“Iwan, anter ibuk bentar ya”, “iya kemana
buk?”, “ke atm”, “oh iya, sebentar buk Iwan ganti baju” Iwan baru pulang
sekolah sudah ditunggu bu julaifah. Iwan segera kekamarnya dilantai dua. Disana
ternyata ada Yona yang sedang tidur siang. Iwan bergegas ganti baju saja karena
sudah ditunggu, tapi Iwan menyempatkan diri menengok yona yang tidur, iwan
berfikir nanti setelah kembali dari atm, pasti enaknya tidur memeluk yona yang
selalu menggoda itu. Iwan bergegas kelantai bawah, menemui bu julaifah dan
mengantarnya ke atm terdekat.
“sudah wan, sekarang anter ibuk kealamat
ini ya”, “hmm iya buk...” Iwan jadinya mengantar bu julaifah ketempat lain
lagi, seperti rumah teman beliau. Setelah itu baru Iwan diajak pulang. “makasih
Iwan...”, “iya buk...”, “besok kamu bisa nggak libur dulu aja sekolahnya?”,
“hmm memang ada apa buk?”, “ibuk mau keluar kota, sehari saja, jadi kamu
dirumah aja temani Yona, gimana wan?”, “kalau gitu ndak papa bu, besok Iwan
ijin aja ndak masuk sekolah”, “hmm iya makasih Iwan”, “iya buk...” Iwan justru
senang, ia besok bisa seharian asyik bersama Yona. Iwan kembali kekamar, tapi
ia lihat Yona sudah bangun. “hmmh... Iwan baru dateng? Kok nggak pake
seragam?”, “udah pulang dari tadi mbak... Barusan habis nganter ibuk...”,
“hmm... Katanya ibuk baru berangkat besok?”, “iya ini tadi ke atm aja kok”,
“ooh iya iya...hmm”, “eh... Mau kemana mbak?”, “mau mandi wan... Kenapa?”, Iwan
memeluk Yona, lalu ia elus elus buah dada montok kakak sepupunya itu. “aku...
Minta asinya dong mbak... Dari pada dibuang nanti pas mbak Yona mandi”, “hmm...
Iya... Bentar...” Yona melepas kaosnya, lalu buah dada montok Yona tersuguhkan
didepan Iwan, segera anak SMP itu menangkap benda bundar itu, ia elus, ia tepuk
tepuk, lalu ia remas juga. “hehe..hmm...”, “katanya mau minum susu wan...”, “oh
iya hehe...umm..mmh...mm...” Iwan melahap puting susu Yona yang menonjol,
dijilat dan dihisap beberapa kali, air susu segera mengalir keluar.