Showing posts with label sma. Show all posts
Showing posts with label sma. Show all posts

Wednesday

Cerita Seks: Menginap Dirumah 5 Bidadari

"Malam mbak...wah...", "iya dek... kalian dari mana?", "lagi lewat sini aja mbak... tapi karena dingin kami mampir kerumah ini..." ,"hmm sini masuk aja dek..." Nika mempersilahkan bocah bocah itu masuk kedalam rumah. "wah... mbak mbak ini gak dingin ya?", "dalem rumah ini gak dingin dek... apa lagi kalau dikamar..." Bocah bocah itu datang memang ingin bertemu dengan cewek cewek aduhai dirumah itu. "mbak Siri... mbak Nuni nya mana?", "Nuni dikamar itu...", "aku samperin deh...hehe..." ada satu bocah pergi kekamar Nuni. "dek... rumah kalian dimana?", ", "rumahku agak jauh mbak... di sisi lain pantai ini...", "loh terus kalian pulangnya gimana?", "nah itu... kalau kami nginep disini dulu gak papa kan mbak?", "iya gak papa dek... kan banyak juga ini kamarnya...", "yes...eh, hehe... makasih ya mbak...", "hmm iya dek..." bocah bocah itu senang, kini mereka langsung saja berani mendekati cewek cewek yang berpakaian seadanya itu. "mbak Siri, kamarnya yang mana?", "itu dek kamarku...", "ooh... mbak Siri biasanya tidur jam berapa?" seorang bocah dengan santainya duduk dipangkuan Siri, sambil bersender ditoket besar cewek aduhai itu. "bentar lagi dek, aku biasanya nunggu Mimi pulang...", "ooh mbak Miminya kemana emang..." Bocah itu memutuskan berbalik saja, ia menghadap ketoket besar Siri, tak ragu ia pegang saja toket didepan wajahnya itu, "Mimi masih keluar, biasanya dia pulang emang terakhir...", "hmm gitu ya mbak...nah...hehe...hmm..." bocah itu dengan senang melihat kaos yang dipakai Siri basah dibagian dada, karena sebentar saja diganggu, puting menonjolnya sudah memuntahkan susu.

Saturday

Cerita Seks: Cewek Montok Bagi Bagi Kenikmatan

"Hmm iya pak, habis ini saya bagikan, sama Raisa juga...", "hmm iya... kalau nggak habis nggak papa besok bisa dilanjut...", "iya pak..." Liana mendapat setumpuk selebaran untuk dibagi, cewek itu tidak bertanya ataupun marah bilamana dirinya yang disuruh mengedarkan selebaran itu. "...ooh gitu ya... iya udah yuk disebar... tapi aku kearah sana aja ya, aku kan baru hafal jalan yang lewat sana...", "ooh iya gak papa Raisa..." Liana dan Raisa pun pergi ke arah yang berbeda. Liana tentu sudah hafal jalan jadi ia bisa mengedarkan selebaran lebih efektif. "...ooh iya mbak Liana... ini mau ada acara apa?", "katanya mau ada pentas gitu pak...", "ooh...hehe... Liana ikut juga nggak?" Meski begitu Liana tetap lama mengedarkan selebaran itu, karena selalu ada saja yang ditanyakan orang orang yang menemuinya. "ndak tau pak... belum diberitahu gimananya...", "ooh... tapi pasti Liana mau ikutan kan? wah...hehe..." pria itu mengajak ngobrol Liana, sambil sibuk juga mengganggu dada besar yang masih dibungkus kaos ketat itu.

