Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Wednesday

Cerita Seks: Menginap Dirumah 5 Bidadari

"Malam mbak...wah...", "iya dek... kalian dari mana?", "lagi lewat sini aja mbak... tapi karena dingin kami mampir kerumah ini..." ,"hmm sini masuk aja dek..." Nika mempersilahkan bocah bocah itu masuk kedalam rumah. "wah... mbak mbak ini gak dingin ya?", "dalem rumah ini gak dingin dek... apa lagi kalau dikamar..." Bocah bocah itu datang memang ingin bertemu dengan cewek cewek aduhai dirumah itu. "mbak Siri... mbak Nuni nya mana?", "Nuni dikamar itu...", "aku samperin deh...hehe..." ada satu bocah pergi kekamar Nuni. "dek... rumah kalian dimana?", ", "rumahku agak jauh mbak... di sisi lain pantai ini...", "loh terus kalian pulangnya gimana?", "nah itu... kalau kami nginep disini dulu gak papa kan mbak?", "iya gak papa dek... kan banyak juga ini kamarnya...", "yes...eh, hehe... makasih ya mbak...", "hmm iya dek..." bocah bocah itu senang, kini mereka langsung saja berani mendekati cewek cewek yang berpakaian seadanya itu. "mbak Siri, kamarnya yang mana?", "itu dek kamarku...", "ooh... mbak Siri biasanya tidur jam berapa?" seorang bocah dengan santainya duduk dipangkuan Siri, sambil bersender ditoket besar cewek aduhai itu. "bentar lagi dek, aku biasanya nunggu Mimi pulang...", "ooh mbak Miminya kemana emang..." Bocah itu memutuskan berbalik saja, ia menghadap ketoket besar Siri, tak ragu ia pegang saja toket didepan wajahnya itu, "Mimi masih keluar, biasanya dia pulang emang terakhir...", "hmm gitu ya mbak...nah...hehe...hmm..." bocah itu dengan senang melihat kaos yang dipakai Siri basah dibagian dada, karena sebentar saja diganggu, puting menonjolnya sudah memuntahkan susu.

Thursday

Cerita Seks: Pelayanan Seks Si Ibu Muda

"Eh bentar ini dihabisin dulu...", "udah ma udah kenyang... aku mau lanjut main" Tisa kali itu menemani anaknya yang sedang main playstation dirumah tetangganya. "hmm iya iya... eh kalau kamu udah makan belum?", "eh, belum tante...", "iya udah ini kamu aja yang makan ya...mau kan...", "ehm...iya tante...", "nah gitu dong...hihi..." Tisa malah jadi menyuapi bocah pemilik PS itu. Bocah itu sebenarnya sudah kelas 5 sd, tapi karena memang tetangganya itu seorang cewek cantik yang sangat baik padanya, ia mau saja menemani anaknya Tisa itu main dirumahnya itu. Ia kadang membiarkan anaknya Tisa memenangkan game sesekali, meski harusnya ia yang selalu menang. "yeey tuh ma aku menang lagi...", "iya iya... udah belum mainnya...", "belum ma... iya kan kak belum kan...", "eh...iya masih... baru main..." padahal sudah lebih dari sejam mereka main game. "Kalau gitu mama tinggal pulang loh ini...", "jangan ma... kan belum minum cucu...", "eh iya... iya udah mainnya berhenti dulu dong..." Tisa menaruh piring yang ia bawa, ia malah langsung mengangkat tanktop yang dipakainya, sampai toket besarnya terpampang indah. "eh, dek... berhenti dulu... tuh ditungguin mama kamu..." bocah pemilik rumah itu langsung mematikan Playstationnya, karena ia sudah melihat toket besar milik Tisa. "hmm iya udah..." Tisa tampak senyum senyum sendiri, "hihi... mending pindah dulu.. kekamar kamu aja gimana?", "eh... iya tante..." bocah kelas 5 sd itu sangat senang mendengarnya, ia bahkan lari duluan kekamar.

