tedo, ia elus rambutnya. Sarah kemudian sadar betul ada benda tegak yang bedenyut diatas perutnya. Diceknya, ternyata sesuatu menonjol dicelana pendek Tedo. terbawa fikirannya tadi, Sarah membuka celana Tedo, ia pegang penis tegak milik Tedo. "mmh...eeh...mbak Sarah..." Tedo malah terbangun, karena mendapati penisnya dipegangi sarah. "eh... tedo...maaf... ini...", "kok... jangan dipegang mbak... itu...", "maaf ya dek..." Sarah melepaskan tangannya dari penis Tedo. Sarah dan Tedo kemudian diam, Tedo mencoba menutupi penis tegaknya. "mm... mbak Sarah...", "iya Tedo...", "mm... mbak Sarah tadi kok pegang punyaku ini?", "hmm itu... cuma pengen aja tadi...", "ooh... kalo mau pegang lagi... pegang aja mbak..." Tedo menunjukan penisnya, Sarah diam sebentar, tapi akhirnya ia tangkap penis Tedo iti. "hmm... Tedo...", "aah... iya mbak...", "punya kamu... kok ndak gede ya?", "kan... Tedo masih smp mbak", "hmm... tapi sama kan ya?", "s...sama gimana mbak?", "eh... nn... itu...", "iya... sama kok... punya laki laki semuanya ya begitu...", "hmm... Tedo...mmm", "eh... mbak...aah..." Sarah makin terbawa nafsunya, ia malah menjilati penis Tedo yang tegak, juga dikocok perlahan.

Saturday

Cerita Seks: Teman Ngentot Baru Sarah



Hari itu Sarah sudah ada ditoko pak Harjo, ia kembali membuka sendiri toko itu, tapi pak Harjo hari itu sudah pulang pagi itu. "Sarah...", "iya pak Harjo... baru datang pak?", "iya...hehe..." pak Harjo tampak bersama beberapa orang, yang ternyata adalah keluarganya. "Sarah... lama ya ndak ketemu", "oh iya bu..." ada istrinya pak Harjo, "tambah cantik ya", "ah bisa aja bu", "hehe... eh Nurdin ayo cepet bawa kedalam barangnya", "iya bu" Sarah melihat ada juga si Nurdin, anak dari pak Harjo, sudah smp sekarang. "nah... sarah hari ini libur aja dulu ndak papa, kita ngobrol dulu didalam ya", "oh begitu ya bu... ya sudah kalau begitu" Sarah jadinya diajak kedalam dan ngobrol bersama keluarga pak Harjo. memang istri pak Harjo paling banyak bercerita, sedang pak harjo dan si Nurdin hanya senyam senyum dan ikut ketawa, sembari mereka berdua sesekali melirik Sarah yang menggoda. "...iya jadi si Nurdin biar deket sekolahnya... jadi kami kembali kesini", "hmm, gitu ya bu", "iya... tenang aja nanti kalau perlu saya temenin jaga tokonya...haha", "oh boleh itu bu...hehe..." Sarah senang bila nanti ditemani istri pak Harjo, kalau pak harjo dan nurdin justru sebaliknya. Sarah kemudian berpamitan pulang, ia bisa pulang lebih awal.
Sampai dikostnya, Sarah melihat ada sosok orang yang baru pertama ia lihat dirumah itu. "Eh sarah, tumben...", "iya pak Dirta... dibolehin pulang lebih awal", "pas banget, ini yang kemarin saya bilangin mau kost itu", "ooh...iya iya" Sarah mendekat, dua remaja itu melongo, mereka kaget disamperin bidadari.