Thursday

Cerita Seks: Sasa Laris Diajak Ngeseks Terus

Sasa memang cewek yang baik, ia mengurus mbah Aryo dengan baik. hari hari berlalu, Sasa tidak pernah mengeluh. Kini mulai ada yang tau tentang Sasa, kebanyakan pria pria tau karena diberitahu oleh Komir. "mbah... Sasa keluar dulu ya... mbah Aryo dirumah aja", "ooh iya Sasa..." Sasa pergi keluar untuk membeli sesuatu. "Pagi Sasa...", "iya... pagi pak Komir..." Komir sempat menyapa Sasa yang baru saja lewat. "Komir... itu ya Sasa?", "iya betul itu", "wah montok banget, masih muda juga", "nah itu makanya... dah gak rugi deh kalau kamu temui dia...haha" Sasa sudah berjalan pergi ketika ia sedang dibicarakan. Sasa mampir kesebuah toko, tempat biasanya ia membeli sesuatu. "Pagi pak...", "iya...wah Sasa...hihi...", "saya mau beli ini pak...", "ooh iya... bentar Sasa...", "iya pak..." Sasa membeli sembako untuk keperluan dirumah. "Sasa... ini ya...", "iya pak...", "ini  telurnya belum dateng, nanti deh saya suruh anak saya nganterin kerumah kamu", "ooh iya sudah pak" Sasa membayar dulu, lalu segera berpamitan. Sasa pergi kembali kerumahnya. "Sasa...", "iya mbah?", "mbah mau istirahat dulu", "iya mbah, Sasa juga mau cuci pakaian", "ooh iya nak..." Mbah Aryo memang lebih sering tidur disisa waktu hidupnya itu. Sasa menaruh barang barang pembeliannya, lalu ia pergi mencuci pakaian. Beberapa puluh menit kemudian, Ada tamu yang datang, Sasa sudah basah basah tapi ia pergi saja kedepan membuka pintu.

Tuesday

Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.

Saturday

Cerita Seks: Dena Puaskan Bocah Sange

"wah... mbak...", "hmm...iya dek?", "mbak ini namanya siapa?", "aku Dena...", "ooh... mbak Dena mau kemana?", "jalan jalan aja dek...", "ooh...aku temenin ya mbak..." Dena kali itu menyempatkan pergi jalan jalan, ia ingin melihat lihat daerah sekitar rumah Wita itu. "ooh iya... nama kamu siapa dek?", "aku Panji... mbak Dena mau liat kesana gak? disana bagus pemandangannya..." ,"ooh boleh dek..." Dena pun diajak pergi oleh bocah itu. Dena memang  juga disuruh jalan jalan oleh Wita, karena kini Wita sudah sibuk dirumah, dengan beberapa pria sange yang sudah sibuk menggrayangi tubuh montok Wita. "hehe.... malah makin besar deh kayaknya dada kamu ya Wita..." ,"mmh...masa sih pak?", "iya...tuh, dipegang tangan berapa ini masih gak muat...haha...", "ooh iya ya...aahn..ngh..." Sibuk Wita merasakan kegelian saat toket besarnya digrayangi tangan tangan jahil. Puting susu Wita sudah sibuk menyemprotkan susu susu segar yang tentu disambut oleh pria pria sange didekat cewek montok itu. "ummh..sluurp..aah... enak..mh..", "..ah...ahn..ngh... pak... bentar Wita... buka celana dulu biar gak basah...", "oh iya bener cantik..nah...hehe..." Wita sudah telanjang, tentu ia sudah siap untuk melayani pria pria sange yang mengerubunginya itu. "hmm...aahn...aahn.." langsung tubuh mulus Wita disambut, dari atas sampai bawah sibuk digrayangi. Pria pria sange itu juga mulai melepas pakaian, dan menyiapkan penis tegaknya. Wita sudah mulai siap digangbang dirumahnya itu.