Sunday

Cerita Seks: Apa Saja Dilakukan Demi Uang

"Iya Tisa... ini udah saya siapin...", "wah keren... makasih pak...", "iya iya... bayar dulu tapi...", "hiih Tisa belum dapet uang ini pak...", "ck... masa tiap beli pasti telat bayarnya...", Tisa sudah biasa berdebat dengan penjaga toko langganannya itu, Tisa sudah dari dulu sering merayu, lama lama si penjaga Toko butuh lebih dari cuma rayuan. "Lah terus kalau gak ada uang, Tisa bayar pakai apa dong?", "hehe... lah emang adanya apa Tisa?", "nih ada nya ini doang nih pak..." Tisa menempelkan tubuhnya dirak kaca pendek itu lalu mendaratkan toket besarnya seperti ditunjukan dengan jelas, meski cewek itu masih memakai tanktop. "kalo ini kan gak bisa dibawa pergi Tisa... orangnya harus ikut...hehe..." pria penjaga toko menyambut toket besar Tisa, dengan asyik ia pegang dan ia remas remas saja gunung kenyal milik Tisa itu. "huuh... iya udah kalau gitu Tisa pergi dulu nih cari uang... ntar baru kesini lagi...", "hehe... iya iya...", "iya udah lepasin dulu pak..." Pria itu masih sibuk, ia memang paling senang bila Tisa datang, selalu ia sempatkan menyentuh tubuh montok cewek tengil itu. "tapi nanti beneran balik kesini loh ya...", "iya beneran pak...ah... uh... aduh pak nanti lagi aja..." Tisa merasa makin geli ketika kini putingnya disentuh sentuh juga ditarik sesekali. "hehe iya iya...", "uh... dah aku pergi dulu pak..." Tisa baru kemudian melangkah pergi, untuk mencari uang agar barang yang ia inginkan bisa ditebus.

Saturday

Cerita Seks: Cewek Montok Bagi Bagi Kenikmatan

"Hmm iya pak, habis ini saya bagikan, sama Raisa juga...", "hmm iya... kalau nggak habis nggak papa besok bisa dilanjut...", "iya pak..." Liana mendapat setumpuk selebaran untuk dibagi, cewek itu tidak bertanya ataupun marah bilamana dirinya yang disuruh mengedarkan selebaran itu. "...ooh gitu ya... iya udah yuk disebar... tapi aku kearah sana aja ya, aku kan baru hafal jalan yang lewat sana...", "ooh iya gak papa Raisa..." Liana dan Raisa pun pergi ke arah yang berbeda. Liana tentu sudah hafal jalan jadi ia bisa mengedarkan selebaran lebih efektif. "...ooh iya mbak Liana... ini mau ada acara apa?", "katanya mau ada pentas gitu pak...", "ooh...hehe... Liana ikut juga nggak?" Meski begitu Liana tetap lama mengedarkan selebaran itu, karena selalu ada saja yang ditanyakan orang orang yang menemuinya. "ndak tau pak... belum diberitahu gimananya...", "ooh... tapi pasti Liana mau ikutan kan? wah...hehe..." pria itu mengajak ngobrol Liana, sambil sibuk juga mengganggu dada besar yang masih dibungkus kaos ketat itu.

Wednesday

Cerita Seks: Tetangga Yang Suka Ngajak Ngentot

"...ooh mbak Liana dari sana toh, emang ngurus apa?", "itu pak... kan sekarang ada orang baru yang tinggal dirumah saya...", "ooh gitu ya...hehe... namanya siapa itu temen kamu?" Liana hendak pulang, tapi langkahnya terhenti, ia sudah ditemui seorang pria. "namanya Raisa...", "wah namanya bagus dia ya...hehe... temen deket atau gimana kok kamu ajakin tinggal bareng..." sementara diajak ngobrol, pasti tubuh montok Liana itu sudah diganggu tangan jahil. "hmm temen sekolah aja pak dulu... itu juga disaranin sama orang tuaku...", "ooh temen sekolah ya... emang mau apa ikut tinggal dirumah kamu?... nah...hehe...", "iya buat nemenin Liana pak, biar gak sendiri dirumah..." Pria itu tampak senang, Liana tak menghiraukannya yang bahkan kini sudah asyik meremas remas toket besar Liana. "ooh iya kasihan kalau kamu sendiri dirumah ya...", "iya pak...ah...mh..." Liana baru mendesah sedikit ketika kini puting menonjolnya dipencet pencet, dan mulai mengeluarkan susu. "emang dirumah kamu ada kamar berapa Liana?", "ehm... ada tiga kamar pak...ahh..." Liana jelas kini berhenti melangkah, cewek itu sedang merasakan toketnya yang dirangsang, kini kaos yang dipakainya jadi basah oleh susu yang merembes terus.

