Showing posts with label 2019. Show all posts
Showing posts with label 2019. Show all posts

Tuesday

Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.

Wednesday

Cerita Seks: Kakak Adik Penikmat Seks

"Permisi...", "Iya... ooh ada om Deden... masuk aja om..." Hari itu Demi kedatangan tamu, seorang yang pasti setidaknya sebulan sekali mampir kerumah mama muda itu. Demi selalu menyambut hangat kedatangan pria itu. kalau tamu spesial itu langsung diajak pergi keruang tengah saja sambil duduk disofa panjang dan nonton tivi. "hehe... kamu makin cantik aja ya...", "aduh bisa aja om...hehe..." layaknya seperti orang pacaran saja mereka duduk berdua. "hehe... anak kamu kemana?", "bentar lagi pulang kok om, masih dijemput si Efni...", "hmm... gitu ya..." Deden baru duduk sebentar sudah sibuk melihati Demi yang menggoda itu, mama muda itu hanya memakai kaos dan rok mini saja, dada besar Demi adalah hal favorit yang disukai oleh Deden. "om Deden sebentar ya aku bikinin minum dulu...", "eh gak usah...", "loh kok gak usah? kan pasti haus habis perjalanan kesini..", "iya sih... udah sini aja ya...", "wah apa itu om?" Deden mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, ternyata dalam amplop itu berisi uang, yang kini sedang ditunjukan pada Demi. "ini buat... kamu sama Ofin ya...", "aduh om... aku...", "udah terima aja...", "bener nih om... makasih ya..." Demi tersenyum manis, sangat manis karena memang ia sudah pegang uang banyak sekarang. "hehe iya...wah...", "makasih banget loh om... om Deden tau banget ya kalau aku perlu ini..." Demi kini mendekat dan bersender dibahu Deden sambil ia tempelkan toket besarnya ditangan pria itu.

Cerita Seks: Bocah SMP Ngentot Dua Bidadari

"mbak Efni...", "iya dek...", "ini tadi Ofin jatuh, terus nangis...", "uuh kasian... sini cup cup..." Ofin diantar pulang oleh temannya, bocah itu tadi bermain lalu jatuh dan menangis. Ofin memang sering bermain dengan teman temannya yang lebih tua darinya, Ofin masih sd sedang temannya kebanyakan sudah SMP. Kini Ofin sedang ditenangkan oleh Efni. "huu...hiks...mbak...", "iya sayang kenapa?", "sakit..", "mana yang sakit...cuma gini aja kok... hmm..." terlihat iri temannya Ofin itu, melihat Ofin tampak asik dengan Efni yang cantik dan menggoda. "hmm... auh...", "udah Ofin sana ke mama kamu... biar diobatin...", "iya mbak Efni..." Ofin pergi kedalam rumah menemui mamanya. "makasih ya udah nganterin Ofin...", "iya mbak Efni...hehe..." bocah smp itu terlihat senang mendapat senyuman dari Efni. "sini masuk dulu dek... kamu keliatannya capek...", "eh...iya mbak..." mau saja bocah itu disuruh masuk. sampai didalam, bocah smp itu kaget melihat Ofin sedang bersama mamanya namun sedang asyik nyusu seperti bayi saja. "hmm siapa itu Efni?", "ini yang nganterin Ofin pulang...", "ooh... makasih ya... udah ayo duduk dulu..." bocah smp tadi sempat terdiam, kaget saja masa ibunya Ofin itu masih begitu muda, dan memiliki buah dada besar, meski tampak lebih dewasa dari pada Efni. "eh...i...iya..." mereka semua duduk saja diruang tamu. Bocah SMP tadi tak bisa melihat kearah lain, ia sibuk melihat kearah Ofin yang asyik dipangku mamanya dan sibuk menyedot puting susu.

