Hari sudah sore, Antrian dirumah
Dokter Joko sudah habis, tinggal Puput yang belum panggil. Terlihat dokter
sudah keluar dari ruangan, "Loh, masih ada pasien?", "aduh maaf
pak, iya ini", "oh, ya sudah suruh kesini", "tapi saya mau
pulang dulu pak, ada tamu", "oh, ya sudah", "Mbak Puput,
silahkan... mari pak" Dokter itu lalu ditinggal ditempat itu bersama
Puput. Mereka berdua segera masuk keruang periksa. "Dengan mbak siapa
ini?", "saya puput pak", Dokter itu melihat sosok perempuan yang
cantik, "oh mbak Puput, usianya berapa?", "saya 24 tahun
dok", "hmm... ada masalah apa mbak Puput periksa kesini?",
"Gini dok, saya mau konsultasi, masalah buah dada saya..." Dokter itu
tiba tiba merubah cara pandangnya, dari ingin segera mengakhiri jam kerjanya
menuju menghabiskan kesempatan bersama pasien terakhirnya itu. "oh, kenapa
mbak buah dada nya?" Dokter Joko melihat buah dada Puput tampak biasa
biasa saja. Ukuran buah dada Puput juga biasa saja, normal terlihat dari luar
kaosnya, tapi semakin lama dilihat dokter joko makin tertarik pada Puput,
"Gini pak, saya kan pernah keguguran...", "iya, terus?",
"tetapi, kenapa buah dada saya mengeluarkan cairan seperti air susu
pak?", "Oh, itu bisa terjadi, karena meski sudah tidak hamil, hormon
anda yang membuat buah dada anda bisa mengeluarkan air susu", "oh,
begitu ya pak" Puput terdiam sebentar, ia berfikir kembali tentang
dirinya. Puput adalah seorang perempuan yang baru saja diceraikan oleh
suaminya, karena mengalami keguguran, Puput sendiri tak tau kenapa bisa terjadi
seperti itu, apa ia kurang menjaga diri sehingga tidak menjaga kondisi
kandungan. Dokter Joko sudah memastikan ia sendirian bersama Puput, ia jadi
penasaran dengan buah dada perempuan itu, buah dada yang tak terlalu besar itu
memang tak seharusnya mengeluarkan air susu. "mbak Puput, kalau mau biar
saya periksa buah dadanya", "oh, iya dok, saya masih belum tau, kalau
sudah begini harus bagaimana", "mbak Puput silahkan naik kesana
ya" Puput lalu pergi menuju kasur yang digunakan untuk memeriksa pasien.
Puput sudah merebahkan tubuhnya dikasur, dokter joko segera mendekatinya.
"mbak Puput, coba dibuka bajunya" puput melepas kaos dan BHnya, buah
dadanya kini sudah bisa dilihat oleh Dokter itu. Buah dada milik Puput itu
sangat indah, bundar dan menggemaskan, dihiasi puting merah muda. Dokter joko
memberanikan dirinya memeriksa gundukan kenyal itu,