Tuesday

Cerita Seks: Aliya Melayani Warga Desa

"...hmm iya bener sama aja...", "tuh kan mbak...hehe..." Kali itu Aliya sedang jalan jalan, ditemani adiknya Cipto. Aliya pun faham didesa itu tidak terlalu banyak perempuan, bila ia bertemu atau melihat perempuan pun pasti juga sama sepertinya, masih cukup muda dan berpakaian cukup minim. Memang didesa itu tempat tinggal dan tempat bekerja dipisahkan oleh sungai yang membentang sepanjang desa. Hari masih pagi, dan memang kondisi desa cukup sepi. Aliya kali itu jalan jalan dengan tenang, bocah disebelahnya itu bertingkah dengan wajar, meski terlihat menahan diri. "...jadi gak boleh nyebrang kesana ya dek?", "iya gak boleh... buat yang kerja aja kesebelah sana...", "ooh gitu...hmm.." Aliya pun melanjutkan perjalanan, sampai ia melihat ada yang beberapa bocah yang datang menghampiri. "Hei... dari mana aja... ditungguin...", "eh iya sori, habis ajakin mbak ini jalan jalan..." adiknya Cipto pun memperkenalkan Aliya. "wah mbak ini namanya siapa?", "hmm aku Aliya...", "ooh mbak Aliya...baru dateng kesini ya?", "iya bener dek...", "hehe... eh ayo kesana yuk... udah ditungguin... mbak Aliya ikut juga ya..hehe..." Aliya pun ikut saja, diarahkan menuju salah satu rumah terdekat, disana tampak ada beberapa bocah lain, dan terlihat ada seorang cewek juga.

Saturday

Cerita Seks: Tetangga Zizi yang Mesum

"Nanti lama lama juga pinter sendiri deh Zizi...", "semoga saja bu,hehe..." Zizi kali itu sedang ada dirumah tetangganya. Zizi sudah beberapa hari itu mencoba belajar memasak. Zizi ingin bisa melakukan sesuatu untuk keluarga barunya, selain memberikan kenikmatan seks saja. Zizi belajar dengan serius, untung tetangganya itu mau mengajarinya belajar memasak. "...udah Zizi, tinggal ditunggu bentar kayak kemarin itu...", "ooh iya udah bu...", "kamu tungguin ya, aku mau keluar dulu ini, aku tinggal dulu nggak papa kan?", "ooh nggak papa kok bu..." Zizi kemudian ditinggal pergi, cewek itu sendiri saja didapur itu. Tak lama muncul seorang pria menemui Zizi, "Eh, ada Zizi... ngapain kamu kok sendiri...", "oh pak Gofur, ini lagi nungguin sayurnya mateng...", "ooh...hehe...hmm... Zizi masak apa sih ini?" pria itu pun mendekati Zizi, "sama kayak kemarin itu pak..." Gofur sudah beberapa hari juga memperhatikan Zizi yang mampir masak dirumahnya itu. "hmm, hehe... udah pinter masak berarti ya...", "belum pak, kan baru belajar ini...mmh..." Zizi mendapati tubuhnya mulai diraba raba oleh tangan nakal Gofur, Zizi membiarkan saja pria itu berulah.