Cerita Seks: Bocah Nyusu Plus Ngentot Efni

"..iya aku bantuin kamu kerjain tugas deh...", "wah...makasih loh mbak Efni..." Efni kali itu bersama seorang bocah yang baru pulang sekolah. Ia ikuti saja bocah itu kerumahnya. "rumah kamu kok sepi dek?", "iya kerja semua mbak", "wah..hehe..." Efni jadi senang bisa berdua dengan bocah itu saja dirumah yang cukup bagus itu. Setelah masuk kedalam, bocah tadi pergi kekamarnya, tapi Efni mengikutinya. "eh... mbak Efni...", "ngerjain tugasnya disini aja dek", "hmm iya... bentar ya mbak Efni..." bocah sd itu mengeluarkan buku dari tasnya, lalu ia pun menunjukan tugasnya pada Efni. sebenarnya bocah itu sedari tadi terganggu dengan pesona tubuh Efni, karena Efni hanya memakai tanktop ketat dan celana selututnya.  bocah sd itu duduk dikursi sambil menghadap ke meja, diatas meja ada buku yang kini mulai dikerjakan tugasnya. Efni ada disebelah bocah sd itu, ia nunduk saja untuk membantu bocah sd itu. buah dada besar Efni menggantung indah ditahan tanktopnya, Efni tak lupa mendaratkan toket besarnya dibahu bocah sd itu. "... nah... kalau yang itu sama kayak yang tadi, cuma beda dikit...", "hmm iya... begini kan mbak?", "iya nah... udah deh...hehe..." bocah sd itu senang ditemani oleh Efni. "iya... makasih ya mbak Efni...", "hmm iya... nah gantian sekarang kamu bantuin aku ya...", "bantuin apa mbak?", "udah ayo kesana dulu..." bocah sd itu diajak pergi kasur oleh Efni.

Cerita Seks: Efni Cari Kepuasan

"Permisi pak...", "wah Efni..hehe...", "maaf ya pak, numpang berteduh ya... hujannya mulai deres itu...", "ooh iya emang, udah masuk dulu aja Efni, diluar sini dingin...", "hmm iya deh pak..." karena tiba tiba hujan, Efni kemudian berhenti dan mampir disebuah rumah salah satu warga. Efni diajak masuk oleh pemilik rumah itu. pakaian Efni cukup basah, membuat lekuk tubuhnya terlihat indah. "aduh basah semua ya Efni...", "iya ini pak... mana aku habis lari tadi biar gak kehujanan..." pemilik rumah itu tampak kagum dengan Efni yang punya tubuh montok itu, bahkan Efni punya toket montok yang menggoda. Efni kali itu memakai kaos ketat, dan celana ketat selutut. Pemilik rumah itu sempat pergi, lalu menemui Efni lagi sambil memberikan handuk. "ini Efni...", "ooh terima kasih pak... tapi tetep pakaianku masih basah pak..." Efni menggunakan handuk mengelap tubuhnya, meski memang pakaiannya masih basah. "hmm iya ya...", "pak... Efni numpang ngeringin pakaian ya...", "wah... eh... iya biar gak masuk angin juga...hehe... taruh aja dibelakang Efni", "hmm iya bentar ya pak... permisi..." Efni pun pergi masuk kedalam rumah, menuju bagian belakang rumah. Efni dengan santai melepas kaos dan celananya yang basah, ia jemur dibelakang rumah itu. Efni kemudian memakai handuk menutupi tubuhnya.

Wednesday

Cerita Seks: Bocah Melawan Dua Cewek Montok

Akhirnya aku masuk sekolah dasar, astaga tak pernah terpikir aku belajar di sd, lagi. Awalnya sih bocah bocah sd itu kurang akrab padaku, tapi ketika aku tunjukan kemampuanku, mereka malah jadi akrab, iya mereka kan tidak tau kalau aku sebenarnya sudah mahasiswa. Beberapa hari saja aku sudah terbiasa, hanya saja aku agak sulit mengikuti kegiatan mereka, masa aku ikut main dengan bocah bocah itu? "...wah hebat Ezra jawabannya benar semua, kasih tepuk tangan dong..." riuh sudah ramai dikelas itu, guru gurunya juga jelas tertipu denganku, iya memang badanku masih bocah, tapi pikiranku sudah dewasa. Jarak sekolah kerumah tidak jauh, jadi aku biasanya jalan kaki ataupun juga sesekali diantar jemput oleh Sila ataupun Mila. "...rumah kamu dimana sih Ezra?", "hmm? udah deket bentar lagi sampe" sepulang sekolah itu aku ditemani seorang bocah, namanya Romi. AKu mau saja pulang bersama dengannya, karena sepertinya ia yang paling keren dikelas 3 itu, selain diriku. "...ini rumahmu?", "iya ini... kenapa?", "waah besar banget... kayak istana..." itu lah yang aku juga katakan saat pertama melihat rumah itu bila masih bocah. Mungkin bila dia aku ajak masuk, bisa makin terperanga melihat tiga cewek hot didalam. "hmm gitu ya... iya udah aku pulang dulu ya...", "iya besok ketemu lagi.." akhirnya aku pun masuk kedalam rumah.
"Ezra...cup cup... kok udah pulang..", "iya emang biasanya Ezra pulang jam segini...", "hehe iya iya... ayo sini sini..." aku datang disambut oleh Mila, tiba tiba aku diajak pergi keruang tengah. "sluurp..ah... eh Ezra udah pulang..." Dan terjadi lagi, sudah beberapa hari itu aku sering melihat Sila dan Mila sibuk menyedot susu dari toket besar Liza.