Cerita Seks: Belina di Tempat Lokalisasi

"Ayo mas... mas Jufri mau gimana dulu nih?", "ehm... sebentar mbak... aku mau interview mbaknya dulu ya...", "loh... kok malah interview, aku bukan artis mas... udah ayo dibuka dulu bajunya ih...", "ehm... nanti deh mbak... plis kita... cerita cerita dulu aja yuk...", "hmph terserah masnya deh..." Jufri malam itu sudah ada disebuah wisma bersama seorang cewek panggilan. Jufri memang punya hobi aneh, yaitu menanyakan pengalaman pengalaman seks para pekerja seks komersial yang ada dikompleks lokalisasi di wisma wisma pinggiran kotanya itu. Sudah beberapa cewek panggilan telah ia interview, dan Jufri menuliskan cerita cerita itu di web pribadinya. "namanya siapa mbak?", "aku Belina...", "ooh mbak Belina, umurnya berapa?", "ehm... 22 kalau gak salah mas...", "eh deket kok umur kita, kalau gitu aku panggil Belina aja ya...", "iya... udah gitu aja nih interviewnya?", "loh masih banyak dong...", "huh... iya udah lanjut deh...", "Belina udah lama kerja disini?", "dari dulu habis lulus sekolah, aku udah kerja disini..." Jufri takjub tau Belina sudah lama jadi psk,

Tuesday

Cerita Seks: Remaja Cantik Layani Jufri

"...iya pak, cariin yang belum pernah aja kayak biasanya...", "haha oke Jufri..." Jufri kali itu sudah diantar salah satu ojek langganannya, menuju kelokalisasi yang biasa ia singgahi. Jufri memang selalu minta diantar ketempat yang berbeda, tentu ia ingin dapat cerita cerita  yang berbeda dari para wanita panggilan ditempat lokalisasi itu. "sini pak?", "iya... tuh udah ada yang nunggu... tenang aja nanti saya kesini lagi", "hmm iya udah... makasih pak..." Jufri turun dari motor, ia menuju kearah seorang cewek yang sudah menunggu didepan salah satu wisma itu. Tentu Jufri tak perlu banyak ngomong, sebentar saja ia sudah digiring masuk kedalam rumah. "...hehe... mas namanya siapa?", "aku Jufri...", "ooh... kalau aku Ersya... mas Jufri mau ngapain dulu nih?" Jufri memang harus menahan diri terlebih dahulu, karena setiap cewek yang pernah ia temui, semuanya sangat menggoda, entah dari penampilan bahkan sampai cara bicara. Ersya kali itu juga tampil menggoda dengan setelan pakaian minim. "ehm... duduk dulu aja deh ya...", "ooh iya iya...hmmh... udah jangan malu malu mas..." Ersya dan Jufri sudah duduk disofa wisma itu, cewek cantik itu sudah nempel disebelah Jufri. "...hehe iya... Ersya... aku mau tanya tanya dulu gak papa ya?", "iya gak papa... pengen tanya apa nih?", "ehm... iya... aku pengen tau aja... pengalaman kamu disini gitu..." ,"ooh... tapi tapi nanti setelah aku cerita kita ngapain?", "ooh... iya nanti terserah kamu deh..." ,"ooh okee... hehe..." Jufri tak menyangka Ersya begitu semangat. "ehm... ERsya umur berapa?", "aku? 18 tahun...", "wah... beneran?", "iya beneran mas...", "ooh... pasti baru sebentar ya disini?", "bentar? eeh aku udah 3 tahun disini..." Jufri kaget, Ersya cukup dini untuk menggeluti pekerjaan itu.