Cerita Seks: Keluarga Baru Zizi

"...ooh kamu jadi inget banyak ya Zizi...", "iya om, kan dibantu Jafar juga..." "ooh... iya udah, sekarang kamu ikut aku ya zizi, kita beli pakaian buat kamu", "oh iya om..." Zizi kali  itu berangkat menuju toko baju terdekat bersama zainul. Zizi tampak mulai memilih beberapa pakaian yang cocok untuknya. "...udah semua mbak?", "udah...", "sebentar ya..." Kasir segera mengemas barang yang dibeli Zizi. "kamu tunggu depan aja Zizi", "oh iya..." Zizi keluar dulu dari toko itu. "udah ini pak semuanya segini...", "oh iya... ini...", "...terima kasih pak", "sama sama..." Zainul keluar dengan membawa belanjaan Zizi itu. Kasir ditoko baju itu berfikir pasti Zizi itu istri baru Zainul. "...ini Zizi", "iya om, makasih ya...", "iya... udah ayo balik..." Zainul membawa Zizi pulang lagi. Sampai dirumah Zizi sudah membawa masuk barang belanjaannya kekamar, ia sibuk mencoba memakai pakaian barunya itu. Zainul duduk duduk saja diruang tengah. "Om...", "iya Zizi?", "coba sini om, tolong liatin..." Zainul pun pergi kekamar untuk menemui Zizi. "wah...cocok kok Zizi..." Zizi menunjukan tubuhnya yang sudah dibalut pakaian baru. "ooh gitu ya om, hehe..." Zizi kemudian tanpa ragu melepas pakaiannya itu, ia kemudian mencoba pakaian lain, Zainul diam saja sambil melihati Zizi yang menggoda itu. "... itu juga bagus kok...", "bagus semua kalau gitu ya om?", "iya, hehe...", "ooh iya udah om..." Zizi selesai mencoba pakaian barunya, namun kini ia malah telanjang saja, ia kemudian mendekati Zainul, tentu membuat pria itu kebingungan.

Cerita Seks: Zizi Seketika Jadi Dewasa

"mmh..hmm.. ungh... loh ini dimana?" Zizi kali itu terbangun dari tidurnya, tapi bukan dikamar, ia ada disebuah pekarangan, ia lihat langit senja, apa ia tertidur ditempat itu semalaman?. Zizi bangun, ia kemudian baru sadar dengan apa yang ia pakai. Zizi memakai baju yang sudah robek robek, ia juga memakai rok mini. "loh...aku...kok udah gede?" Zizi kaget, seingatnya ia itu adalah baru saja masuk smp, tapi ia sudah memiliki badan layaknya cewek usia 20 tahunan. "hmm... ini dimana..aduh..ah..." Zizi kemudian merasakan juga badannya agak capek. Zizi benar benar tidak faham apa yang terjadi padanya. Tak lama tampak seorang pria lewat, ia kaget melihat Zizi. "wah... siapa tuh... wah... hei...", "hmm... ini dimana ya pak?", "lah... ini di ********", "hah? dimana itu?", "aduh malah nanya lagi... kamu namanya siapa?", "aku Zizi...ngh.. mmh.." Zizi sibuk melepas bajunya yang kekecilan dan sudah robek itu. Tentu pria yang datang tadi terkesima dengan tubuh mulus Zizi, ditambah cewek itu malah telanjang dada. "ooh Zizi ya... eh ini kamu pakai jaket ini ya...", "hmm iya pak..." Zizi pun memakai jaket pemberian pria itu. "hmm... Zizi mending ikut aku dulu ya...", "kemana pak?", "iya kerumah, kasian kamu disini, nanti mau kemana? kan gak ada yang kenal juga...", "ooh..hmm...iya udah deh pak..." Zizi pun menurut saja, ia pun akhirnya dibonceng pria tadi, diantar dengan motor itu, pergi dari tempat yang tidak ia ketahui itu. Zizi melihat lihat sekitar, sepertinya itu daerah yang tidak berpenghuni, karena tampak rumah rumah kosong yang tak terawat, baru setelah lewat beberapa puluh meter  ia baru melihat jalan raya.  Zizi kemudian menunggu sampai dirumah pria yang memboncengnya itu saja.

