Showing posts with label Rini. Show all posts
Showing posts with label Rini. Show all posts
Thursday
Saturday
Cerita seks: Rini Idola Desa Part5
Pagi itu, saat Rini
terbangun, ia sedikit bingung, ternyata ada beberapa pria yang ia tidak kenal,
dan mereka sibuk menghisap kedua putingnya, juga mengisi vaginanya dengan penis
tegak. "mmf… Aaahn...aduh...", "slruup..mmm….slruup.. pagi mbak
Rini", "Aahn...pagi, ini...", "Sluuurp… Kami lagi numpang
kesini tadi mbak, terus lihat mbak Rini sendirian kami temani deh",
"terus karena dingin, kami hangatkan tubuh mbak Rini",
"Slruup...slruup... karena haus dan melihat air susunya mbak Rini keluar, kami
juga minum susunya mbak Rini", "oh, Aaahn...gitu ya… ooh... tapi,
saya mau mandi", "ooh, gitu ya", "Slruuup...mari mandi sama
kami saja mbak", "oooh...aah...", "Biar kami gotong
sekalian, mbak Rini biar gak repot", "aaahn...ooh...ssh..ouh..mmf"
Rini dibawa kekamar mandi, lalu dimandikan, sambil terus buah dadanya dihisap
susunya, dan vaginanya bergantian disodok dan di isi penis penis tegak. Bukan
mandi air saja, Rini juga mandi susu, dan mandi sperma. Setelah mandi, pria
pria itu pergi meninggalkan Rini, dan janda muda itu segera berpakaian, lalu
pergi bekerja seperti biasa.
Namun saat tiba
dirumah pak Tarman, Rini kaget, rumah bosnya itu sudah terbakar hangus, dan
ternyata pak Tarman dan Toti tidak selamat. "Astaga... bagaimana ini…"
Rini bingung harus bagaimana, ia hanya menyaksikan warga sibuk memadamkan api
yang tersisa, juga mencari barang yang selamat dari puing puing rumah pak
Tarman. Setelah lama menunggu, Rini punya satu kesimpulan, dirinya lagi lagi
menganggur.
Labels:
cerita seks,
Gangbang,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Rini,
susu
Friday
Cerita seks: Rini Idola Desa part4
Setelah seminggu
bekerja, Rini minggu Pagi itu sudah bersama pak Yono, pak Yono sekarang sudah
mulai memijat buah dada Rini itu, “wah, buah dadanya mbak Rini jadi gede begini
ya…”, “iya tuh pak, tiap hari dikeluarkan air susunya terus…”, “hmm, ini keluar
mbak, saya minum ya, sudah haus..mmm”, “auuh…silahkan pak..mmf”, “Slruup…slruup..slruup…aah”
Pagi pagi Rini sudah menuruti kemauan Pak yono itu, buah dadanya harus kembali
dihisap air susunya. Buah dada montok itu ditepuk dan diremas remas tangan pak
Yono, dan mulut pria itu masih sibuk menghisap puting merah muda milik Rini, “Slruup…slruup…
isinya juga makin banyak buah dadanya mbak Rini…slruup”, “Aaahn…iya pak”. Setelah
puluhan menit meminum segarnya air susu milik Rini, pak Yono tampak sudah puas.
“Mbak, ini sudah selesai pijatnya, sekaligus tadi saya minum susunya mbak Rini”,
“ooh…mmf… iya pak, terima kasih pak” Pak Yono lalu berpamitan dan meninggalkan
Rini. Rini memakai kaos lagi, kemudian beristirahat sebentar.
Siang itu dirumahnya,
Rini Baru saja selesai makan siang, dan Setengah jam kemudian, Uji datang
kerumah itu, anak SD kelas 6 itu membawa sebuah bola. "Pagi mbak
Rini", "Pagi dek, tumben mampir", "mbak, Ayo main bola
bareng aku dan teman teman", "wah, main dimana?", "itu
dilapangan dibelakang rumahnya Egil", "ooh, temenmu ada berapa
disana?", "ada delapan, mau main kurang satu pemain", "ooh,
ya udah, aku ikut main yaa", "Yeey, yuk mbak..." Uji dengan
senang mengajak Rini yang memakai kaos dan celana pendek itu kelapangan.
