Showing posts with label Pesta seks. Show all posts
Showing posts with label Pesta seks. Show all posts

Saturday

Cerita Seks: Ngeseks Dengan Eliza Yang Ketagihan Main HP

"Wah... Eliza...luar biasa...hehe... kamu ngapain disini?", "ini lagi facebookan mas...", "hmm... hebat...hehe... emang disini ada sinyalnya ya?" Eliza kali itu sudah sibuk facebookan lagi, kini cewek itu makin mudah mengundang perhatian, ia memakai kaos dan juga hotpantsnya, toket besarnya bahkan tidak tertutupi, cuma bagian atasnya saja yang terjaga, bila cewek itu berjalan, terlihat jelas toket besarnya yang bergetar, puting susunya juga tampak jelas begitu menggoda, hotpantsnya juga makin minim saja dimana kini selangkangannya hampir terlihat semua. "ini ada kok mas...", "hmm iya... hehe...wah... aku jadi pengen... liat facebook kamu ini..." Pria itu mendekati Eliza, ia pegang hotpants yang dipakai cewek itu, ia tarik kebelakang sedikit, lalu ia bisa melihat bagaimana kini bibir vagina Eliza jadi terlihat, bagian bawah hotpants eliza nyelip bersembunyi diantara bibir vagina Eliza. "hm... mas, Line itu apa...", "ooh itu... ya kayak facebook gini buat kirim kirim chat...", "ooh gitu ya mas... ini banyak yang suruh pindah pake line...", "iya gak kamu pake dua duanya aja... bagus juga kok Line itu...", "hmm... mas bisa bantu pasangin Line nya itu di hpku nggak?", "ooh bisa bisa... kita duduk sana dulu tapi ya...", "hmm iya mas..." Eliza diajak berpindah, ketempat yang lebih aman untuk pria itu bila ingin menjamah tubuh Eliza.

Wednesday

Cerita Seks: Menginap Dirumah 5 Bidadari

"Malam mbak...wah...", "iya dek... kalian dari mana?", "lagi lewat sini aja mbak... tapi karena dingin kami mampir kerumah ini..." ,"hmm sini masuk aja dek..." Nika mempersilahkan bocah bocah itu masuk kedalam rumah. "wah... mbak mbak ini gak dingin ya?", "dalem rumah ini gak dingin dek... apa lagi kalau dikamar..." Bocah bocah itu datang memang ingin bertemu dengan cewek cewek aduhai dirumah itu. "mbak Siri... mbak Nuni nya mana?", "Nuni dikamar itu...", "aku samperin deh...hehe..." ada satu bocah pergi kekamar Nuni. "dek... rumah kalian dimana?", ", "rumahku agak jauh mbak... di sisi lain pantai ini...", "loh terus kalian pulangnya gimana?", "nah itu... kalau kami nginep disini dulu gak papa kan mbak?", "iya gak papa dek... kan banyak juga ini kamarnya...", "yes...eh, hehe... makasih ya mbak...", "hmm iya dek..." bocah bocah itu senang, kini mereka langsung saja berani mendekati cewek cewek yang berpakaian seadanya itu. "mbak Siri, kamarnya yang mana?", "itu dek kamarku...", "ooh... mbak Siri biasanya tidur jam berapa?" seorang bocah dengan santainya duduk dipangkuan Siri, sambil bersender ditoket besar cewek aduhai itu. "bentar lagi dek, aku biasanya nunggu Mimi pulang...", "ooh mbak Miminya kemana emang..." Bocah itu memutuskan berbalik saja, ia menghadap ketoket besar Siri, tak ragu ia pegang saja toket didepan wajahnya itu, "Mimi masih keluar, biasanya dia pulang emang terakhir...", "hmm gitu ya mbak...nah...hehe...hmm..." bocah itu dengan senang melihat kaos yang dipakai Siri basah dibagian dada, karena sebentar saja diganggu, puting menonjolnya sudah memuntahkan susu.

Cerita Seks: Sesi Foto Berlanjut Ngentot

This summary is not available. Please click here to view the post.