Thursday

Cerita Seks: Sasa Laris Diajak Ngeseks Terus

Sasa memang cewek yang baik, ia mengurus mbah Aryo dengan baik. hari hari berlalu, Sasa tidak pernah mengeluh. Kini mulai ada yang tau tentang Sasa, kebanyakan pria pria tau karena diberitahu oleh Komir. "mbah... Sasa keluar dulu ya... mbah Aryo dirumah aja", "ooh iya Sasa..." Sasa pergi keluar untuk membeli sesuatu. "Pagi Sasa...", "iya... pagi pak Komir..." Komir sempat menyapa Sasa yang baru saja lewat. "Komir... itu ya Sasa?", "iya betul itu", "wah montok banget, masih muda juga", "nah itu makanya... dah gak rugi deh kalau kamu temui dia...haha" Sasa sudah berjalan pergi ketika ia sedang dibicarakan. Sasa mampir kesebuah toko, tempat biasanya ia membeli sesuatu. "Pagi pak...", "iya...wah Sasa...hihi...", "saya mau beli ini pak...", "ooh iya... bentar Sasa...", "iya pak..." Sasa membeli sembako untuk keperluan dirumah. "Sasa... ini ya...", "iya pak...", "ini  telurnya belum dateng, nanti deh saya suruh anak saya nganterin kerumah kamu", "ooh iya sudah pak" Sasa membayar dulu, lalu segera berpamitan. Sasa pergi kembali kerumahnya. "Sasa...", "iya mbah?", "mbah mau istirahat dulu", "iya mbah, Sasa juga mau cuci pakaian", "ooh iya nak..." Mbah Aryo memang lebih sering tidur disisa waktu hidupnya itu. Sasa menaruh barang barang pembeliannya, lalu ia pergi mencuci pakaian. Beberapa puluh menit kemudian, Ada tamu yang datang, Sasa sudah basah basah tapi ia pergi saja kedepan membuka pintu.

Wednesday

Cerita Seks: Ngeseks Di Gubuk Sawah

"...iya mbak tau kok tempatnya... biar kami anterin ya...", "hmm iya dek..." Cici kali itu diantar bocah bocah desa, menuju kesalah satu persawahan sesuai apa yang diberitahu pak kepala desa. Cici masih bersemangat untuk menikmati hidup didesa, meski banyak orang orang desa yang lebih suka menikmati cewek montok itu. "ini mbak Sawahnya...", "oh iya... hmm tapi kok sepi dek?", "ndak tau mbak... bentar mbak ya..." ada bocah bocah yang tampak sibuk mencari bilamana ada orang didekat persawahan itu. "hmm...mbak Cici... tinggal disini udah lama...", "ndak dek baru beberapa hari...", "ooh pantesan aku ndak pernah liat mbak Cici...hehe...hmm..." ada juga bocah bocah yang memilih menemani Cici, sambil tentu melihati cewek aduhai itu. "mbak Cici... kayaknya belum pada datang yang punya sawah...", "ooh gitu ya dek...", "iya... mending ditunggu aja yuk mbak... disana itu...", "hmm iya..." Cici pun pergi kegubuk terdekat diarea persawahan itu. Kini ia ditemani bocah bocah yang jelas penasaran dengan tubuh montok Cici yang ditutupi pakaian minim itu. "hmm... mbak Cici ini dari kota kan?", "iya dek...", "tapi kok pakaiannya gini?", "iya sama pak kepala desa disuruh begini...  juga biar sesuai sama kehidupan tradisional didesa ini...", "ooh...hehe...hmm... mbak Cici... kalau mau tradisional lagi... itu ya kayak kami ini mbak...", "hmm gimana itu dek maksudnya?", "iya pakainya celana aja..." ,"ooh... iya ya...", "iya udah dilepas aja bajunya mbak... hehe...", "hmm..mh...iya..." Cici malah melepas bajunya, toket besarnya sudah terbebas dan kini bisa dilihat jelas bocah bocah didekatnya.

Tuesday

Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks

"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.