Tuesday

Cerita Seks: Dirumah Atau Diluar Tetap Ngeseks

"Mau kemana na?", "mau keluar dong ni", "ngapain?", "ada deh...", "Duh kalo mau gituan dirumah aja habis ini juga ada", "biarin... dah biar kamu kualahan dirumah, haha..." Jena kali itu memutuskan untuk pergi keluar rumah. Jeni merasa ia tak perlu kemana mana hari itu. "Mbak Jena...", "hei... ooh kalian... masuk aja..." baru juga berapa menit Jena pergi, Jeni sudah kedatangan tamu, bocah bocah sd yang tentu ingin menemui cewek montok itu. "hehe... loh kok mbak jeni sendiri?", "iya Jena tadi keluar itu...", "ooh, kasian dong mbak Jeni sendiri", "hmm, iya kalian aja temenin aku ya...", "iya mbak...hehe..." tentu memang maunya bocah itu menemani dan menikmati Jeni. Jena yang kini sudah asyik berjalan sendiri itupun tentu sudah menarik perhatian orang, "wah... Jena...", "iya pak...", "mau kemana?", "mau...kesana pak...", "ooh...hehe... sini bentar Jena...", "ada apa pak?" Jena mampir kesalah satu rumah warga. "hehe... sebelum lanjutin perjalanan kamu minum dulu nih...", "ooh iya makasih ya pak...mm..." segera saja minuman yang diberikan pria itu dihabiskan Jena. Jena jelas menarik perhatian, karena cewek itu hanya memakai tanktop dan celana pendek, apalagi tanktopnya terlalu ketat dan kecil, seperti hanya untuk menahan buah dada besar cewek itu. "hehe...hmm... bentar Jena...", "hmm...ah... kenapa pak?" Jena tiba tiba sudah merasakan bokong montoknya dipegang tangan pria nakal itu. "hehe... bokong kamu makin besar ya", "masa sih pak?", "iya... pas di pos dulu itu gak segini deh...", "apa Jena jadi gemukan ya pak?", "hehe iya mungkin...hmm..hehe...' tanpa ragu pria itu bahkan langsung menurunkan celana pendek Jena, tentu pria itu bisa langsung melihat bokong montok Jena, juga bagian intim cewek montok itu.

Saturday

Cerita Seks: Tua Muda Semua Dapat Jatah

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni. "aah...hebat ya kalian... bentar dek... nah..." Jena dan Jeni melepas celananya, mereka malah telanjang bulat. "wah...mbak jeni...", "kenapa dek...", "kok buka celana...", "iya biar gak kena susu celanaku... pakaian kalian dilepas juga yach..." bocah bocah itu tentu dengan senang hati melepas seragamnya. jena dan Jeni wajahnya memerah dan mereka terlihat senang ketika bisa menyaksikan penis penis bocah sd itu tegak didepan mereka.

Sunday

Cerita Seks: Liburan Ditemani Mama Muda

Faras  baru saja tiba, dirumah salah satu saudaranya. "nah ini rumahnya... ayo masuk..." Faras memang datang bersama saudaranya itu, segera ia diajak masuk saja. Faras memang dulu saat masih sd pernah kerumah itu, memang sangat besar dan cukup mewah. "Papa... papa udah pulang ma..." seorang anak bocah muncul menyambut ayahnya, lalu muncul lagi seorang perempuan. "hmm iya... eh ada Faras...", "eh iya tante..." Faras pun melihat Nesya, seorang perempuan cantik istri dari saudaranya itu. "ma... Faras mau nginep dirumah kita dulu beberapa hari, kan dia lagi liburan...", "ooh gitu... bagus dong...hehe..." Faras pun disambut baik dirumah itu. Faras ingat dulu saat ia ketempat itu, saudaranya itu masih belum menikah, kini sudah ada nesya juga dengan anaknya. "papa... aku lagi gambar pa...", "oh iya bagus... eh, ma... anterin Faras kekamar adek...", "iya pa...yuk Faras...." Faras pun diajak menuju salah satu kamar. kamar itu jelas kamar anaknya Nesya itu. Faras pun mulai mengatur barang bawaannya, dibantu Nesya. "udah tante biar aku beresin sendiri..." ,"hehe iya iya... Faras... sekarang kelas berapa?", "eh... baru lulus smp tante..." Faras memang sering memalingkan wajah, karena ia sering tertarik melihati tubuh Nesya yang montok itu. "hmm... eh, bentar ya Faras..." Nesya pergi keluar kamar karena mendengar suara anaknya memanggil. Faras pun menuntaskan pekerjaannya itu dulu. Faras kemudian tiduran dikasur itu, sambil berfikir sebentar. Faras tau kalau saudaranya itu umurnya udah sampai 40 tahun, dan Faras heran karena saudaranya itu bisa menikahi Nesya yang tampak masih muda itu. Faras pun jadi berkeinginan, bila ia dewasa nanti ia juga mau menikahi seorang wanita muda yang montok nan menggoda.