Saturday

Cerita Seks: Pesta Seks Dengan Airin

"...wah tumben beli barang mahal elu Fud...", "barang titipan ini...", "oalah..." Mahfud baru sampai dikostannya, ia tampak membawa beberapa barang barang. Memang ia sejak pagi sudah pergi membeli barang pesanan Airin. Memang ia dapat uang juga dari Airin, yang diterima lewat rekening barunya itu. Mahfud tentu segera laporan kalau selesai belanja. "...Halo... Airin...", "mh...ah...iya...halo...", "aku udah selesai ini beli belinya Ai...", "iya...titip dulu ya disana...ah...", "iya... kamu lagi ngapain sih...", "gak papa...iya udah... makasih...aahn..." tiba tiba telepon ditutup, Mahfud pun kemudian memutuskan menyimpan barang barang milik Airin itu. Airin memang siang itu sibuk dirumah pak Dani, karena bosnya itu datang dan minta jatah. "..mh... siapa tadi Airin?", "ah..mmh... teman saya pak...ngh...", "ooh...hehe...mmh... sini cantik..nah..." Airin sudah sibuk tubuhnya ditindih oleh Dani, cewek itu merasakan memeknya yang terus disodok oleh penis tegak. Memang Jarang Dani mampir kerumah itu, jelas sekalinya tiba, langsung dilampiaskan nafsunya untuk ngentot dengan  Airin.

Thursday

Cerita Seks: Airin Si Cewek Misterius

Malam semakin gelap, tidak banyak kendaraan yang lewat dijalan raya. Tampak Ada bus yang lewat, dengan beberapa penumpang tersisa. Kali itu tampak beberapa orang baru saja masuk kedalam bus. "permisi mas...", "iya... eh, sini aja mbak...", "ooh iya makasih..." Ada dua pria dikursi paling belakang bus itu, dan mereka heran, kini diantara mereka berdua duduk seorang cewek aduhai. Padahal banyak tempat duduk lain yang kosong, tapi malah cewek itu duduk dibelakang. Bus itu pun segera berangkat, menyisakan beberapa titik tujuan tersisa. "ehm...mbak ini namanya siapa?" tak mau cuma melihat lihat saja, tentu cowok itu ingin berkenalan. "aku Airin mas...", "Airin ya... Airin mau kemana?", "ke kota ****** mas", "wah, sama, kami juga mau kesana, hehe... Airin mau pulang atau gimana?", "enggak mas, aku mau main aja kesana..." tentu dua pria itu heran, cewek seperti Airin malam malam naik bus sendiri, untuk pergi main main saja ke kota yang masih agak jauh dari lokasi bus sekarang. Airin juga tampak tak membawa barang banyak, cewek itu cuma membawa sebuah tas, yang tampak juga tak terisi penuh. Dua pria itu tentu terus mengajak Airin bicara, yang jelas suara mesin bus itu membuat percakapan mereka tak terdengar oleh yang lain. "...nggak bawa apa apa mas, kan cuma main aja...", "emang kamu ada temen ya disana?", "ada mas, tapi belum aku kabarin sih", "oalah untung ada kenalan disana...", "mmh... kira kira ini masih jauh ya mas?", "masih jauh, masih berapa jam lagi baru sampai, kan itu tujuan akhir bus ini", "hm... soalnya aku udah ngantuk ini...", "hehe... iya tidur aja Airin, nanti kalau udah sampe kami bangunin,hehe...", "hmm iya mas..." Airin pun mulai menutup matanya.

