"Malam mbak...wah...", "iya dek... kalian dari mana?", "lagi lewat sini aja mbak... tapi karena dingin kami mampir kerumah ini..." ,"hmm sini masuk aja dek..." Nika mempersilahkan bocah bocah itu masuk kedalam rumah. "wah... mbak mbak ini gak dingin ya?", "dalem rumah ini gak dingin dek... apa lagi kalau dikamar..." Bocah bocah itu datang memang ingin bertemu dengan cewek cewek aduhai dirumah itu. "mbak Siri... mbak Nuni nya mana?", "Nuni dikamar itu...", "aku samperin deh...hehe..." ada satu bocah pergi kekamar Nuni. "dek... rumah kalian dimana?", ", "rumahku agak jauh mbak... di sisi lain pantai ini...", "loh terus kalian pulangnya gimana?", "nah itu... kalau kami nginep disini dulu gak papa kan mbak?", "iya gak papa dek... kan banyak juga ini kamarnya...", "yes...eh, hehe... makasih ya mbak...", "hmm iya dek..." bocah bocah itu senang, kini mereka langsung saja berani mendekati cewek cewek yang berpakaian seadanya itu. "mbak Siri, kamarnya yang mana?", "itu dek kamarku...", "ooh... mbak Siri biasanya tidur jam berapa?" seorang bocah dengan santainya duduk dipangkuan Siri, sambil bersender ditoket besar cewek aduhai itu. "bentar lagi dek, aku biasanya nunggu Mimi pulang...", "ooh mbak Miminya kemana emang..." Bocah itu memutuskan berbalik saja, ia menghadap ketoket besar Siri, tak ragu ia pegang saja toket didepan wajahnya itu, "Mimi masih keluar, biasanya dia pulang emang terakhir...", "hmm gitu ya mbak...nah...hehe...hmm..." bocah itu dengan senang melihat kaos yang dipakai Siri basah dibagian dada, karena sebentar saja diganggu, puting menonjolnya sudah memuntahkan susu.
Showing posts with label smp. Show all posts
Showing posts with label smp. Show all posts
Wednesday
Saturday
Cerita Seks: Cewek Montok Bagi Bagi Kenikmatan
"Hmm iya pak, habis ini saya bagikan, sama Raisa juga...", "hmm iya... kalau nggak habis nggak papa besok bisa dilanjut...", "iya pak..." Liana mendapat setumpuk selebaran untuk dibagi, cewek itu tidak bertanya ataupun marah bilamana dirinya yang disuruh mengedarkan selebaran itu. "...ooh gitu ya... iya udah yuk disebar... tapi aku kearah sana aja ya, aku kan baru hafal jalan yang lewat sana...", "ooh iya gak papa Raisa..." Liana dan Raisa pun pergi ke arah yang berbeda. Liana tentu sudah hafal jalan jadi ia bisa mengedarkan selebaran lebih efektif. "...ooh iya mbak Liana... ini mau ada acara apa?", "katanya mau ada pentas gitu pak...", "ooh...hehe... Liana ikut juga nggak?" Meski begitu Liana tetap lama mengedarkan selebaran itu, karena selalu ada saja yang ditanyakan orang orang yang menemuinya. "ndak tau pak... belum diberitahu gimananya...", "ooh... tapi pasti Liana mau ikutan kan? wah...hehe..." pria itu mengajak ngobrol Liana, sambil sibuk juga mengganggu dada besar yang masih dibungkus kaos ketat itu.