Wednesday

Cerita Seks: Kakak Adik Biasa Diajak Ngeseks

"Mbak Sina...", "hmm iya dek...", "mau kemana?", "mau pulang ini..." Sina kali itu berjalan pulang, kini ditemani seorang bocah. "aku temenin ya mbak...hehe..." Bocah itu dengan senang menemani Sina pulang. Sina tampil begitu menggoda, mengenakan tanktop dan celana pendek saja. Tak lama sampai dirumah Sina, mereka segera masuk kedalam. "Mbak Sina...", "ooh iya Frida..." Frida adalah adiknya Sina, tak begitu jauh dengan kakaknya cewek itu juga aduhai. "gantian ya sekarang aku yang keluar", "iya..." Frida tampak kini  yang pergi keluar. "wah... adiknya mbak Sina umur berapa?", "17 tahun mungkin... lupa..", "wah..kalau mbak Sina...", "aku 19, kenapa emangnya dek?", "ooh... gak papa...hehe..." Bocah itu kagum saja dengan mereka, Sina dan Frida tinggal berdua saja, bocah itu berfikir ia akan sering sering kerumah itu.

Saturday

Cerita Seks: Anita Guru Les Cantik Part 3


Sudah Sebulan berlalu, sejak Anita telah memuaskan 3 anak SMA murid lesnya itu. Kini Anita sudah banyak diberi hadiah oleh Kana, Rizki, ataupun Bani. Jelas pasti 3 anak SMA itu ingin menikmati lagi adegan ranjang dengan Anita. Saat les dirumah Kana pun 3 anak itu makin giat belajar, seperti berlomba menunjukan kemampuannya pada Anita, tentu Anita makin senang. Kali itu Kana, Rizki dan Bani sudah menunggu, mereka ada dirumah Kana dan sudah duduk dikarpet menunggu Anita. "Lah Kana, kok udah kamu kerjain?", "iya kan nanti biar bu Anita senang, tau kalau aku pinter", "tapi kalau salah ya percuma,haha", "ya liat aja nanti bro,hehe" tak lama Anita tiba. "Sore anak anak...", "Sore bu...wah...", "maaf ya, tadi gak sempet ganti baju, gini gak papa ya" jaket Anita dilepas, lalu 3 Anak SMA didepannya itu melihat Anita pakai tanktop, bukan baju atau kemeja seperti biasanya. "wah iya nggak papa bu", "yang penting kan kita belajar", "iya bu ndak papaa", "hehe...iya sudah..." Anita memang sengaja, ia mau melihat reaksi tiga muridnya itu. Mereka segera belajar lagi, seperti biasa, hanya saja 3 anak SMA itu kembali fokus terus melihati dada Anita yang menonjol. Anita sadar akan hal itu, bahkan ia sengaja tidak pakai BH, jadi bila ia menunduk, buah dadanya terlihat menggantung, bahkan sesekali puting susunya terlihat dimata 3 Anak SMA itu. "...tuh masih salah ini kana...", "i...iya bu biar saya benerin", "sip, Bani sudah belum?", "eh, belum bu...", "ayo nanti ketinggalan temannya loh, tuh Rizki sudah  selesai, Rizki?", "eh, iya Ban ayo cepet" Anita bisa melihat jelas, 3 anak itu benar benar terpesona dengan dirinya. Saat mereka semua sudah Selesai, dan les privat sudah selesai, Anita memakai jaketnya lagi, lalu segera berpamitan, "Nah sampai ketemu besok ya anak anak...", "iya makasih bu..." Anita kemudian pergi.
"ya ampun... dadanya bu Anita..." Bani langsung berbicara dulu, "iya... hmm besarnya tadi", "hmm, tumben bener ya..." mereka bertiga sempat diam, mungkin untuk mengingat adegan mereka sendiri sendiri, saat menikmati buah dada Anita yang besar nan sintal.

