Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Thursday

Cerita Seks: Nikmatnya Bercinta Dengan Airin

"Mas... mas Mahfud...sst...bangun...", "hmm?eh... wah... apa ini disurga ya... kok aku dibangunin bidadari...", "duuh apaan sih...haha..." Airin pagi itu membangunkan mahfud, iya memang cewek itu memutuskan untuk menetap dulu bersama pria itu. Mahfud tinggal disebuah tempat kost, yang tampaknya tidak terlalu ketat aturannya, buktinya sudah sehari berlalu sejak Airin ada dikostan itu, namun tidak ada yang curiga ataupun bahkan memberi peringatan apapun.  "hehe... ngh...hari ini mau sarapan apa Ai?", "terserah mas mahfud aja... ngh... setelah sarapan nanti Anterin Airin lagi...", "aduduh... kemana lagi sih Ai?", "aku mau beli beli lagi dong...", "hehe iya iya...hmmh...", "aahn...eh mas Mahfud.. tadi malem kan udah..." mana bisa Mahfud menahan diri, meski malam sebelumnya ia dengan bebas menikmati tubuh Airin, tentu nafsunya bisa cepat datang lagi, apalagi yang ia peluk sekarang cewek cantik seperti bidadari.  "hehe iya Ai... bentar ya..." pria itu kemudian segera bangkit dari tempat tidur, dan pergi keluar kamar kost. Airin kali itu saja sudah sempat membeli pakaian baru, juga tas baru yang lebih besar, tentu untuk keperluan nanti bila ia mau beraksi lagi.

Tuesday

Cerita Seks: Petualangan Seks Edlin di Pantai

"jalan jalan kemana mas?", "udah kamu ikut aja... kan kamu juga butuh liburan...", "ooh..iya deh aku ikut mas..." Edlin ditawari Sigit untuk berlibur, tentu cewek itu mau saja. Sigit sibuk menyiapkan segala kebutuhan untuk berlibur keluar dari kota, sedang Edlin tidak bingung apa apa, karena ia tinggal memakai pakaian favoritnya, sudah ia siap diajak kemana saja. "...naik motor ya mas?", "enggak, pake mobil, nanti temenku...wah itu udah dateng... ayo Edlin..." ,"iya bentar mas... aku minum obat dulu..." Edlin menyempatkan minum obat, sedang Sigit segera menyambut teman temannya. "weii broo..wohoo asik nih...", "haha iya dong kapan lagi liburan...haha...", "lah kok cuma bertiga itu...", "iya si kribo gak jadi ikut... tenang aja kan...waduh..." teman teman Sigit tiba tiba berpindah pandangannya, ia lihat Edlin sudah muncul dengan begitu menggoda. "hmm... hai mas...", "eh..wah siapa nih..", "aku Edlin...", "wah cantiknya...haha... kalau aku Sora..." dari tiga temannya sigit itu, Sora adalah yang punya mobil. "iya udah ayo berangkat..." barang bawaan ditaruh dibagasi belakang, mereka masuk kemobil, dan berangkat liburan. Edlin duduk dibelakang bersama dua teman Sigit, "duh harusnya Edlin didepan lah...", "udah biarin lah... nanti bisa didepan kalau pulang..." Sora sempat protes, ia memang yang menyetir, dan harusnya disebelahnya itu si montok Edlin, bukannya Sigit. Mobilpun mulai melaju, untuk pergi dari kota.

Cerita Seks: Teman Seks Baru Wita

Wita kali itu hendak pergi, memang tak lama datang Gabriel dengan mobilnya. "wah udah nunggu lama ya Wita...", "enggak kok mas...", "iya udah ayo berangkat..." Wita ternyata diajak pergi kekota. Wita sih senang senang saja, yang penting ia dapet uang setelah itu.  Sebelum Wita pergi, muncul seorang cewek yang mengarah kerumah Wita, "Ehm, Dena... kamu jaga rumah dulu ya..." ,"iya mbak Wita...", "iya udah aku pergi dulu..." Wita pun pergi dengan Gabriel. Memang kini Wita punya teman dirumahnya itu, seorang cewek bernama Dena. Dena memang salah satu kenalan Wita, cewek itu tidak kalah mempesonanya dengan Wita. Dena dihari sebelumnya juga sempat mampir ketempat mbah Durna, jadi ia juga sudah punya wejangan sendiri. "Permisi...", "ooh iya pak...", "eh, Witanya kemana?", 'ooh mbak Wita tadi keluar pak..." ,"ooh gitu... kamu ini siapa?", "aku Dena..." ,"ooh Dena ya... wah wah..." Dena sudah kedatangan tamu saja dipagi itu. Dena memang belum tau kalau akan banyak terjadi kegiatan seru dirumah Wita itu.
"...Nanti Wita mau beli apa?", "enggak tau nih mas Gabriel...", "nanti beli baju aja deh ya... sekalian biar bisa buat foto juga...", "ooh iya deh mas...", "hehe... kamu tambah cantik aja ya...", "duh bisa aja mas Gabriel..." gabriel memang sangat senang kini berkendara ditemani Wita yang montok itu. Gabriel segera mengantar Wita membeli pakaian baru saja, setelah itu baru ia ajak ketempatnya, untuk mengambil foto Wita lagi.