Labels:
2020,
cerita seks,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
sma,
smp,
susu
Wednesday
Cerita Seks: Tetangga Yang Suka Ngajak Ngentot
"...ooh mbak Liana dari sana toh, emang ngurus apa?", "itu pak... kan sekarang ada orang baru yang tinggal dirumah saya...", "ooh gitu ya...hehe... namanya siapa itu temen kamu?" Liana hendak pulang, tapi langkahnya terhenti, ia sudah ditemui seorang pria. "namanya Raisa...", "wah namanya bagus dia ya...hehe... temen deket atau gimana kok kamu ajakin tinggal bareng..." sementara diajak ngobrol, pasti tubuh montok Liana itu sudah diganggu tangan jahil. "hmm temen sekolah aja pak dulu... itu juga disaranin sama orang tuaku...", "ooh temen sekolah ya... emang mau apa ikut tinggal dirumah kamu?... nah...hehe...", "iya buat nemenin Liana pak, biar gak sendiri dirumah..." Pria itu tampak senang, Liana tak menghiraukannya yang bahkan kini sudah asyik meremas remas toket besar Liana. "ooh iya kasihan kalau kamu sendiri dirumah ya...", "iya pak...ah...mh..." Liana baru mendesah sedikit ketika kini puting menonjolnya dipencet pencet, dan mulai mengeluarkan susu. "emang dirumah kamu ada kamar berapa Liana?", "ehm... ada tiga kamar pak...ahh..." Liana jelas kini berhenti melangkah, cewek itu sedang merasakan toketnya yang dirangsang, kini kaos yang dipakainya jadi basah oleh susu yang merembes terus.
Tuesday
Cerita Seks: Aliya Melayani Warga Desa
"...hmm iya bener sama aja...", "tuh kan mbak...hehe..." Kali itu Aliya sedang jalan jalan, ditemani adiknya Cipto. Aliya pun faham didesa itu tidak terlalu banyak perempuan, bila ia bertemu atau melihat perempuan pun pasti juga sama sepertinya, masih cukup muda dan berpakaian cukup minim. Memang didesa itu tempat tinggal dan tempat bekerja dipisahkan oleh sungai yang membentang sepanjang desa. Hari masih pagi, dan memang kondisi desa cukup sepi. Aliya kali itu jalan jalan dengan tenang, bocah disebelahnya itu bertingkah dengan wajar, meski terlihat menahan diri. "...jadi gak boleh nyebrang kesana ya dek?", "iya gak boleh... buat yang kerja aja kesebelah sana...", "ooh gitu...hmm.." Aliya pun melanjutkan perjalanan, sampai ia melihat ada yang beberapa bocah yang datang menghampiri. "Hei... dari mana aja... ditungguin...", "eh iya sori, habis ajakin mbak ini jalan jalan..." adiknya Cipto pun memperkenalkan Aliya. "wah mbak ini namanya siapa?", "hmm aku Aliya...", "ooh mbak Aliya...baru dateng kesini ya?", "iya bener dek...", "hehe... eh ayo kesana yuk... udah ditungguin... mbak Aliya ikut juga ya..hehe..." Aliya pun ikut saja, diarahkan menuju salah satu rumah terdekat, disana tampak ada beberapa bocah lain, dan terlihat ada seorang cewek juga.
Labels:
2020,
cerita seks,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
smp,
susu
Cerita Seks: Zizi Menikmati Kehidupan Barunya
"wah makasih mbak Zizi...yey aku punya handphone baru..." Zizi membelikan handphone untuk Jafar. "makasih ya Zizi... kamu memang hebat... hehe...", "iya om sama sama.." Zizi senang kini Zainul dan jafar selalu tampak ceria.Tentu saja karena cewek itu selalu memberikan yang terbaik untuk mereka berdua. Setelah Jafar punya handphone sendiri, kini bocah itu tidak begitu sering mengajak Zizi melakukan adegan intim bersama, begitu juga Zainul tampak hanya beberapa kali saja tertarik bercinta dengan Zizi. Kini Zizi memang fokus melayani langganannya yang biasa diterima ditempatnya Fredy. "Zizi, nanti sore bisa kesini?", "iya bisa kok mas Fredy...", "tapi nggak ngapa ngapain kok, cuma ngobrol aja...", "ooh iya gak papa kok mas..", "oh oke makasih Zizi..." Kali itu Zizi baru selesai menerima telepon dari Fredy, entah ada pelanggan atau cuma ada yang perlu dibahas. Kali itu hari masih siang, Zizi dirumah saja, ditemani Jafar yang baru saja tiba dari sekolah. "...mbak... ayo foto sama aku...", "hmm iya..." Jafar pun mengambil foto selfie bersama Zizi. "hehe makasih mbak...", "iya Jafar...", "soalnya temen temenku pada nanyain dapet hape dari mana, ya aku bilang dibeliin mbak Zizi... terus mereka pengen tau mbak Zizi itu gimana...", "hmm gitu ya... kalau pengen tau ya ajakin aja mereka kesini...", "ah jangan, nanti mereka minta yang aneh aneh...", "kan gak papa..." Jafar tampak tidak mau teman temannya datang lalu sampai bisa menikmati tubuh montok Zizi.