Wednesday

Cerita Seks: Anita Guru Les Cantik Part 2


"Sudah ya, bu Anita pulang dulu", "iya bu", "makasih bu Anita" Anita kali itu baru selesai les privat dengan 3 muridnya itu, Kana, Bani dan Rizki. Sudah beberapa hari sejak kejadian hebat itu berlalu, Kana masih tidak bisa melupakan kebahagiaanya saat itu, Bani dan Rizki juga masih kepikiran terus. Setelah Anita pulang, 3 anak tadi mulai ngobrol lagi. "Na...", "oit Ban?", "beberapa hari ini... kamu gak ada sedihnya ye, senyuum mulu", "hehe iya bro lagi bahagia", "yee... dasar...bilang aja kalau...mmh..." Rizki mengganggu Bani agar tidak ngomong aneh aneh, "sst... Kalau temennya bahagia elu harusnya ikut bahagia dong", "duh, iye iye...",  Kana senyum saja melihat kelakuan dua temannya. "Haha, kalian mau disini dulu apa langsung pulang?", "aku pulang dulu deh ya, sini Ban pulang juga", "nanti deh, aku mau tanya...duh...", "udaah... kami pulang dulu Kana...", "haha...iya... makasih" Rizki memaksa Bani untuk ikut pulang. "duh ki... kan ane mau interogasi Kana", "gak usah... ngapain... kan kita tau sendiri gimana", "hmm, iya iya..." Bani ngobrol dengan Rizki dijalan, "Percaya aja Ban... nanti jatah kita ada sendiri", "iya deh, moga aja..." Jalan raya kali itu cukup ramai, Rizki melihat lihat kemacetan dilampu merah, ia tak sengaja melihat ada Anita diseberang jalan, sedang mampir kesebuah tempat makan.

Sunday

Cerita Seks: Anita Guru Les Cantik Part 1


"Siapa nama Gurunya?", "bu Anita", "tau dari mana Na?", "kan aku tanya ayahku", "ooh, dah lama ni belum dateng", "iya ni, mana sih?", "sabar dong, eh itu kayaknya dateng, bentar aku buka pintu depan" Kana pergi menuju pintu depan rumah, ia buka, lalu ia melihat Cewek cantik disana, "Hai Dek", "iya... Bu Anita ya?", "iya betul", "masuk aja bu", "iya..." Anita segera masuk. Kana langsung menemui teman temannya. "Eh... betul ini gurunya?", "iya betul lah", "wah... seksi...", "sst, diem lu ki", "aduuh bidadari ni", "elu juga Ban" Rizki dan Bani adalah teman Kana, jadi tiga anak baru masuk SMA itu bersiap untuk les privat. "Permisi, perkenalkan saya Anita, bisa dipanggil bu Anita ya" 3 anak SMA didepan cewek itu hanya bisa tersenyum lebar, "Iya bu Anita, Saya Kana", "kalo saya Bani", "saya Rizki", "hmm iya, salam kenal semuanya" 3 cowok itu tak menyangka guru privatnya ternyata begitu menawan. Anita segera bertanya tentang 3 muridnya itu, setelah saling kenal mereka mulai melanjutkan kelas. Memang mereka belajar dirumahnya kana, hanya duduk dikarpet ala kadar, tapi ruangan cukup luas, mereka duduk dikarpet tanpa meja atau kursi. "...Jadi nanti kalau ada yang sulit tanya aja ya, itu tugas saya disini", "iya bu..." mereka mengerjakan tugas dibimbing guru cantiknya. Mungkin Karena cuaca yang panas, Anita jadi melepas Bajunya, 3 anak SMA itu jadi melongo, kini mereka bisa melihat tubuh guru privatnya lebih jelas lagi, lekuk tubuh indah Anita tertutup Kaos ketat berwarna hitam dan juga Rok sedang warna hitam.