Wednesday

Cerita Seks: Kakak Adik Penikmat Seks

"Permisi...", "Iya... ooh ada om Deden... masuk aja om..." Hari itu Demi kedatangan tamu, seorang yang pasti setidaknya sebulan sekali mampir kerumah mama muda itu. Demi selalu menyambut hangat kedatangan pria itu. kalau tamu spesial itu langsung diajak pergi keruang tengah saja sambil duduk disofa panjang dan nonton tivi. "hehe... kamu makin cantik aja ya...", "aduh bisa aja om...hehe..." layaknya seperti orang pacaran saja mereka duduk berdua. "hehe... anak kamu kemana?", "bentar lagi pulang kok om, masih dijemput si Efni...", "hmm... gitu ya..." Deden baru duduk sebentar sudah sibuk melihati Demi yang menggoda itu, mama muda itu hanya memakai kaos dan rok mini saja, dada besar Demi adalah hal favorit yang disukai oleh Deden. "om Deden sebentar ya aku bikinin minum dulu...", "eh gak usah...", "loh kok gak usah? kan pasti haus habis perjalanan kesini..", "iya sih... udah sini aja ya...", "wah apa itu om?" Deden mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, ternyata dalam amplop itu berisi uang, yang kini sedang ditunjukan pada Demi. "ini buat... kamu sama Ofin ya...", "aduh om... aku...", "udah terima aja...", "bener nih om... makasih ya..." Demi tersenyum manis, sangat manis karena memang ia sudah pegang uang banyak sekarang. "hehe iya...wah...", "makasih banget loh om... om Deden tau banget ya kalau aku perlu ini..." Demi kini mendekat dan bersender dibahu Deden sambil ia tempelkan toket besarnya ditangan pria itu.

Cerita Seks: Bocah SMP Ngentot Dua Bidadari

"mbak Efni...", "iya dek...", "ini tadi Ofin jatuh, terus nangis...", "uuh kasian... sini cup cup..." Ofin diantar pulang oleh temannya, bocah itu tadi bermain lalu jatuh dan menangis. Ofin memang sering bermain dengan teman temannya yang lebih tua darinya, Ofin masih sd sedang temannya kebanyakan sudah SMP. Kini Ofin sedang ditenangkan oleh Efni. "huu...hiks...mbak...", "iya sayang kenapa?", "sakit..", "mana yang sakit...cuma gini aja kok... hmm..." terlihat iri temannya Ofin itu, melihat Ofin tampak asik dengan Efni yang cantik dan menggoda. "hmm... auh...", "udah Ofin sana ke mama kamu... biar diobatin...", "iya mbak Efni..." Ofin pergi kedalam rumah menemui mamanya. "makasih ya udah nganterin Ofin...", "iya mbak Efni...hehe..." bocah smp itu terlihat senang mendapat senyuman dari Efni. "sini masuk dulu dek... kamu keliatannya capek...", "eh...iya mbak..." mau saja bocah itu disuruh masuk. sampai didalam, bocah smp itu kaget melihat Ofin sedang bersama mamanya namun sedang asyik nyusu seperti bayi saja. "hmm siapa itu Efni?", "ini yang nganterin Ofin pulang...", "ooh... makasih ya... udah ayo duduk dulu..." bocah smp tadi sempat terdiam, kaget saja masa ibunya Ofin itu masih begitu muda, dan memiliki buah dada besar, meski tampak lebih dewasa dari pada Efni. "eh...i...iya..." mereka semua duduk saja diruang tamu. Bocah SMP tadi tak bisa melihat kearah lain, ia sibuk melihat kearah Ofin yang asyik dipangku mamanya dan sibuk menyedot puting susu.

Cerita Seks: Bocah Nyusu Plus Ngentot Efni

"..iya aku bantuin kamu kerjain tugas deh...", "wah...makasih loh mbak Efni..." Efni kali itu bersama seorang bocah yang baru pulang sekolah. Ia ikuti saja bocah itu kerumahnya. "rumah kamu kok sepi dek?", "iya kerja semua mbak", "wah..hehe..." Efni jadi senang bisa berdua dengan bocah itu saja dirumah yang cukup bagus itu. Setelah masuk kedalam, bocah tadi pergi kekamarnya, tapi Efni mengikutinya. "eh... mbak Efni...", "ngerjain tugasnya disini aja dek", "hmm iya... bentar ya mbak Efni..." bocah sd itu mengeluarkan buku dari tasnya, lalu ia pun menunjukan tugasnya pada Efni. sebenarnya bocah itu sedari tadi terganggu dengan pesona tubuh Efni, karena Efni hanya memakai tanktop ketat dan celana selututnya.  bocah sd itu duduk dikursi sambil menghadap ke meja, diatas meja ada buku yang kini mulai dikerjakan tugasnya. Efni ada disebelah bocah sd itu, ia nunduk saja untuk membantu bocah sd itu. buah dada besar Efni menggantung indah ditahan tanktopnya, Efni tak lupa mendaratkan toket besarnya dibahu bocah sd itu. "... nah... kalau yang itu sama kayak yang tadi, cuma beda dikit...", "hmm iya... begini kan mbak?", "iya nah... udah deh...hehe..." bocah sd itu senang ditemani oleh Efni. "iya... makasih ya mbak Efni...", "hmm iya... nah gantian sekarang kamu bantuin aku ya...", "bantuin apa mbak?", "udah ayo kesana dulu..." bocah sd itu diajak pergi kasur oleh Efni.