Thursday
Cerita Seks: Pekerjaan Baru Zizi
"Hebat Zizi udah punya handphone sekarang...", "iya om dikasih teman kerja..." Zainul senang melihat Zizi sudah punya handphone. "nah kalau gitu kan enak nanti kalau mau om telepon bisa", "hmm iya om bener...", "om besok masuk malam, ehm... Zizi tidur dikamarku aja ya...", "ooh iya om, itu tumben Jafar juga udah tidur duluan...", "nah..hehe...ayo kekamar yuk..." Zainul pun membawa Zizi kekamarnya. Sudah beberapa hari itu Zainul tidak menjamah tubuh Zizi, kini ia ingin menikmati malam bersama cewek montok itu. "om... liat deh..." Dikamar itu Zizi udah melepas bajunya, ia tunjukan buah dada nya pada Zainul. "kenapa emangnya ZIzi?", "ehm... apa dadanya Zizi sekarang tambah besar ya om?", "hemm iya juga ya...", "soalnya baju bajunya Zizi rasanya jadi kekecilan...", "hmm udah gak papa itu... kalau besar begini berarti... isinya makin banyak...", "aah...ngh..uh...iya ih om...susunya Zizi sekarang keluarnya banyak..uh..." Zizi mulai mendapati toket besarnya mulai diremas oleh Zainul. "umh..sluurp..mh... ah... kalau yang bawah gak ikut jadi gede ya zizi?", "hmm...enggak kayaknya om..." Zizi memeriksa bokongnya tetap montok seperti biasa. "hehe gitu ya...sini Cantik..nah..ummh..sluurp..mmh..", "mmh...ah..uh..." Zizi faham bila ia diajak kekamar Zainul, ia harus memberikan semua yang terbaik untuk pria yang sudah menolongnya itu. Malam itu Zizi pun asyik ngeseks dengan Zainul sepuasnya.
Saturday
Cerita Seks: Zizi Ngeseks di Warnet
"...Kerja apa aja gak papa om, asal Zizi bisa cari uang sendiri...", "hmm gitu ya, iya nanti aku cariin buat kamu kalau ada ya", "iya om makasih..." Zainul berfikir sepertinya Zizi dari hari ke hari selalu belajar untuk lebih dewasa, meski tingkahnya tidak berubah dengan cepat. "Kalau kamu mau cari diinternet juga gak papa", "oh internet ya om, jadi kewarnet dulu ini ya?", "iya dideket sini ada kok, kalau kamu mau kesana...", "iya udah om Zizi keluar dulu...", "iya Zizi..." Zizi pun pergi keluar, ia menuju kewarnet terdekat. Sampai disana ia terdiam sebentar, ia ingat ingat lagi bagaimana mencari informasi dari internet itu. "mbak... jangan berdiri dijalan...", "oh iya mas maaf..." Zizi pun berpindah dan kini ada dihadapan si penjaga warnet. "hehe... mbaknya mau pake internet?", "iya mas...", "iya udah pake aja mbak...", "hmm kesana langsung mas?", "iya tinggal pake aja...", "hmm iya mas..." Zizi pun pergi menuju kesalah satu bilik diwarnet itu. Penjaga warnet itu heran, jarang jarang ada cewek aduhai mampir kewarnetnya itu. Tapi tak lama Zizi malah kembali menemui penjaga warnet. "lah kenapa mbak?", "itu gimana ya mas?", "loalah, mbaknya jangan jangan gak bisa pakenya ya?", "i..iya mas..." Penjaga warnet itu sempat sibuk melihati Zizi, faham benar cowok itu kalau Zizi punya tubuh montok dengan toket besar yang menggoda, Zizi memakai kaos ketat dan celana pendek saja, siapa saja yang melihat pasti terkesima. "mending mbaknya duduk sini sebelah saya biar saya bantu deh", "hmm iya mending gitu aja mas..." Zizi pun segera duduk saja disebelah penjaga warnet itu, tentu cowok itu senang ditemani cewek bahenol.