Monday

Cerita Seks: Ritual Seks Mbah Dukun

"iya mbah Durna... saya pengen bisa dapat uang dengan mudah...", "hohoho... kalau masalah uang itu gampang... nama kamu siapa?", "saya Wita mbah...", "hohoho... Wita tinggal ikut ritual saya sebentar, setelah itu nanti bisa dapat uang dengan mudah", "ooh iya mbah...", "iya sudah mari... tempat ritualnya disana..." Wita datang  menemui seorang dukun, cewek itu berkeinginan agat bisa dapat uang dengan mudah. "disini ya mbah?', "iya...hehe...", "nanti saya harus bayar berapa mbah?", "kalau buat Wita kayaknya gratis gak papa ya... asal ikuti ritual dari awal aja...", "ooh iya udah mbah Durna..." dukun itu tersenyum nakal, ia tentu ingin segera melakukan ritual seru dengan Wita yang montok itu. "Iya sudah, sekarang kamu copot semua pakaian ya...", "oh... harus disini mbah?", "iya... biar saya bisa langsung bisa cepet jadi ramuan juga jimatnya buat kamu...", "ooh...hmm...  iya sebentar mbah..." Wita menurut, ia mulai melepas pakaiannya, ia kemudian duduk, dua pahanya ditutup rapat, sambil tangannya menutupi puting susu ditoket besarnya itu. Mbah Durna jelas sangat senang melihat tubuh montok Wita itu tanpa ditutupi apapun. "sekarang kamu diam dulu ya...", "hmm iya mbah..." Mulai Mbah Durna beraksi. Wita tidak mengerti sebenarnya apa yang dilakukan oleh kakek tua itu, tau tau habis komat kamit baca mantra, mbah Durna menyiram tubuh Wita dari atas. Setelah itu kakek tua itu kembali membaca mantra, lalu menaburkan kembang tujuh rupa disekitar Wita. Wita diam saja, ia tunggu sampai ritual itu selesai.
"...sudah, sekarang kamu kesitu ya...", "iya mbah... boleh enggak aku keringin badan dulu mbah?", "ooh iya ini pakai ini aja..." mbah Durna memberikan handuk khusus untuk Wita. Setelah tubuhnya kering, Wita pergi ketempat yang ditunjuk mbah Durna. "disini mbah?", "iya... kamu tiduran disini ya...", "hmm iya mbah..." Wita menurut saja, tentu ia juga pengen cepat selesai juga ritual itu. Wita tiduran diatas ranjang rotan yang sudah terbentang karpet tipis diatasnya. Mbah Durna mulai tersenyum lagi, kini tanpa ijin ia sudah sibuk menggrayangi tubuh Wita, dari atas sampai bawah.

Sunday

Cerita Seks: Jalan Keluar Para Penikmat Seks


"...Wah selamat datang Izza...", "hmm iya... kamu Rachel ya...", "iya hehe... yuk duduk dulu mbak..." Rachel akhirnya bertemu izza, yang diantar oleh Jufri. Jufri akhirnya bisa mempertemukan Izza dengan Rachel. Rachel sangat tertarik dengan Izza, setelah membaca cerita tentang cewek itu diwebsite milik Jufri itu. Rachel sudah sibuk ngobrol dengan Izza, Jufri mendengarkan sambil memahami, bahwa Rachel sangat tertarik dengan Izza. "...ooh iya...wah hebat...", "ehm...emang Rachel kerja apa?", "ooh aku model, Izza mau ikut juga nggak jadi model...", "ooh..ehm... Jufri..." izza tidak diberitahu Jufri kalau akan diajak juga jadi model. "ehm... udah Izza ngobrol dulu sama Rachel ya... aku mau keluar dulu sebentar..." ,"ooh iya udah..." Jufri memutuskan pergi duluan, karena memang ia harus lanjut kerja siang itu. "...iya... aduh kalau kamu sih pasti diterima...", "beneran itu?", "iya... udah cantik...seksi... montok juga... aku kalah deh..." Rachel memuji muji Izza, membuat cewek itu cukup yakin jadinya. "hmm iya udah, aku mau...", "yes..haha..." saking senangnya Rachel sampai memeluk Izza. "hmm... kalau mau daftar jadi model memang butuh apa aja?", "udah gak butuh apa apa... nanti tinggal ikut aku aja... udah nanti interview sama bosku..", "ooh gitu ya... hmm..." Izza tidak begitu faham, tapi ia rasa sudah jalan yang lebih baik ia jadi model majalah dewasa saja, apalagi lokalisasi sudah tutup.Ditempat lain, Julia kali itu singgah untuk makan siang disebuah tempat makan. Setelah makan Siang, Adwan mulai mengajak Julia ngobrol sebentar.