Saturday

Cerita Seks: Cewek Montok Bagi Bagi Kenikmatan

"Hmm iya pak, habis ini saya bagikan, sama Raisa juga...", "hmm iya... kalau nggak habis nggak papa besok bisa dilanjut...", "iya pak..." Liana mendapat setumpuk selebaran untuk dibagi, cewek itu tidak bertanya ataupun marah bilamana dirinya yang disuruh mengedarkan selebaran itu. "...ooh gitu ya... iya udah yuk disebar... tapi aku kearah sana aja ya, aku kan baru hafal jalan yang lewat sana...", "ooh iya gak papa Raisa..." Liana dan Raisa pun pergi ke arah yang berbeda. Liana tentu sudah hafal jalan jadi ia bisa mengedarkan selebaran lebih efektif. "...ooh iya mbak Liana... ini mau ada acara apa?", "katanya mau ada pentas gitu pak...", "ooh...hehe... Liana ikut juga nggak?" Meski begitu Liana tetap lama mengedarkan selebaran itu, karena selalu ada saja yang ditanyakan orang orang yang menemuinya. "ndak tau pak... belum diberitahu gimananya...", "ooh... tapi pasti Liana mau ikutan kan? wah...hehe..." pria itu mengajak ngobrol Liana, sambil sibuk juga mengganggu dada besar yang masih dibungkus kaos ketat itu.

Tuesday

Cerita Seks: Petualangan Seks Edlin di Pantai

"jalan jalan kemana mas?", "udah kamu ikut aja... kan kamu juga butuh liburan...", "ooh..iya deh aku ikut mas..." Edlin ditawari Sigit untuk berlibur, tentu cewek itu mau saja. Sigit sibuk menyiapkan segala kebutuhan untuk berlibur keluar dari kota, sedang Edlin tidak bingung apa apa, karena ia tinggal memakai pakaian favoritnya, sudah ia siap diajak kemana saja. "...naik motor ya mas?", "enggak, pake mobil, nanti temenku...wah itu udah dateng... ayo Edlin..." ,"iya bentar mas... aku minum obat dulu..." Edlin menyempatkan minum obat, sedang Sigit segera menyambut teman temannya. "weii broo..wohoo asik nih...", "haha iya dong kapan lagi liburan...haha...", "lah kok cuma bertiga itu...", "iya si kribo gak jadi ikut... tenang aja kan...waduh..." teman teman Sigit tiba tiba berpindah pandangannya, ia lihat Edlin sudah muncul dengan begitu menggoda. "hmm... hai mas...", "eh..wah siapa nih..", "aku Edlin...", "wah cantiknya...haha... kalau aku Sora..." dari tiga temannya sigit itu, Sora adalah yang punya mobil. "iya udah ayo berangkat..." barang bawaan ditaruh dibagasi belakang, mereka masuk kemobil, dan berangkat liburan. Edlin duduk dibelakang bersama dua teman Sigit, "duh harusnya Edlin didepan lah...", "udah biarin lah... nanti bisa didepan kalau pulang..." Sora sempat protes, ia memang yang menyetir, dan harusnya disebelahnya itu si montok Edlin, bukannya Sigit. Mobilpun mulai melaju, untuk pergi dari kota.

Thursday

Cerita Seks: Edlin Jadi Pelayan Seksi

"Makasih ya mas...", "hehe iya mbak Edlin..." Edlin baru saja diantar kesebuah tempat, tentu tempat baru dimana Edlin akan mencoba pekerjaan baru. Tempat itu tampaknya adalah sebuah kafe. "Ehm... Permisi pak...", "iya... maaf mbak kafenya masih baru buka...", "oh ndak pak itu..aku yang gantiin...aduh siapa itu namanya...", "ooh jadi kamu yang mau jadi pekerja pengganti itu ya...", "iya betul pak aku Edlin...", "oh...ahaha... bagus bagus...mari ayo sini..." tampaknya pemilik kafe itu senang, dapat pekerja seorang cewek aduhai. "...ooh gitu ya pak...iya Edlin faham...", "iya udah kalau gitu... kebelakang aja... ada temen kerja kamu..." Edlin pergi kedapur, disana ia bertemu seorang cewek, mungkin lebih tua dari Edlin. "mbak, namanya siapa?", "aku Edlin...", "oh Edlin ya... salam kenal, oh iya... ini nih seragam buat hari ini...", "hmm ini ya mbak...", "iya, hari ini hari spesial ulang tahunnya kafe ini...", "ooh gitu ya...hmm...", "eh, disana aja gantinya...", "oh iya mbak..." Edlin pun pergi ganti pakaian sebentar. Setelah itu ia kedepan menemui pemilik kafe. "...pak, masih belum buka ya?", "iya bentar lagi..waduh cantik sekali...hehe..." memang Edlin tampil begitu cantik dengan setelan seperti pelayan seksi.