Friday

Cerita Seks: Hampir Tiap Hari Ngeseks


"...i..iya ayah...", "nah gitu ya Ezra, hahaha..." Sudah beberapa hari itu aku tinggal dirumah Sila dan Mila itu. Kali itu ayah dari cewek cewek montok itu akhirnya muncul, dia baik sekali sih dengan mudah mempercayai ucapanku dan menyetujuiku untuk tetap ditempat itu. "... Ayah, nanti si Ezra mau sekolah dideket sini...", "oh gitu ya Sila, udah kamu urus emangnya?", "ooh udah dong, tinggal nanti aku ketempat kepala sekolahnya", "ooh emang kamu hebat...hehe..." pria ini jarang ketemu anaknya, tapi akrab banget, tapi bisa dibilang kelewat akrab, main peluk peluk aja, memang punya anak cewek montok gitu pasti susah nahan nafsu juga. "Ayah... Hpnya Mila kemarin rusak, tapi sekarang udah ada nih gantinya", "loh kamu beli?", "endak dikasih si Ezra ini...hehe...", "ooh, wah memang hebat ya kamu ini Ezra,hahaha..." ketawa mulu dah ini orang. "hm... ayah...", "iya Ezra...", "ayah kalau gak disini emangnya tinggal dimana?", "oh itu... iya aku... itu... kerja diluar kota gitu loh...hahaha..." pasti alasan saja, mungkin pria itu cari perempuan lain juga diluar. "ooh gitu ya ayah...", "Ezra, kamu bisa kan gantikan aku dirumah ini? buat nemenin dua anakku yang cantik ini..", "hmm iya om, Ezra pasti bisa", "wah gitu dong semangat, emang pinter kamu ya,hahaha...". Setelah itu aku pergi saja nonton tv, aku biarkan keluarga asli pemilik rumah itu bercengkrama. "...makasih ayah...hehe...", "iya iya Mila...", "emang ayah yang paling baik...", "wah SIla...hehe..." terdengar sampai keruang tengah, sudah bikin pikiran kemana mana, pasti asyik tuh di temani dua cewek montok, tapi asal pria itu tau saja, aku sudah beberapa hari ini menikmati hari dirumah itu dengan mereka berdua.

Wednesday

Cerita Seks: Ditemani Cewek Cewek Montok


"... ini bagus nih buat Ezra..", "hmm iya bagus ya mbak..." Bosan, beli pakaian adalah hal yang membosankan. Ditemani Sila, aku sedang ada dimall, membeli beberapa pakaian. Apa saja yang ditunjukan SIla aku iyakan saja, yan menurutnya bagus dibeli saja. Setelah beberapa jam akhirnya aku pun diajak pulang. "gimana seneng gak Ezra punya baju baru?", "seneng banget mbak...hehe..." memaksa sekali aku harus gembira dihadapan Sila. "hihi... siip..." Setelah kejadian itu, Sila jadi lengket saja, entah dia menganggap aku adiknya, atau anaknya, atau lawan mainnya, atau apalah, aku masih bingung. Tak lama perjalanan itu, sudah sampai saja dirumah, tadi memang aku dibonceng Sila dengan motornya. "...loh mbak Sila mau kemana?" SIla memberikan kunci rumah padaku, juga pakaian pakaianku yang tadi baru dibeli. "itu mau keluar bentar, kamu jaga rumah dulu ya...", "oh iya udah mbak Sila..." SIla pun segera pergi dengan motornya lagi. Sendiri lagi dirumah itu, ku bawa kekamar saja belanjaan tadi, aku tada didalam lemari kecil dikamar itu. Setelah itu aku pun kembali bersantai dirumah, entah nonton tv, atau mengecek barang barang dirumah itu. TIba tiba ada bel berbunyi, tentu aku kedepan dan membuka pintu. "...permisi...wah... Mila nya ada dek?" wah muncul cewek aduhai lagi, tampaknya kenalan Mila.