Labels:
cerita seks,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Rini,
SD,
susu
Thursday
Cerita seks: Rini Idola Desa part3
Rini kini sudah
bekerja lagi seperti biasa, tiap minggu juga beristirahat dengan dipijat plus
plus oleh pak Insan. Suatu hari saat bekerja, Rini mendapat suatu persyaratan
baru, "Mbak RIni, kesini sebentar", "Iya pak Tarman?",
"Ini gaji kamu bulan ini", "Wah terima kasih pak",
"Untuk kedepannya saya punya satu syarat untuk kamu", "Syarat
apa pak?", "saat bekerja disini, kamu harus menyediakan air susu asli
milikmu setiap pagi", "mm...buat diminum ya pak?", "Iya
dong, kalau bisa kamu meres sendiri disini waktu kerja", "Oh, gitu ya
pak, siap pak", "Ya sudah lanjutkan kerjamu" Kini Rini bekerja
lagi, namun setiap pagi sebelum bekerja ia memeras buah dadanya untuk
menyediakan air susu untuk pak tarman.
Suatu pagi saat ia
bekerja, Rini sedang memeras buah dadanya, kedua putingnya ditabrakan, lalu
diarahkan kegelas, tetes demi tetes air susu mengalir kedalam gelas. Pagi itu
pak tarman dan Toti sudah keluar, dan tiba tiba ada suara pintu diketuk. Rini
segera membuka pintu, dan ternyata seorang pria yang bertamu. "Pagi
pak..." Rini mengangguk, tapi pria itu malah bengong, karena saat itu Rini
tidak memakai baju, buah dadanya terpampang jelas, dan putingnya terlihat
menetes kan air susu. "p...pagi mbak, pak Tarman ada?", "Pak
tarman lagi keluar itu pak..." Pria itu masih bengong melihat keindahan
buah dada montok milik Rini yang menggembung berisi seperti minta dihisap.
Labels:
cerita seks,
Gangbang,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Rini,
susu
Tuesday
Cerita seks: Rini Idola Desa part1
"Selamat pagi
Mbak Rini", "Pagi pak Tarman" Pagi pagi itu pak tarman sudah
menuju rumah Rini, seorang janda muda yang tinggal didesa. Rini terkenal sangat
cantik dan mempesona, ia dulunya seorang bunga desa. Setelah menikah setahun,
ia dikaruniai anak, namun anak dan suaminya itu pergi begitu saja tanpa
memberitahunya, mungkin karena masalah keluarga, Rini ditinggal begitu saja, Rini
jadi hidup sendiri. "Mbak Rini, saya boleh masuk?", "Boleh pak
silahkan" Rini dan Pak Tarman segera masuk. Rini terkenal cukup lugu, dan
sering diperdaya orang desa itu. Rini yang kini berusia 25 tahun itu pernah
bekerja disebuah toko, namun karena sering membiarkan orang berhutang, ia
dipecat oleh pemilik toko. Kini Rini baru saja mengganggur. Janda yang sangat
muda itu sering dibicarakan laki laki desa itu.
"Mbak Rini, saya
kesini ingin memberi penawaran", "Penawaran apa pak?",
"Kalau mbak Rini kerja dirumah saya saja gimana?", "Oh iya pak,
saya baru saja menganggur, kerja apa pak ya?", "Kan saya Kepala Desa
disini, jadi mbak Rini bisa jadi sekertaris saya, sekalian bantu bantu yang
lain", "Wah, boleh juga itu pak" Pak Tarman memang sudah lama
tertarik kepada Rini, janda muda itu memang sangat cantik, juga buah dadanya
montok, dan pasti berisi. "Iya, kalau mau mbak Rini bisa segera bekerja,
namun saya harus cek mbak Rini dulu", "Mau sekali pak, cek apa ya
pak?", "Cek kesehatan, juga pengalaman", "Ooh, jadi saya
harus bagaimana pak?" Pak Tarman melirik kearah Rini yang memakai celana
dan Kaos itu, buah dada janda muda itu terlihat begitu besar dan membuat pak
Tarman tertarik. "Periksanya dikamar saja mbak", "Oh, ayo kalau
begitu pak" Rini kemudian bersama pak Tarman menuju kamar.
Labels:
cerita seks,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Rini,
susu,
threesome
Subscribe to:
Posts (Atom)