Cerita Seks: Edlin Siang Malam Tetap Ngeseks

"Edlin...tumbenan...", "kenapa pak?", "kok pake rok sekarang...", "hmm iya Edlin udah beli rok kemarin sama mas Sigit...", "hmm beli rok aja?", "iya soalnya ada diskonnya buat rok pas waktu itu...", "haha untung aja rok...eh bentar aku liat ya...wah beneran...", "kenapa pak?", "gak papa.. bagus roknya nih..hehe..." Pria itu senang senang saja, biasanya Edlin berkeliaran pake atasan saja, kini sudah pake rok, tapi tetap tak pakai daleman, jadi pria itu masih bisa melihat selangkangan Edlin yang menggoda. "oh iya om, ini edlin mau beli...", "beli apa?", "beli obat nyamuk kemarin lupa... terus apa lagi ya?", "dasar kamu lupa terus... udah sini ah masuk dulu Edlin... nih pilih sendiri" Edlin masuk saja ketoko itu. "ehmm...ini obat nyamuknya... terus...ahhn..ngh.." sibuk memilih barang belian, tubuh Edlin sibuk digrayangi si pemilik toko itu. "tuh gak beli itu sekalian?", "hmm..ah... uangnya cuma segini pak...", "halah gak papa taruh situ uangnya deh... terserah Edlin mau ambil apa...", "ooh gitu ya pak..hmm..ah bentar pak Edlin..ahn..ah..ah.. mau ambil itu..aahn!" Edlin tidak bisa berpindah, roknya diangkat, tentu pemilik toko sudah cepat cepat menyiapkan penis tegaknya itu, lalu ia selipkan masuk kedalam memek hangat Edlin.

Wednesday

Cerita Seks: Bawa Pulang Cewek Aduhai

"Mbak ini kenapa?", "ndak papa kok mas...", "kok keliatan bingung?", "iya, soalnya aku barusan diusir dari rumah...", "loh kok bisa...", "nggak tau ini mas...", "sini ikut aku kerumah aja dulu ya..." Sigit diperjalanannya itu melihat seorang cewek duduk sendirian, ia pungut saja, ia bawa pergi. "namanya siapa?", "aku Edlin mas...", "ooh kalau aku Sigit...", "ooh iya...", "pegangan dong awas nanti jatuh", "oh iya mas..." Sigit membonceng  Edlin, senang juga ia kini membawa pulang cewek aduhai. Sampai dirumahnya,ia parkir motor, lalu ia ajak Edlin masuk kerumah. Setelah itu ia ajak ngobrol saja cewek itu. "...gak tau tiba tiba aku dibawa pergi, terus ditinggal gitu aja, katanya gak usah balik lagi..", "ooh gitu ya, kasian kamu...lho nggak bawa apa apa kamu ini tadi ya?", "iya gak bawa apa apa mas..." Sigit heran, Edlin itu cantik dan juga aduhai, tapi kenapa sampai diusir dari rumah?

Saturday

Cerita Seks: Aliya Terbiasa Ngeseks

"...iya ini mau anterin makanan...", "wah..hehe... silahkan masuk aja..." Aliya dan Salwa siang itu sudah menyeberang kebagian lain desa, memang kali itu diwaktu istirahat, mereka mau mengantar makan siang untuk Cipto, juga untuk pamannya Salwa. "...hmm makasih ya Aliya... untung kamu tau tadi pagi aku lupa sarapan...", "iya mas, kalo mau nanti Aliya setelah ini bisa anterin kesini lagi pas siang gini", "iya, tapi jangan sering sering..." Cipto tau memang teman teman kerjanya itu sudah sibuk melihati Aliya. "wah, Ada Aliya nih... sama siapa kamu kesini?", "itu tadi sama Salwa...", "ooh, terus mana dia?", "masih nemuin pamannya mungkin", "hehe...kalau gitu kamu tunggu sini deh sama kita ya...", "hmm iya mas..." tentu Aliya sudah dikerumuni pria pria sange saja. "Cip, ini gak papa kan...", "iya iya gak papa... tapi inget, biasa..", "udah tenang aja nanti aku kasih, temen temen aku minta juga", "oke oke siip, aku makan disana deh..." Cipto malah pergi menyantap makan siangnya agak jauh dari tempat Aliya yang sudah ditahan pria pria sange.