Wednesday

Cerita Seks: Bocah Melawan Dua Cewek Montok

Akhirnya aku masuk sekolah dasar, astaga tak pernah terpikir aku belajar di sd, lagi. Awalnya sih bocah bocah sd itu kurang akrab padaku, tapi ketika aku tunjukan kemampuanku, mereka malah jadi akrab, iya mereka kan tidak tau kalau aku sebenarnya sudah mahasiswa. Beberapa hari saja aku sudah terbiasa, hanya saja aku agak sulit mengikuti kegiatan mereka, masa aku ikut main dengan bocah bocah itu? "...wah hebat Ezra jawabannya benar semua, kasih tepuk tangan dong..." riuh sudah ramai dikelas itu, guru gurunya juga jelas tertipu denganku, iya memang badanku masih bocah, tapi pikiranku sudah dewasa. Jarak sekolah kerumah tidak jauh, jadi aku biasanya jalan kaki ataupun juga sesekali diantar jemput oleh Sila ataupun Mila. "...rumah kamu dimana sih Ezra?", "hmm? udah deket bentar lagi sampe" sepulang sekolah itu aku ditemani seorang bocah, namanya Romi. AKu mau saja pulang bersama dengannya, karena sepertinya ia yang paling keren dikelas 3 itu, selain diriku. "...ini rumahmu?", "iya ini... kenapa?", "waah besar banget... kayak istana..." itu lah yang aku juga katakan saat pertama melihat rumah itu bila masih bocah. Mungkin bila dia aku ajak masuk, bisa makin terperanga melihat tiga cewek hot didalam. "hmm gitu ya... iya udah aku pulang dulu ya...", "iya besok ketemu lagi.." akhirnya aku pun masuk kedalam rumah.
"Ezra...cup cup... kok udah pulang..", "iya emang biasanya Ezra pulang jam segini...", "hehe iya iya... ayo sini sini..." aku datang disambut oleh Mila, tiba tiba aku diajak pergi keruang tengah. "sluurp..ah... eh Ezra udah pulang..." Dan terjadi lagi, sudah beberapa hari itu aku sering melihat Sila dan Mila sibuk menyedot susu dari toket besar Liza.

Friday

Cerita Seks: Hampir Tiap Hari Ngeseks


"...i..iya ayah...", "nah gitu ya Ezra, hahaha..." Sudah beberapa hari itu aku tinggal dirumah Sila dan Mila itu. Kali itu ayah dari cewek cewek montok itu akhirnya muncul, dia baik sekali sih dengan mudah mempercayai ucapanku dan menyetujuiku untuk tetap ditempat itu. "... Ayah, nanti si Ezra mau sekolah dideket sini...", "oh gitu ya Sila, udah kamu urus emangnya?", "ooh udah dong, tinggal nanti aku ketempat kepala sekolahnya", "ooh emang kamu hebat...hehe..." pria ini jarang ketemu anaknya, tapi akrab banget, tapi bisa dibilang kelewat akrab, main peluk peluk aja, memang punya anak cewek montok gitu pasti susah nahan nafsu juga. "Ayah... Hpnya Mila kemarin rusak, tapi sekarang udah ada nih gantinya", "loh kamu beli?", "endak dikasih si Ezra ini...hehe...", "ooh, wah memang hebat ya kamu ini Ezra,hahaha..." ketawa mulu dah ini orang. "hm... ayah...", "iya Ezra...", "ayah kalau gak disini emangnya tinggal dimana?", "oh itu... iya aku... itu... kerja diluar kota gitu loh...hahaha..." pasti alasan saja, mungkin pria itu cari perempuan lain juga diluar. "ooh gitu ya ayah...", "Ezra, kamu bisa kan gantikan aku dirumah ini? buat nemenin dua anakku yang cantik ini..", "hmm iya om, Ezra pasti bisa", "wah gitu dong semangat, emang pinter kamu ya,hahaha...". Setelah itu aku pergi saja nonton tv, aku biarkan keluarga asli pemilik rumah itu bercengkrama. "...makasih ayah...hehe...", "iya iya Mila...", "emang ayah yang paling baik...", "wah SIla...hehe..." terdengar sampai keruang tengah, sudah bikin pikiran kemana mana, pasti asyik tuh di temani dua cewek montok, tapi asal pria itu tau saja, aku sudah beberapa hari ini menikmati hari dirumah itu dengan mereka berdua.