Saturday

Cerita Seks: Aku Jadi Bocah Lagi

Siang itu aku terbangun, sudah sering aku bangun kesiangan. tidak seperti biasanya badan ini terasa ringan, kamar kost juga terasa lebih besar dari biasanya. Aku bangkit dari tidurku, lalu barulah aku sadar, ini badan kenapa jadi kecil?!, aku jadi anak kecil lagi?. Entah apa yang terjadi, seluruh badanku mengecil, aku merasa seperti jadi anak kecil lagi. Dalam kepanikan itu aku masih bisa memikirkan apa yang terjadi kemarin, juga momen momen sebelumnya, jadi otakku masih waras, alias tidak berubah, badanku saja yang memang mengecil. Pakainku juga jadi kebesaran, terus aku harus pakai apa?. masih belum faham dengan apa yang terjadi, eh malah handphoneku berbunyi. "Halo?", "...Bagaimana rasanya jadi anak kecil lagi?" kaget sekali aku, kenapa orang yang menelepon itu tau, "S-siapa ini... kenapa aku jadi begini...halo...", "...hahaha... Nikmati saja hidup barumu... kalau mau mendengar saran saya, jangan pernah mengaku menjadi dirimu yang lama, karena tidak akan berhasil...", "halo...halo...sial..." Telepon ditutup begitu saja, siapa sebenarnya orang yang menelpon tadi?.

Cerita Seks: Dena Bersenang Senang Dikota

"loh... yang punya rumah kemana dek?", "tadi pergi pak katanya kekota..." ,"woalahh... ya udah..." Kali itu pria pria datang kerumah Wita, hanya untuk kecewa, karena Wita dan Dena sudah berangkat kekota. Dirumah itu yang ada adalah Panji. Panji memang pagi pagi sekali datang kerumah Wita, karena ia libur sekolah. Tentu ia disambut baik Dena dan Wita, bahkan bocah itu diberi pelayanan terbaik, pagi pagi sudah nyusu dan juga birahinya terpuaskan. Namun setelah itu Panji disuruh menjaga rumah, mau tak mau Panji harus menerima tugas itu. Kini ia hanya menonton tivi saja dirumah Wita sambil makan snack, ia tak tahu kapan Wita dan Dena akan pulang. Dena dan Wita juga sudah dekat lagi sampai  dikota. "wah...digedung itu mas Gabriel tinggalnya?", "iya Dena..hehe..." ,"wah... mbak WIta kita tinggal disana aja yuk...", "heii... terus rumahku gimana?", "ooh iya...hehe..." Dena memang senang bila diajak jalan jalan. Mereka tampak tidak langsung kerumah Gabriel, mereka diajak jalan jalan dulu. Gabriel senang melihat Dena yang begitu antusias, ia juga melihat Wita tampak senang juga ada teman ceweknya. Gabriel mengajak dua cewek montok itu pergi membeli pakaian baru, terbesit dipikiran Gabriel setelah belanja berharap bisa menikmati dua cewek montok itu ditempatnya.

Cerita Seks: Dena Puaskan Bocah Sange

"wah... mbak...", "hmm...iya dek?", "mbak ini namanya siapa?", "aku Dena...", "ooh... mbak Dena mau kemana?", "jalan jalan aja dek...", "ooh...aku temenin ya mbak..." Dena kali itu menyempatkan pergi jalan jalan, ia ingin melihat lihat daerah sekitar rumah Wita itu. "ooh iya... nama kamu siapa dek?", "aku Panji... mbak Dena mau liat kesana gak? disana bagus pemandangannya..." ,"ooh boleh dek..." Dena pun diajak pergi oleh bocah itu. Dena memang  juga disuruh jalan jalan oleh Wita, karena kini Wita sudah sibuk dirumah, dengan beberapa pria sange yang sudah sibuk menggrayangi tubuh montok Wita. "hehe.... malah makin besar deh kayaknya dada kamu ya Wita..." ,"mmh...masa sih pak?", "iya...tuh, dipegang tangan berapa ini masih gak muat...haha...", "ooh iya ya...aahn..ngh..." Sibuk Wita merasakan kegelian saat toket besarnya digrayangi tangan tangan jahil. Puting susu Wita sudah sibuk menyemprotkan susu susu segar yang tentu disambut oleh pria pria sange didekat cewek montok itu. "ummh..sluurp..aah... enak..mh..", "..ah...ahn..ngh... pak... bentar Wita... buka celana dulu biar gak basah...", "oh iya bener cantik..nah...hehe..." Wita sudah telanjang, tentu ia sudah siap untuk melayani pria pria sange yang mengerubunginya itu. "hmm...aahn...aahn.." langsung tubuh mulus Wita disambut, dari atas sampai bawah sibuk digrayangi. Pria pria sange itu juga mulai melepas pakaian, dan menyiapkan penis tegaknya. Wita sudah mulai siap digangbang dirumahnya itu.