Tuesday

Cerita Seks: Aliya Melayani Warga Desa

"...hmm iya bener sama aja...", "tuh kan mbak...hehe..." Kali itu Aliya sedang jalan jalan, ditemani adiknya Cipto. Aliya pun faham didesa itu tidak terlalu banyak perempuan, bila ia bertemu atau melihat perempuan pun pasti juga sama sepertinya, masih cukup muda dan berpakaian cukup minim. Memang didesa itu tempat tinggal dan tempat bekerja dipisahkan oleh sungai yang membentang sepanjang desa. Hari masih pagi, dan memang kondisi desa cukup sepi. Aliya kali itu jalan jalan dengan tenang, bocah disebelahnya itu bertingkah dengan wajar, meski terlihat menahan diri. "...jadi gak boleh nyebrang kesana ya dek?", "iya gak boleh... buat yang kerja aja kesebelah sana...", "ooh gitu...hmm.." Aliya pun melanjutkan perjalanan, sampai ia melihat ada yang beberapa bocah yang datang menghampiri. "Hei... dari mana aja... ditungguin...", "eh iya sori, habis ajakin mbak ini jalan jalan..." adiknya Cipto pun memperkenalkan Aliya. "wah mbak ini namanya siapa?", "hmm aku Aliya...", "ooh mbak Aliya...baru dateng kesini ya?", "iya bener dek...", "hehe... eh ayo kesana yuk... udah ditungguin... mbak Aliya ikut juga ya..hehe..." Aliya pun ikut saja, diarahkan menuju salah satu rumah terdekat, disana tampak ada beberapa bocah lain, dan terlihat ada seorang cewek juga.

Saturday

Cerita Seks: Ngeseks Dengan Penjaga Desa

"Maap mbak, tidak boleh masuk daerah ini...", "kenapa ya pak?", "soalnya mbak ini bukan warga sini...", "iya tapi saudara saya tinggal didaerah ini", "kami tidak percaya...", "iya pak nama saudara saya itu Cipto...", "kalau nama mbak ini siapa? ada kartu identitasnya ndak?", "saya Aliya pak... aduh kartu identitas saya hilang pak..." Aliya dipersulit untuk masuk kesebuah desa. Aliya hendak masuk kedesa itu untuk menemui saudaranya. "kalau benar mbak Aliya ini mau masuk kedaerah ini, sekarang ikut kami dulu ya", "hmm iya pak..." Aliya digiring kesebuah rumah dibatas desa itu. Disana Barang bawaan Aliya dicek satu demi satu. "...mbak Aliya tolong buka semua pakaiannya, karena harus kami periksa, itu juga kalau mbak Aliya benar benar mau masuk kedesa ini", "hmm iya sebentar pak..." Aliya menurut saja, ia buka semua pakaiannya, ia sudah telanjang saja didepan pria pria itu. Tentu segera mereka sibuk meraba raba tubuh mulus Aliya, dari atas sampai bawah. "hehehe... wah..." asyik saja pria pria itu beraksi, senang mereka bisa menggrayangi tubuh mulus Aliya. cewek itu juga memiliki buah dada yang membusung besar dan begitu menggoda, tentu segera ditangkap tangan pria pria itu, diremas dan digoyang sesukanya.