Cerita Seks: Tetangga Zizi yang Mesum
"Nanti lama lama juga pinter sendiri deh Zizi...", "semoga saja bu,hehe..." Zizi kali itu sedang ada dirumah tetangganya. Zizi sudah beberapa hari itu mencoba belajar memasak. Zizi ingin bisa melakukan sesuatu untuk keluarga barunya, selain memberikan kenikmatan seks saja. Zizi belajar dengan serius, untung tetangganya itu mau mengajarinya belajar memasak. "...udah Zizi, tinggal ditunggu bentar kayak kemarin itu...", "ooh iya udah bu...", "kamu tungguin ya, aku mau keluar dulu ini, aku tinggal dulu nggak papa kan?", "ooh nggak papa kok bu..." Zizi kemudian ditinggal pergi, cewek itu sendiri saja didapur itu. Tak lama muncul seorang pria menemui Zizi, "Eh, ada Zizi... ngapain kamu kok sendiri...", "oh pak Gofur, ini lagi nungguin sayurnya mateng...", "ooh...hehe...hmm... Zizi masak apa sih ini?" pria itu pun mendekati Zizi, "sama kayak kemarin itu pak..." Gofur sudah beberapa hari juga memperhatikan Zizi yang mampir masak dirumahnya itu. "hmm, hehe... udah pinter masak berarti ya...", "belum pak, kan baru belajar ini...mmh..." Zizi mendapati tubuhnya mulai diraba raba oleh tangan nakal Gofur, Zizi membiarkan saja pria itu berulah.
Cerita Seks: Keluarga Baru Zizi
"...ooh kamu jadi inget banyak ya Zizi...", "iya om, kan dibantu Jafar juga..." "ooh... iya udah, sekarang kamu ikut aku ya zizi, kita beli pakaian buat kamu", "oh iya om..." Zizi kali itu berangkat menuju toko baju terdekat bersama zainul. Zizi tampak mulai memilih beberapa pakaian yang cocok untuknya. "...udah semua mbak?", "udah...", "sebentar ya..." Kasir segera mengemas barang yang dibeli Zizi. "kamu tunggu depan aja Zizi", "oh iya..." Zizi keluar dulu dari toko itu. "udah ini pak semuanya segini...", "oh iya... ini...", "...terima kasih pak", "sama sama..." Zainul keluar dengan membawa belanjaan Zizi itu. Kasir ditoko baju itu berfikir pasti Zizi itu istri baru Zainul. "...ini Zizi", "iya om, makasih ya...", "iya... udah ayo balik..." Zainul membawa Zizi pulang lagi. Sampai dirumah Zizi sudah membawa masuk barang belanjaannya kekamar, ia sibuk mencoba memakai pakaian barunya itu. Zainul duduk duduk saja diruang tengah. "Om...", "iya Zizi?", "coba sini om, tolong liatin..." Zainul pun pergi kekamar untuk menemui Zizi. "wah...cocok kok Zizi..." Zizi menunjukan tubuhnya yang sudah dibalut pakaian baru. "ooh gitu ya om, hehe..." Zizi kemudian tanpa ragu melepas pakaiannya itu, ia kemudian mencoba pakaian lain, Zainul diam saja sambil melihati Zizi yang menggoda itu. "... itu juga bagus kok...", "bagus semua kalau gitu ya om?", "iya, hehe...", "ooh iya udah om..." Zizi selesai mencoba pakaian barunya, namun kini ia malah telanjang saja, ia kemudian mendekati Zainul, tentu membuat pria itu kebingungan.