Tuesday

Cerita Seks: Teman Seks Baru Wita

Wita kali itu hendak pergi, memang tak lama datang Gabriel dengan mobilnya. "wah udah nunggu lama ya Wita...", "enggak kok mas...", "iya udah ayo berangkat..." Wita ternyata diajak pergi kekota. Wita sih senang senang saja, yang penting ia dapet uang setelah itu.  Sebelum Wita pergi, muncul seorang cewek yang mengarah kerumah Wita, "Ehm, Dena... kamu jaga rumah dulu ya..." ,"iya mbak Wita...", "iya udah aku pergi dulu..." Wita pun pergi dengan Gabriel. Memang kini Wita punya teman dirumahnya itu, seorang cewek bernama Dena. Dena memang salah satu kenalan Wita, cewek itu tidak kalah mempesonanya dengan Wita. Dena dihari sebelumnya juga sempat mampir ketempat mbah Durna, jadi ia juga sudah punya wejangan sendiri. "Permisi...", "ooh iya pak...", "eh, Witanya kemana?", 'ooh mbak Wita tadi keluar pak..." ,"ooh gitu... kamu ini siapa?", "aku Dena..." ,"ooh Dena ya... wah wah..." Dena sudah kedatangan tamu saja dipagi itu. Dena memang belum tau kalau akan banyak terjadi kegiatan seru dirumah Wita itu.
"...Nanti Wita mau beli apa?", "enggak tau nih mas Gabriel...", "nanti beli baju aja deh ya... sekalian biar bisa buat foto juga...", "ooh iya deh mas...", "hehe... kamu tambah cantik aja ya...", "duh bisa aja mas Gabriel..." gabriel memang sangat senang kini berkendara ditemani Wita yang montok itu. Gabriel segera mengantar Wita membeli pakaian baru saja, setelah itu baru ia ajak ketempatnya, untuk mengambil foto Wita lagi.

Thursday

Cerita Seks: Bantuan Dibalas Kenikmatan

"Beneran ini bapak bapak mau bantu juga?", "iya dong, tuh banyak banget yang dibeli mbak Wita..." Wita Beli barang barang cukup banyak, setelah beberapa hari ia dapat uang terus, sampai tidak ia atur barang barang yang baru ia beli itu. "hehe... udah aku yang ajakin bapak bapak ini emang..." memang Acep mengajak teman temannya kerumah Wita itu. "ooh iya udah pak, hayuk diberesin ini barang barangnya..." Wita pun mulai mengatur rumahnya itu dibantu beberapa orang. Tentu Pria pria itu senang senang saja membantu Wita, sebelumnya Wita hanya cewek cantik biasa, kini jadi luar biasa, ditambah ada pancaran keindahan tersendiri yang membuat siapa saja ingin dekat dengan cewek montok itu. Wita kini bahkan bila dirumah tak ragu ragu berpakaian minim, ia pakai tanktop minim yang membuat toket besarnya terlihat begitu menggoda, bahkan tak ragu Wita membiarkan puting susunya yang menonjol itu terpampang dikaosnya. "ini taruh sini aja ya mbak..", "hmm iya pak... kalau itu taruh atasnya aja...", "wah fotonya mbak Wita bagus...", "iya pak soalnya difoto orang dari kota...", "ooh...hehe... ini saya taruh sini ya..." Pria pria itu sembari mengurus barang barang Wita, juga sibuk melihati tubuh montok cewek itu. Mereka bekerja dengan cepat, karena memang sangat bersemangat.