Wednesday

Cerita Seks: Godaan Maut Dua bidadari Montok

"Sasa... tumben nggak kerja?", "ooh itu yang punya toko keluar kota sekeluarga", "hmm... hari ini gak kemana mana nih jadinya?", "iya betul mbak...", "bagus deh...hihi...ayo kebelakang bentar", "ngapain mbak...eh..." Sasa diajak Vana kehalaman belakang. Beberapa saat berlalu, ada yang datang kerumah Sasa. Ternyata si yudi, dia tau kalau si montok Sasa sudah dirumah itu lagi. Diketoknya pintu depan tidak ada yang muncul, yudi tak sabar, ia pikir mungkin sasa dibelakang. Jadi ia lewat gang kecil sebelah rumah itu, menuju halaman belakang rumah Sasa. Sampai sana Yudi kaget, ia lihat jelas Sasa memang disana, namun dengan cewek montok lainnya, memang yudi belum tau soal Vana. "...udah dari pada nganggur toh...", "hmm iya deh mbak" Yudi mengintip saja, ia lihat Sasa dan Vana malah mulai melepas semua pakaian, Yudi kaget dan terangsang meski hanya nonton. "Nah udah deh... hihi... duh bulunya nanti dicukur ya Sasa...aku bantuin deh", "ooh iya mbak... gimana nih?", "biar aku yang atur...sini..." Yudi mengintip terus, Saat sasa dan vana sedang berpose menggoda sambil berfoto. Yudi sempat heran, dua cewek montok itu malah suka berfoto telanjang, bahkan dibelakang rumah. "...sini kamu tutupin putingku nih...", "gini ya mbak...", "iya sip bentar..." Yudi melihat saja tak cukup, ia buka celana lalu ia kocok penis tegaknya itu, mana tahan melihat dua cewek bugil asyik bergaya, dua pasang toket besar yang bergoyang itu bisa membuat semua mata terbelalak bila melihatnya.

Cerita Seks: Ngeseks Di Gubuk Sawah

"...iya mbak tau kok tempatnya... biar kami anterin ya...", "hmm iya dek..." Cici kali itu diantar bocah bocah desa, menuju kesalah satu persawahan sesuai apa yang diberitahu pak kepala desa. Cici masih bersemangat untuk menikmati hidup didesa, meski banyak orang orang desa yang lebih suka menikmati cewek montok itu. "ini mbak Sawahnya...", "oh iya... hmm tapi kok sepi dek?", "ndak tau mbak... bentar mbak ya..." ada bocah bocah yang tampak sibuk mencari bilamana ada orang didekat persawahan itu. "hmm...mbak Cici... tinggal disini udah lama...", "ndak dek baru beberapa hari...", "ooh pantesan aku ndak pernah liat mbak Cici...hehe...hmm..." ada juga bocah bocah yang memilih menemani Cici, sambil tentu melihati cewek aduhai itu. "mbak Cici... kayaknya belum pada datang yang punya sawah...", "ooh gitu ya dek...", "iya... mending ditunggu aja yuk mbak... disana itu...", "hmm iya..." Cici pun pergi kegubuk terdekat diarea persawahan itu. Kini ia ditemani bocah bocah yang jelas penasaran dengan tubuh montok Cici yang ditutupi pakaian minim itu. "hmm... mbak Cici ini dari kota kan?", "iya dek...", "tapi kok pakaiannya gini?", "iya sama pak kepala desa disuruh begini...  juga biar sesuai sama kehidupan tradisional didesa ini...", "ooh...hehe...hmm... mbak Cici... kalau mau tradisional lagi... itu ya kayak kami ini mbak...", "hmm gimana itu dek maksudnya?", "iya pakainya celana aja..." ,"ooh... iya ya...", "iya udah dilepas aja bajunya mbak... hehe...", "hmm..mh...iya..." Cici malah melepas bajunya, toket besarnya sudah terbebas dan kini bisa dilihat jelas bocah bocah didekatnya.