Cerita Seks: Zizi Seketika Jadi Dewasa
"mmh..hmm.. ungh... loh ini dimana?" Zizi kali itu terbangun dari tidurnya, tapi bukan dikamar, ia ada disebuah pekarangan, ia lihat langit senja, apa ia tertidur ditempat itu semalaman?. Zizi bangun, ia kemudian baru sadar dengan apa yang ia pakai. Zizi memakai baju yang sudah robek robek, ia juga memakai rok mini. "loh...aku...kok udah gede?" Zizi kaget, seingatnya ia itu adalah baru saja masuk smp, tapi ia sudah memiliki badan layaknya cewek usia 20 tahunan. "hmm... ini dimana..aduh..ah..." Zizi kemudian merasakan juga badannya agak capek. Zizi benar benar tidak faham apa yang terjadi padanya. Tak lama tampak seorang pria lewat, ia kaget melihat Zizi. "wah... siapa tuh... wah... hei...", "hmm... ini dimana ya pak?", "lah... ini di ********", "hah? dimana itu?", "aduh malah nanya lagi... kamu namanya siapa?", "aku Zizi...ngh.. mmh.." Zizi sibuk melepas bajunya yang kekecilan dan sudah robek itu. Tentu pria yang datang tadi terkesima dengan tubuh mulus Zizi, ditambah cewek itu malah telanjang dada. "ooh Zizi ya... eh ini kamu pakai jaket ini ya...", "hmm iya pak..." Zizi pun memakai jaket pemberian pria itu. "hmm... Zizi mending ikut aku dulu ya...", "kemana pak?", "iya kerumah, kasian kamu disini, nanti mau kemana? kan gak ada yang kenal juga...", "ooh..hmm...iya udah deh pak..." Zizi pun menurut saja, ia pun akhirnya dibonceng pria tadi, diantar dengan motor itu, pergi dari tempat yang tidak ia ketahui itu. Zizi melihat lihat sekitar, sepertinya itu daerah yang tidak berpenghuni, karena tampak rumah rumah kosong yang tak terawat, baru setelah lewat beberapa puluh meter ia baru melihat jalan raya. Zizi kemudian menunggu sampai dirumah pria yang memboncengnya itu saja.
Thursday
Cerita Seks: Sasa Laris Diajak Ngeseks Terus
Sasa memang cewek yang baik, ia mengurus mbah Aryo dengan baik. hari hari berlalu, Sasa tidak pernah mengeluh. Kini mulai ada yang tau tentang Sasa, kebanyakan pria pria tau karena diberitahu oleh Komir. "mbah... Sasa keluar dulu ya... mbah Aryo dirumah aja", "ooh iya Sasa..." Sasa pergi keluar untuk membeli sesuatu. "Pagi Sasa...", "iya... pagi pak Komir..." Komir sempat menyapa Sasa yang baru saja lewat. "Komir... itu ya Sasa?", "iya betul itu", "wah montok banget, masih muda juga", "nah itu makanya... dah gak rugi deh kalau kamu temui dia...haha" Sasa sudah berjalan pergi ketika ia sedang dibicarakan. Sasa mampir kesebuah toko, tempat biasanya ia membeli sesuatu. "Pagi pak...", "iya...wah Sasa...hihi...", "saya mau beli ini pak...", "ooh iya... bentar Sasa...", "iya pak..." Sasa membeli sembako untuk keperluan dirumah. "Sasa... ini ya...", "iya pak...", "ini telurnya belum dateng, nanti deh saya suruh anak saya nganterin kerumah kamu", "ooh iya sudah pak" Sasa membayar dulu, lalu segera berpamitan. Sasa pergi kembali kerumahnya. "Sasa...", "iya mbah?", "mbah mau istirahat dulu", "iya mbah, Sasa juga mau cuci pakaian", "ooh iya nak..." Mbah Aryo memang lebih sering tidur disisa waktu hidupnya itu. Sasa menaruh barang barang pembeliannya, lalu ia pergi mencuci pakaian. Beberapa puluh menit kemudian, Ada tamu yang datang, Sasa sudah basah basah tapi ia pergi saja kedepan membuka pintu.