Wednesday

Cerita Seks: Ditemani Cewek Cewek Montok


"... ini bagus nih buat Ezra..", "hmm iya bagus ya mbak..." Bosan, beli pakaian adalah hal yang membosankan. Ditemani Sila, aku sedang ada dimall, membeli beberapa pakaian. Apa saja yang ditunjukan SIla aku iyakan saja, yan menurutnya bagus dibeli saja. Setelah beberapa jam akhirnya aku pun diajak pulang. "gimana seneng gak Ezra punya baju baru?", "seneng banget mbak...hehe..." memaksa sekali aku harus gembira dihadapan Sila. "hihi... siip..." Setelah kejadian itu, Sila jadi lengket saja, entah dia menganggap aku adiknya, atau anaknya, atau lawan mainnya, atau apalah, aku masih bingung. Tak lama perjalanan itu, sudah sampai saja dirumah, tadi memang aku dibonceng Sila dengan motornya. "...loh mbak Sila mau kemana?" SIla memberikan kunci rumah padaku, juga pakaian pakaianku yang tadi baru dibeli. "itu mau keluar bentar, kamu jaga rumah dulu ya...", "oh iya udah mbak Sila..." SIla pun segera pergi dengan motornya lagi. Sendiri lagi dirumah itu, ku bawa kekamar saja belanjaan tadi, aku tada didalam lemari kecil dikamar itu. Setelah itu aku pun kembali bersantai dirumah, entah nonton tv, atau mengecek barang barang dirumah itu. TIba tiba ada bel berbunyi, tentu aku kedepan dan membuka pintu. "...permisi...wah... Mila nya ada dek?" wah muncul cewek aduhai lagi, tampaknya kenalan Mila.

Saturday

Cerita Seks: Aku Jadi Bocah Lagi

Siang itu aku terbangun, sudah sering aku bangun kesiangan. tidak seperti biasanya badan ini terasa ringan, kamar kost juga terasa lebih besar dari biasanya. Aku bangkit dari tidurku, lalu barulah aku sadar, ini badan kenapa jadi kecil?!, aku jadi anak kecil lagi?. Entah apa yang terjadi, seluruh badanku mengecil, aku merasa seperti jadi anak kecil lagi. Dalam kepanikan itu aku masih bisa memikirkan apa yang terjadi kemarin, juga momen momen sebelumnya, jadi otakku masih waras, alias tidak berubah, badanku saja yang memang mengecil. Pakainku juga jadi kebesaran, terus aku harus pakai apa?. masih belum faham dengan apa yang terjadi, eh malah handphoneku berbunyi. "Halo?", "...Bagaimana rasanya jadi anak kecil lagi?" kaget sekali aku, kenapa orang yang menelepon itu tau, "S-siapa ini... kenapa aku jadi begini...halo...", "...hahaha... Nikmati saja hidup barumu... kalau mau mendengar saran saya, jangan pernah mengaku menjadi dirimu yang lama, karena tidak akan berhasil...", "halo...halo...sial..." Telepon ditutup begitu saja, siapa sebenarnya orang yang menelpon tadi?.