Monday

Cerita Seks: Ritual Seks Mbah Dukun

"iya mbah Durna... saya pengen bisa dapat uang dengan mudah...", "hohoho... kalau masalah uang itu gampang... nama kamu siapa?", "saya Wita mbah...", "hohoho... Wita tinggal ikut ritual saya sebentar, setelah itu nanti bisa dapat uang dengan mudah", "ooh iya mbah...", "iya sudah mari... tempat ritualnya disana..." Wita datang  menemui seorang dukun, cewek itu berkeinginan agat bisa dapat uang dengan mudah. "disini ya mbah?', "iya...hehe...", "nanti saya harus bayar berapa mbah?", "kalau buat Wita kayaknya gratis gak papa ya... asal ikuti ritual dari awal aja...", "ooh iya udah mbah Durna..." dukun itu tersenyum nakal, ia tentu ingin segera melakukan ritual seru dengan Wita yang montok itu. "Iya sudah, sekarang kamu copot semua pakaian ya...", "oh... harus disini mbah?", "iya... biar saya bisa langsung bisa cepet jadi ramuan juga jimatnya buat kamu...", "ooh...hmm...  iya sebentar mbah..." Wita menurut, ia mulai melepas pakaiannya, ia kemudian duduk, dua pahanya ditutup rapat, sambil tangannya menutupi puting susu ditoket besarnya itu. Mbah Durna jelas sangat senang melihat tubuh montok Wita itu tanpa ditutupi apapun. "sekarang kamu diam dulu ya...", "hmm iya mbah..." Mulai Mbah Durna beraksi. Wita tidak mengerti sebenarnya apa yang dilakukan oleh kakek tua itu, tau tau habis komat kamit baca mantra, mbah Durna menyiram tubuh Wita dari atas. Setelah itu kakek tua itu kembali membaca mantra, lalu menaburkan kembang tujuh rupa disekitar Wita. Wita diam saja, ia tunggu sampai ritual itu selesai.
"...sudah, sekarang kamu kesitu ya...", "iya mbah... boleh enggak aku keringin badan dulu mbah?", "ooh iya ini pakai ini aja..." mbah Durna memberikan handuk khusus untuk Wita. Setelah tubuhnya kering, Wita pergi ketempat yang ditunjuk mbah Durna. "disini mbah?", "iya... kamu tiduran disini ya...", "hmm iya mbah..." Wita menurut saja, tentu ia juga pengen cepat selesai juga ritual itu. Wita tiduran diatas ranjang rotan yang sudah terbentang karpet tipis diatasnya. Mbah Durna mulai tersenyum lagi, kini tanpa ijin ia sudah sibuk menggrayangi tubuh Wita, dari atas sampai bawah.

Thursday

Cerita Seks: Pekerjaan Baru Ditempat Baru

"wah... siapa ini bos?", "ini Julia... hehe...", "wah.. salam kenal ya mbak... aku Rachel..." ,"ooh iya salam kenal juga..." Rachel kali itu mampir kerumah bosnya, yang ternyata adalah Nurhamdi. "hehe... tumben kamu langsung kerumah Rachel?', "iya... lah bos beberapa hari ini gak ada dikantor...", "hehe iya maap... soalnya pengen nemenin Julia ini...hehe...", "ooh gitu...hmm... mau bahas temenku ada yang mau ikut jadi model...", "ooh gitu... hm..." Rachel pun menjelaskan ia akan mengajak temannya untuk menjadi model kepada bosnya itu. "...namanya Izza...", "wah...Izza...", "iya... kenapa mbak Julia?", "hmm kayak kenal aku...", "wah... bisa gitu ya... kalau gitu apa aku ajak kesini aja  orangnya?" Nurhamdi tampak yang paling senang, karena tau kalau JUlia kenal dengan Izza. "iya suruh kesini aja Rachel", "ooh iya bentar aku jemput dia deh bos...", "oke...aku tunggu ya..." Rachel segera pergi untuk menjemput Izza. Julia masih belum tau benar apakah itu Izza yang ia kenal atau bukan. "oh  iya Julia... kamu mending jadi model juga deh ya..." ,"jadi model pak?", "iya... kalo menurutku... kamu pantes banget... kita lagi butuh model yang udah dewasa dan punya kepribadian seperti kamu ini...", "ooh gitu ya pak...", "iya... udah nanti kamu aku rekrut bareng cewek yang tadi itu...siapa namanya..." ,"izza pak..." ,"oh iya Izza... bener kamu kenal?", "iya kalo nanti ketemu baru tau bener kenal atau enggaknya pak", "ooh iya iya...hehe..." Nurhamdi sudah tak bisa menunggu ingin bertemu Izza itu juga.
"wah besar sekali rumahnya ya..." ,"iya namanya juga bos.. udah ayo masuk..." Rachel sudah tiba, ia juga bersama Izza. Tentu ia segera disambut oleh Nurhamdi. "bos... ini nih yang namanya Izza...", "ooh ini ya wah..." Nurhamdi senang melihat Izza tampak cantik dan menggoda. "permisi pak... kenalin aku Izza..." ,"ooh iya... panggil aja aku pak Nur... atau panggil bos juga boleh...hehe...", "ooh iya pak...", "udah ayo masuk... eh sebentar..." Izza dan Rachel menunggu sebentar diruang depan, tak lama Nurhamdi muncul bersama Julia. "wah... Izza..." ,"eh ada Julia juga ya... wah.." Izza dan Julia pun saling sapa, Jelas Nurhamdi tampak paling senang terlihat dari senyumannya.