Wednesday

Cerita Seks: Nayla Ratunya Foto Hot



"bagus fotonya Nayla, banyak sekarang yang suka ya", "hehe iya pak benar" Nayla memang jadi tenar dimedia sosial, karena ia pamer tubuh montoknya, juga buah dada besarnya, bahkan ada beberapa videonya nayla sedang diperkosa orang orang. Banyak yang mencari keberadaan nayla, umumnya juga mau minta ngentot. nayla sempat diajak ngobrol dengan pemilik rumah mewah itu, juga diajak ngentot dikamar. Nayla hanya beberapa kali bertemu pemilik rumah yang sibuk itu. "pagi mbak nayla", "oh iya dek..." Nayla sedang sibuk main handphone dikamar, ditemui si anak pemilik rumah. "hehe... mbak nayla liat apa?", "ini liat foto fotoku diinternet", "iya, fotonya mbak Nayla sekarang banyak yang suka", "hehe iya..." Bocah itu mendekat, sambil melihat handphone nayla, ia juga mengelus tubuh mulus Nayla. "ayo mbak Foto lagi aja, tapi gaya yang lain, nih aku bawa kamera bagus", "hmm iya deh", "coba mbak nayla ambil gaya didekat jendela itu", "gini ya dek?" Nayla mengambil pose menantang didekat jendela, ckrek, fotonya sudah diambil. "iya bagus mbak, lagi dong, pegang dadanya mbak nayla", "hmm gini?" Nayla memegang toket besarnya, seperti menyuguhkannya untuk siapa saja yang melihat fotonya.

Cerita Seks: Nayla Diajak Ngentot Lagi



"Nayla...", "iya pak...", "lagi panas gini, sini mampir dulu", "oh iya pak" Nayla mampir kerumah orang lagi. "Nayla... tanktopnya model baru ya?", "iya kayaknya pak, gak tau juga sih...", "kok tanktopnya mini banget, yang ditutup dadanya aja", "adanya ini pak dirumah", "hmm,hehe... sebentar ya...", "iya... kenapa pak?", "tanktopnya kekecilan ya... tuh lihat...wah...sekali di goyang udah keluar tuh buah dadanya Nayla" Toket Nayla melompat dari tanktopnya, "hmm iya...ahn...", "hehe... nanti Nayla saya belikan tanktop yang lebih bagus mau?", "hmm mau pak", "nanti biar pas sama dadanya Nayla yang besar ini, bentar saya cek dulu ukurannya.hehe...hmm..." Pria itu sudah sibuk memegangi toket besar Nayla, dielus dan digoyangkan dengan asyik, lalu ia remas juga sesekali. "aah... pak susu saya keluar", "wah...hehe... iya bentar ya..." Pria itu terus meremas toket nayla, air susu muncrat terus dari puting Nayla. suur suur, tampak begitu menggoda. "aah... pak susu saya tumpah semua", "hehe... iya udah sini...umm...m...sluurp..mm..." Pria itu akhirnya mulai menikmati puting susu nayla, dikenyot dan dihisap, yang kiri dan yang kanan, semuanya dinikmati, air susu nayla tidak terbuang lagi.

Saturday

Cerita Seks: Nayla Suka foto hot



"Mbak Nayla...", "iya dek?", "hehe... mbak nayla kalau dikamar suka telanjang ya?", "hmm... iya... kalo siang kan panas...", "iya bener mbak...hehe..." Nayla suka telanjang saja dirumah, kali itu ia kedatangan tamu anak tetangga yang tampak mesum juga. "dek Fotoin ya, nih hpnya", "oh iya kak..." Nayla mengambil pose, lalu ckrek, ia segera difoto. "udah dek?", "udah mbak, nih...", "hmm bagus, lagi dek", "iya, hmm...", "sini kamu naik sini aja", "wah iya hihi" bocah itu naik diatas perut mulus Nayla, kini ia memfoto Nayle menahan buah dadanya yang besar. "deketan dek, nah", "ini udah mbak...", "lagi dek" Nayla kini meremas toketnya, bocah didekatnya itu dengan senang mengambil foto. "wah bagus mbak", "mana? wah iya bagus" Nayla memegang hpnya sekarang, ia lihat hasil fotonya, bocah tadi masih duduk asik diatas tubuh nayla. "foto lagi nggak mbak? sekalian video mbak bagus", "hmm iya bagus video ya, sini dek", "iya, terus mbak?", "pegang dadaku ya", "wah iya...hehe..." dengan senang bocah itu mendekat dan memegang toket besar Nayla, bahkan langsung dielus elus dan diremas.