Thursday

Cerita Seks: Cici Ngeseks Dikebun

"ooh jadi mbak Cici mau ikutan panen disini?", "iya pak betul...", "hmm hehe... iya udah... mari mbak..." Cici kali itu tiba disebuah kebun, disana ia dipersilahkan membantu memanen buah buahan. "wah... siapa itu pak?", "itu Cici, kata pak kepala desa sih... mau bantuin kita...", "ooh... wah boleh juga itu cewek ya..." Cici masih sibuk melihat lihat kebun itu, sementara sudah ada yang membicarakannya. "eh, Mbak Cici...", "oh iya pak?", "ini keranjangnya mbak... ikut saja sama teman teman lain itu ya...", "ooh iya pak..." Cici membawa keranjang, ia siap ikut panen buah. "...eh...wah... siapa ini...", "misi mas...", "iya...mbak ini mau ikut panen ya?", "iya mas...", "ooh iya iya...wah..." Cici menghampiri salah satu pria yang sibuk, pria itu ada diatas tangga kecil, jadi sembari ia mulai memetik buah, ia bisa menengok kebawah, disana ada Cici yang menunggu, dan memang pria itu bisa menengok isi tanktop Cici yang berisi toket besar. Cici tinggal menunggu sambil membawa keranjang, buah sudah di turunkan dan ia tinggal menerima. "udah penuh ini mas...", "hmm iya, biar aku ambil keranjang lagi..." Pria itu turun dari tangga lalu pergi. Cici tak lama kemudian melihat si pemilik kebun datang menemuinya, "mbak Cici, koa sendiri?", "iya pak itu tadi masnya lagi ambil keranjang...", "ooh...hehe... mbak Cici mau coba petik buah?", "hmm iya pak mau...", "iya udah tuh coba aja ya..." Cici pun kemudian naik tangga kecil itu, ia kemudian mencari dimana buah yang bisa ia petik. "mmh... ini udah pak ya...", "udah tinggal dipetik semua kok...wah..." pemilik kebun itu cuma cengar cengir saja, ia lihati Cici dari bawah.

Tuesday

Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.

Wednesday

Cerita Seks: Bocah Melawan Dua Cewek Montok

Akhirnya aku masuk sekolah dasar, astaga tak pernah terpikir aku belajar di sd, lagi. Awalnya sih bocah bocah sd itu kurang akrab padaku, tapi ketika aku tunjukan kemampuanku, mereka malah jadi akrab, iya mereka kan tidak tau kalau aku sebenarnya sudah mahasiswa. Beberapa hari saja aku sudah terbiasa, hanya saja aku agak sulit mengikuti kegiatan mereka, masa aku ikut main dengan bocah bocah itu? "...wah hebat Ezra jawabannya benar semua, kasih tepuk tangan dong..." riuh sudah ramai dikelas itu, guru gurunya juga jelas tertipu denganku, iya memang badanku masih bocah, tapi pikiranku sudah dewasa. Jarak sekolah kerumah tidak jauh, jadi aku biasanya jalan kaki ataupun juga sesekali diantar jemput oleh Sila ataupun Mila. "...rumah kamu dimana sih Ezra?", "hmm? udah deket bentar lagi sampe" sepulang sekolah itu aku ditemani seorang bocah, namanya Romi. AKu mau saja pulang bersama dengannya, karena sepertinya ia yang paling keren dikelas 3 itu, selain diriku. "...ini rumahmu?", "iya ini... kenapa?", "waah besar banget... kayak istana..." itu lah yang aku juga katakan saat pertama melihat rumah itu bila masih bocah. Mungkin bila dia aku ajak masuk, bisa makin terperanga melihat tiga cewek hot didalam. "hmm gitu ya... iya udah aku pulang dulu ya...", "iya besok ketemu lagi.." akhirnya aku pun masuk kedalam rumah.
"Ezra...cup cup... kok udah pulang..", "iya emang biasanya Ezra pulang jam segini...", "hehe iya iya... ayo sini sini..." aku datang disambut oleh Mila, tiba tiba aku diajak pergi keruang tengah. "sluurp..ah... eh Ezra udah pulang..." Dan terjadi lagi, sudah beberapa hari itu aku sering melihat Sila dan Mila sibuk menyedot susu dari toket besar Liza.