Wednesday
Cerita Seks: Ngeseks Di Gubuk Sawah
"...iya mbak tau kok tempatnya... biar kami anterin ya...", "hmm iya dek..." Cici kali itu diantar bocah bocah desa, menuju kesalah satu persawahan sesuai apa yang diberitahu pak kepala desa. Cici masih bersemangat untuk menikmati hidup didesa, meski banyak orang orang desa yang lebih suka menikmati cewek montok itu. "ini mbak Sawahnya...", "oh iya... hmm tapi kok sepi dek?", "ndak tau mbak... bentar mbak ya..." ada bocah bocah yang tampak sibuk mencari bilamana ada orang didekat persawahan itu. "hmm...mbak Cici... tinggal disini udah lama...", "ndak dek baru beberapa hari...", "ooh pantesan aku ndak pernah liat mbak Cici...hehe...hmm..." ada juga bocah bocah yang memilih menemani Cici, sambil tentu melihati cewek aduhai itu. "mbak Cici... kayaknya belum pada datang yang punya sawah...", "ooh gitu ya dek...", "iya... mending ditunggu aja yuk mbak... disana itu...", "hmm iya..." Cici pun pergi kegubuk terdekat diarea persawahan itu. Kini ia ditemani bocah bocah yang jelas penasaran dengan tubuh montok Cici yang ditutupi pakaian minim itu. "hmm... mbak Cici ini dari kota kan?", "iya dek...", "tapi kok pakaiannya gini?", "iya sama pak kepala desa disuruh begini... juga biar sesuai sama kehidupan tradisional didesa ini...", "ooh...hehe...hmm... mbak Cici... kalau mau tradisional lagi... itu ya kayak kami ini mbak...", "hmm gimana itu dek maksudnya?", "iya pakainya celana aja..." ,"ooh... iya ya...", "iya udah dilepas aja bajunya mbak... hehe...", "hmm..mh...iya..." Cici malah melepas bajunya, toket besarnya sudah terbebas dan kini bisa dilihat jelas bocah bocah didekatnya.
Labels:
2020,
cerita seks,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
smp,
susu
Tuesday
Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks
"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
ibu muda,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
sma,
smp,
susu
Wednesday
Cerita Seks: Kakak Adik Penikmat Seks
"Permisi...", "Iya... ooh ada om Deden... masuk aja om..." Hari itu Demi kedatangan tamu, seorang yang pasti setidaknya sebulan sekali mampir kerumah mama muda itu. Demi selalu menyambut hangat kedatangan pria itu. kalau tamu spesial itu langsung diajak pergi keruang tengah saja sambil duduk disofa panjang dan nonton tivi. "hehe... kamu makin cantik aja ya...", "aduh bisa aja om...hehe..." layaknya seperti orang pacaran saja mereka duduk berdua. "hehe... anak kamu kemana?", "bentar lagi pulang kok om, masih dijemput si Efni...", "hmm... gitu ya..." Deden baru duduk sebentar sudah sibuk melihati Demi yang menggoda itu, mama muda itu hanya memakai kaos dan rok mini saja, dada besar Demi adalah hal favorit yang disukai oleh Deden. "om Deden sebentar ya aku bikinin minum dulu...", "eh gak usah...", "loh kok gak usah? kan pasti haus habis perjalanan kesini..", "iya sih... udah sini aja ya...", "wah apa itu om?" Deden mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, ternyata dalam amplop itu berisi uang, yang kini sedang ditunjukan pada Demi. "ini buat... kamu sama Ofin ya...", "aduh om... aku...", "udah terima aja...", "bener nih om... makasih ya..." Demi tersenyum manis, sangat manis karena memang ia sudah pegang uang banyak sekarang. "hehe iya...wah...", "makasih banget loh om... om Deden tau banget ya kalau aku perlu ini..." Demi kini mendekat dan bersender dibahu Deden sambil ia tempelkan toket besarnya ditangan pria itu.