Sunday

Cerita Seks: Jalan Keluar Para Penikmat Seks


"...Wah selamat datang Izza...", "hmm iya... kamu Rachel ya...", "iya hehe... yuk duduk dulu mbak..." Rachel akhirnya bertemu izza, yang diantar oleh Jufri. Jufri akhirnya bisa mempertemukan Izza dengan Rachel. Rachel sangat tertarik dengan Izza, setelah membaca cerita tentang cewek itu diwebsite milik Jufri itu. Rachel sudah sibuk ngobrol dengan Izza, Jufri mendengarkan sambil memahami, bahwa Rachel sangat tertarik dengan Izza. "...ooh iya...wah hebat...", "ehm...emang Rachel kerja apa?", "ooh aku model, Izza mau ikut juga nggak jadi model...", "ooh..ehm... Jufri..." izza tidak diberitahu Jufri kalau akan diajak juga jadi model. "ehm... udah Izza ngobrol dulu sama Rachel ya... aku mau keluar dulu sebentar..." ,"ooh iya udah..." Jufri memutuskan pergi duluan, karena memang ia harus lanjut kerja siang itu. "...iya... aduh kalau kamu sih pasti diterima...", "beneran itu?", "iya... udah cantik...seksi... montok juga... aku kalah deh..." Rachel memuji muji Izza, membuat cewek itu cukup yakin jadinya. "hmm iya udah, aku mau...", "yes..haha..." saking senangnya Rachel sampai memeluk Izza. "hmm... kalau mau daftar jadi model memang butuh apa aja?", "udah gak butuh apa apa... nanti tinggal ikut aku aja... udah nanti interview sama bosku..", "ooh gitu ya... hmm..." Izza tidak begitu faham, tapi ia rasa sudah jalan yang lebih baik ia jadi model majalah dewasa saja, apalagi lokalisasi sudah tutup.Ditempat lain, Julia kali itu singgah untuk makan siang disebuah tempat makan. Setelah makan Siang, Adwan mulai mengajak Julia ngobrol sebentar.

Wednesday

Cerita Seks: Mencari Kegiatan Seks Baru

"Sudah tidak ada aktivitas lagi mas Jufri, masih sepi, toko juga jadi sepi...", "ooh... sabar ya Izza...", "ya mas Jufri...makasih..." Jufri masih berkomunikasi dengan Izza perihal keadaan cewek itu, juga kondisi sekitar lokalisasi yang sudah dibubarkan itu. Jufri sudah beberapa hari sibuk bekerja, juga memikirkan apa yang dilakukannya nanti diwaktu luang. "Rachel, kamu sibuk enggak?", "enggak kok... sini main kerumah Jufri...", "ooh okee..." Jufri sepulang kerja memutuskan pergi mampir ketempat Rachel. Ia setidaknya ingin meluangkan waktu dengan cewek seksi itu, bila dapat yang lebih ia juga senang senang saja. Jufri segera saja pergi kerumah Rachel. Sampai disana, ia sudah disambut oleh cewek model itu. "Pulang kerja ya Jufri?", "iya... kamu gak lagi ada job?", "udah tadi... udah ayo masuk...", "hmm iya..." Jufri setelah beberapa hari akhirnya bisa melihat cewek seksi berpakaian minim lagi. Sampai didalam rumah, Jufri duduk santai ditemani Rachel. "gimana temen temen kamu?", "udah aman semua... kena razia mereka dilokalisasi itu...", "haha... emang gak tau ya kalau mau ada grebekan?", "aku aja gak tau... ah biarlah yang penting mereka udah balik, dan gak ajak ajak lagi pergi kelokalisasi itu", "ooh... lah terus hobi kamu gimana Jufri? haha..." Rachel membuat Jufri tersenyum karena guyonannya. Rachel sempat mengambil minuman sebentar, untuk diminum bersama Jufri. "iya ini aku masih mikir... kayaknya udah gak bisa lanjut...", "iya udah jadi tulis ceritaku nggak?", "eh iya, udah ayo kamu inget inget deh, ceritain biar aku faham", "iya iya, dari mana dulu ya? dari setelah SMA itu aja deh..." jufri pun asyik ngobrol dengan Rachel disore hari itu.
"aahn..ngh..ah..aah..uuh..", "ouh... Julia..auh..." Ditempat lain, Julia kali itu sudah sibuk bercinta dengan Adwan, "ngh..ah..ah..aahn..." Adwan sudah keasikan untuk ngeseks dengan Julia dirumahnya itu.