Wednesday

Cerita Seks: Mencari Kegiatan Seks Baru

"Sudah tidak ada aktivitas lagi mas Jufri, masih sepi, toko juga jadi sepi...", "ooh... sabar ya Izza...", "ya mas Jufri...makasih..." Jufri masih berkomunikasi dengan Izza perihal keadaan cewek itu, juga kondisi sekitar lokalisasi yang sudah dibubarkan itu. Jufri sudah beberapa hari sibuk bekerja, juga memikirkan apa yang dilakukannya nanti diwaktu luang. "Rachel, kamu sibuk enggak?", "enggak kok... sini main kerumah Jufri...", "ooh okee..." Jufri sepulang kerja memutuskan pergi mampir ketempat Rachel. Ia setidaknya ingin meluangkan waktu dengan cewek seksi itu, bila dapat yang lebih ia juga senang senang saja. Jufri segera saja pergi kerumah Rachel. Sampai disana, ia sudah disambut oleh cewek model itu. "Pulang kerja ya Jufri?", "iya... kamu gak lagi ada job?", "udah tadi... udah ayo masuk...", "hmm iya..." Jufri setelah beberapa hari akhirnya bisa melihat cewek seksi berpakaian minim lagi. Sampai didalam rumah, Jufri duduk santai ditemani Rachel. "gimana temen temen kamu?", "udah aman semua... kena razia mereka dilokalisasi itu...", "haha... emang gak tau ya kalau mau ada grebekan?", "aku aja gak tau... ah biarlah yang penting mereka udah balik, dan gak ajak ajak lagi pergi kelokalisasi itu", "ooh... lah terus hobi kamu gimana Jufri? haha..." Rachel membuat Jufri tersenyum karena guyonannya. Rachel sempat mengambil minuman sebentar, untuk diminum bersama Jufri. "iya ini aku masih mikir... kayaknya udah gak bisa lanjut...", "iya udah jadi tulis ceritaku nggak?", "eh iya, udah ayo kamu inget inget deh, ceritain biar aku faham", "iya iya, dari mana dulu ya? dari setelah SMA itu aja deh..." jufri pun asyik ngobrol dengan Rachel disore hari itu.
"aahn..ngh..ah..aah..uuh..", "ouh... Julia..auh..." Ditempat lain, Julia kali itu sudah sibuk bercinta dengan Adwan, "ngh..ah..ah..aahn..." Adwan sudah keasikan untuk ngeseks dengan Julia dirumahnya itu.

Friday

Cerita Seks: Akhirnya Lokalisasi Ditutup

"Udah bawa aja Adwan, aku mau bantu yang lain...", "siap pak..." Malam hari itu, suasana tempat lokalisasi sudah tidak kondusif, polisi datang mengambil alih keadaan, para wanita penghibur berhamburan, ada yang tertangkap, ada yang sudah pergi, begitu juga dengan pria pria hidung belang disana. Meski sudah ada pemberihatuan sejak beberapa hari sebelumnya, tampak masih banyak orang yang terciduk masih berkativitas ditempat lokalisasi itu. Adwan kali itu juga sedang bersama seorang cewek cantik yang tadi sempat tertangkap basah sedang melayani tamunya disalah satu wisma. Adwan sebenarnya juga kasihan dengan cewek itu, tampak sedih dengan tangan yang diborgol.  "kamu namanya siapa...hei...", "a...aku...Julia...", "hmm... Julia ya... hmm..." Adwan melihat keadaan cukup sepi, karena tampak sudah banyak yang pergi, teman teman Adwan juga sudah sibuk sendiri. "mmh...aku mau dibawa kemana pak..." ,"udah ayo..." Adwan memegang tangan Julia, lalu ia bawa cewek itu pergi. Adwan melangkah pergi menjauh dari teman temannya yang sedang mengangkut orang kedalam mobil polisi, Adwan membawa Julia kebelakang sebuah wisma yang sudah sepi.