Cerita Seks: Bocah SMP Ngentot Dua Bidadari
"mbak Efni...", "iya dek...", "ini tadi Ofin jatuh, terus nangis...", "uuh kasian... sini cup cup..." Ofin diantar pulang oleh temannya, bocah itu tadi bermain lalu jatuh dan menangis. Ofin memang sering bermain dengan teman temannya yang lebih tua darinya, Ofin masih sd sedang temannya kebanyakan sudah SMP. Kini Ofin sedang ditenangkan oleh Efni. "huu...hiks...mbak...", "iya sayang kenapa?", "sakit..", "mana yang sakit...cuma gini aja kok... hmm..." terlihat iri temannya Ofin itu, melihat Ofin tampak asik dengan Efni yang cantik dan menggoda. "hmm... auh...", "udah Ofin sana ke mama kamu... biar diobatin...", "iya mbak Efni..." Ofin pergi kedalam rumah menemui mamanya. "makasih ya udah nganterin Ofin...", "iya mbak Efni...hehe..." bocah smp itu terlihat senang mendapat senyuman dari Efni. "sini masuk dulu dek... kamu keliatannya capek...", "eh...iya mbak..." mau saja bocah itu disuruh masuk. sampai didalam, bocah smp itu kaget melihat Ofin sedang bersama mamanya namun sedang asyik nyusu seperti bayi saja. "hmm siapa itu Efni?", "ini yang nganterin Ofin pulang...", "ooh... makasih ya... udah ayo duduk dulu..." bocah smp tadi sempat terdiam, kaget saja masa ibunya Ofin itu masih begitu muda, dan memiliki buah dada besar, meski tampak lebih dewasa dari pada Efni. "eh...i...iya..." mereka semua duduk saja diruang tamu. Bocah SMP tadi tak bisa melihat kearah lain, ia sibuk melihat kearah Ofin yang asyik dipangku mamanya dan sibuk menyedot puting susu.
Saturday
Cerita Seks: Dena Puaskan Bocah Sange
"wah... mbak...", "hmm...iya dek?", "mbak ini namanya siapa?", "aku Dena...", "ooh... mbak Dena mau kemana?", "jalan jalan aja dek...", "ooh...aku temenin ya mbak..." Dena kali itu menyempatkan pergi jalan jalan, ia ingin melihat lihat daerah sekitar rumah Wita itu. "ooh iya... nama kamu siapa dek?", "aku Panji... mbak Dena mau liat kesana gak? disana bagus pemandangannya..." ,"ooh boleh dek..." Dena pun diajak pergi oleh bocah itu. Dena memang juga disuruh jalan jalan oleh Wita, karena kini Wita sudah sibuk dirumah, dengan beberapa pria sange yang sudah sibuk menggrayangi tubuh montok Wita. "hehe.... malah makin besar deh kayaknya dada kamu ya Wita..." ,"mmh...masa sih pak?", "iya...tuh, dipegang tangan berapa ini masih gak muat...haha...", "ooh iya ya...aahn..ngh..." Sibuk Wita merasakan kegelian saat toket besarnya digrayangi tangan tangan jahil. Puting susu Wita sudah sibuk menyemprotkan susu susu segar yang tentu disambut oleh pria pria sange didekat cewek montok itu. "ummh..sluurp..aah... enak..mh..", "..ah...ahn..ngh... pak... bentar Wita... buka celana dulu biar gak basah...", "oh iya bener cantik..nah...hehe..." Wita sudah telanjang, tentu ia sudah siap untuk melayani pria pria sange yang mengerubunginya itu. "hmm...aahn...aahn.." langsung tubuh mulus Wita disambut, dari atas sampai bawah sibuk digrayangi. Pria pria sange itu juga mulai melepas pakaian, dan menyiapkan penis tegaknya. Wita sudah mulai siap digangbang dirumahnya itu.