Friday

Cerita Seks: Akhirnya Lokalisasi Ditutup

"Udah bawa aja Adwan, aku mau bantu yang lain...", "siap pak..." Malam hari itu, suasana tempat lokalisasi sudah tidak kondusif, polisi datang mengambil alih keadaan, para wanita penghibur berhamburan, ada yang tertangkap, ada yang sudah pergi, begitu juga dengan pria pria hidung belang disana. Meski sudah ada pemberihatuan sejak beberapa hari sebelumnya, tampak masih banyak orang yang terciduk masih berkativitas ditempat lokalisasi itu. Adwan kali itu juga sedang bersama seorang cewek cantik yang tadi sempat tertangkap basah sedang melayani tamunya disalah satu wisma. Adwan sebenarnya juga kasihan dengan cewek itu, tampak sedih dengan tangan yang diborgol.  "kamu namanya siapa...hei...", "a...aku...Julia...", "hmm... Julia ya... hmm..." Adwan melihat keadaan cukup sepi, karena tampak sudah banyak yang pergi, teman teman Adwan juga sudah sibuk sendiri. "mmh...aku mau dibawa kemana pak..." ,"udah ayo..." Adwan memegang tangan Julia, lalu ia bawa cewek itu pergi. Adwan melangkah pergi menjauh dari teman temannya yang sedang mengangkut orang kedalam mobil polisi, Adwan membawa Julia kebelakang sebuah wisma yang sudah sepi.

Saturday

Cerita Seks: Jufri Bertemu Cinta Lama

"...wah udah siap bener kayaknya...", "iyalah Jufri... udah pengen kesana lagi..", "haha... iya udah berangkat aja...", "aku nyusul deh... masih ada urusan bentar...", "beneran nyusul nih?", "iya... udah santai aja... ini juga masih sore...", "haha... iya udah deh aku berangkat sama temen temen..." Jufri kali itu melihat teman temannya yang antusias untuk pergi ketempat lokalisasi biasanya itu, mereka ingin cepat cepat bertemu cewek cewek cantik dan seksi yang siap memuaskan nafsu mereka. Jufri kali itu memutuskan untuk menyelesaikan urusannya dulu. Setelah selesai, baru Jufri bersiap untuk menyusul teman temannya. Namun Jufri tiba tiba terdiam sebentar, saat melihat seorang cewek cantik yang menuju kearahnya, "...hei... inget aku enggak...", "ehm... kamu...", "Rachel... inget kan...", "ooh iya... Rachel... ya ampun kamu... jadi cantik begini ya..." Jufri baru ingat, cewek dihadapannya itu adalah salah satu teman SMA nya dulu. "hehe... kamu juga udah cakep aja Jufri...", "haha... eh, kamu habis dari mana?" Jufri akhirnya berbincang bincang dengan Rachel. "...ooh gitu ya, hebat deh kamu sekarang kerja dikantor...", "alah biasa aja... iya udah aku anterin pulang aja...", "aduh gak usah, aku order ojek aja..." ,"udah gak papa... lama nanti nunggu kamu...", "ooh...iya udah deh..." Jufri akhirnya mengantarkan Rachel pulang. Jufri sembari membonceng Rachel, ia mulai mengingat ingat saat dulu di SMA, jufri ingat kalau Rachel itu cukup terkenal disekolah karena kecantikannya, bahkan Jufri tau cewek itu sering gonta ganti pacar.