Cerita Seks: Dua Cewek montok Berbagi Kepuasan
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
Gangbang,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
sma,
smp,
susu
Tuesday
Cerita Seks: Dirumah Atau Diluar Tetap Ngeseks
"Mau kemana na?", "mau keluar dong ni", "ngapain?", "ada deh...", "Duh kalo mau gituan dirumah aja habis ini juga ada", "biarin... dah biar kamu kualahan dirumah, haha..." Jena kali itu memutuskan untuk pergi keluar rumah. Jeni merasa ia tak perlu kemana mana hari itu. "Mbak Jena...", "hei... ooh kalian... masuk aja..." baru juga berapa menit Jena pergi, Jeni sudah kedatangan tamu, bocah bocah sd yang tentu ingin menemui cewek montok itu. "hehe... loh kok mbak jeni sendiri?", "iya Jena tadi keluar itu...", "ooh, kasian dong mbak Jeni sendiri", "hmm, iya kalian aja temenin aku ya...", "iya mbak...hehe..." tentu memang maunya bocah itu menemani dan menikmati Jeni. Jena yang kini sudah asyik berjalan sendiri itupun tentu sudah menarik perhatian orang, "wah... Jena...", "iya pak...", "mau kemana?", "mau...kesana pak...", "ooh...hehe... sini bentar Jena...", "ada apa pak?" Jena mampir kesalah satu rumah warga. "hehe... sebelum lanjutin perjalanan kamu minum dulu nih...", "ooh iya makasih ya pak...mm..." segera saja minuman yang diberikan pria itu dihabiskan Jena. Jena jelas menarik perhatian, karena cewek itu hanya memakai tanktop dan celana pendek, apalagi tanktopnya terlalu ketat dan kecil, seperti hanya untuk menahan buah dada besar cewek itu. "hehe...hmm... bentar Jena...", "hmm...ah... kenapa pak?" Jena tiba tiba sudah merasakan bokong montoknya dipegang tangan pria nakal itu. "hehe... bokong kamu makin besar ya", "masa sih pak?", "iya... pas di pos dulu itu gak segini deh...", "apa Jena jadi gemukan ya pak?", "hehe iya mungkin...hmm..hehe...' tanpa ragu pria itu bahkan langsung menurunkan celana pendek Jena, tentu pria itu bisa langsung melihat bokong montok Jena, juga bagian intim cewek montok itu.
Saturday
Cerita Seks: Tua Muda Semua Dapat Jatah
"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni. "aah...hebat ya kalian... bentar dek... nah..." Jena dan Jeni melepas celananya, mereka malah telanjang bulat. "wah...mbak jeni...", "kenapa dek...", "kok buka celana...", "iya biar gak kena susu celanaku... pakaian kalian dilepas juga yach..." bocah bocah itu tentu dengan senang hati melepas seragamnya. jena dan Jeni wajahnya memerah dan mereka terlihat senang ketika bisa menyaksikan penis penis bocah sd itu tegak didepan mereka.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
Gangbang,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
sma,
smp,
susu
Sunday
Cerita Seks: Liburan Ditemani Mama Muda
Faras baru saja tiba, dirumah salah satu saudaranya. "nah ini rumahnya... ayo masuk..." Faras memang datang bersama saudaranya itu, segera ia diajak masuk saja. Faras memang dulu saat masih sd pernah kerumah itu, memang sangat besar dan cukup mewah. "Papa... papa udah pulang ma..." seorang anak bocah muncul menyambut ayahnya, lalu muncul lagi seorang perempuan. "hmm iya... eh ada Faras...", "eh iya tante..." Faras pun melihat Nesya, seorang perempuan cantik istri dari saudaranya itu. "ma... Faras mau nginep dirumah kita dulu beberapa hari, kan dia lagi liburan...", "ooh gitu... bagus dong...hehe..." Faras pun disambut baik dirumah itu. Faras ingat dulu saat ia ketempat itu, saudaranya itu masih belum menikah, kini sudah ada nesya juga dengan anaknya. "papa... aku lagi gambar pa...", "oh iya bagus... eh, ma... anterin Faras kekamar adek...", "iya pa...yuk Faras...." Faras pun diajak menuju salah satu kamar. kamar itu jelas kamar anaknya Nesya itu. Faras pun mulai mengatur barang bawaannya, dibantu Nesya. "udah tante biar aku beresin sendiri..." ,"hehe iya iya... Faras... sekarang kelas berapa?", "eh... baru lulus smp tante..." Faras memang sering memalingkan wajah, karena ia sering tertarik melihati tubuh Nesya yang montok itu. "hmm... eh, bentar ya Faras..." Nesya pergi keluar kamar karena mendengar suara anaknya memanggil. Faras pun menuntaskan pekerjaannya itu dulu. Faras kemudian tiduran dikasur itu, sambil berfikir sebentar. Faras tau kalau saudaranya itu umurnya udah sampai 40 tahun, dan Faras heran karena saudaranya itu bisa menikahi Nesya yang tampak masih muda itu. Faras pun jadi berkeinginan, bila ia dewasa nanti ia juga mau menikahi seorang wanita muda yang montok nan menggoda.
Subscribe to:
Posts (Atom)