Saturday

Cerita Seks: Jufri Bertemu Cinta Lama

"...wah udah siap bener kayaknya...", "iyalah Jufri... udah pengen kesana lagi..", "haha... iya udah berangkat aja...", "aku nyusul deh... masih ada urusan bentar...", "beneran nyusul nih?", "iya... udah santai aja... ini juga masih sore...", "haha... iya udah deh aku berangkat sama temen temen..." Jufri kali itu melihat teman temannya yang antusias untuk pergi ketempat lokalisasi biasanya itu, mereka ingin cepat cepat bertemu cewek cewek cantik dan seksi yang siap memuaskan nafsu mereka. Jufri kali itu memutuskan untuk menyelesaikan urusannya dulu. Setelah selesai, baru Jufri bersiap untuk menyusul teman temannya. Namun Jufri tiba tiba terdiam sebentar, saat melihat seorang cewek cantik yang menuju kearahnya, "...hei... inget aku enggak...", "ehm... kamu...", "Rachel... inget kan...", "ooh iya... Rachel... ya ampun kamu... jadi cantik begini ya..." Jufri baru ingat, cewek dihadapannya itu adalah salah satu teman SMA nya dulu. "hehe... kamu juga udah cakep aja Jufri...", "haha... eh, kamu habis dari mana?" Jufri akhirnya berbincang bincang dengan Rachel. "...ooh gitu ya, hebat deh kamu sekarang kerja dikantor...", "alah biasa aja... iya udah aku anterin pulang aja...", "aduh gak usah, aku order ojek aja..." ,"udah gak papa... lama nanti nunggu kamu...", "ooh...iya udah deh..." Jufri akhirnya mengantarkan Rachel pulang. Jufri sembari membonceng Rachel, ia mulai mengingat ingat saat dulu di SMA, jufri ingat kalau Rachel itu cukup terkenal disekolah karena kecantikannya, bahkan Jufri tau cewek itu sering gonta ganti pacar.

Cerita Seks: Bertemu Cewek Idaman

"Tumben bener Fajar jogging hari minggu begini...", "iya mumpung libur kan pak,hehe..." Fajar memang sedang menikmati waktunya berolahraga dipagi hari itu, memang biasanya ia sibuk bekerja, karena saran dari teman temannya untuk berolahraga sekali kali, maka ia coba saja jogging dipagi hari minggu itu. memang ia bertemu beberapa orang lain juga ditaman dekat rumahnya itu. Beberapa ia kenal, dan beberapa lagi tidak. Fajar berjalan saja dengan santai sambil menikmati udara pagi itu. Fajar sempat berjalan sangat pelan,sibuk melihat seorang cewek yang sedang membenarkan tali sepatu. dilihatnya cewek itu cukup cantik, apalagi memakai pakaian cukup minim. cewek itu tiba tiba menyadari kalau dilihati fajar, tentu Fajar segera menambah kecepatan jalannya itu, namun karena tidak melihat kedepan, bruakk, ia malah menabrak pohon. "Aduh..." Fajar tersungkur kesakitan, "waduh, masnya gak papa?" cewek tadi malah mendekat seraya mau menolong Fajar. "uh... gak papa kok..." Fajar setelah mengelus jidatnya yang sakit, ia melihat kearah suara cewek didekatnya, Fajar makin terpesona dengan paras cantik cewek itu dari dekat.

Cerita Seks: Pelayanan Seks Sasti part 4

"Oke makasih ya om...", "iya Sasti, kapan kapan lagi ya..hehe..." Sasti kali itu melepas kepergian salah satu pria yang memang baru saja selesai menikmati pelayanannya. Sasti kemudian mengeluarkan handphonenya, ia mulai mengorder ojek online. Tak lama sudah dapat ojek dan segera menuju lokasi Sasti. "Permisi... mbak Sasti ya?", "iya mas, ini mas Ronald kan?", "iya betul mbak, ini helmnya..." Helm diberikan pada Sasti, "kayaknya pernah dianter mas Ronald deh saya", "hehe iya mbak, ini...sesuai dimap kan...", "iya...yuk..." Sasti sudah naik motor, dan segera ia diantar untuk pulang. Dalam perjalanan itu, si ojek bernama Ronald itu memang pernah mengantar Sasti, dan kini ia baru yakin kalau nanti bisa dapat orderan lagi dari Sasti bila ia ada didekat hotel yang tadi ia lewati itu. "Habis...Kerja mbak Sasti?", "iya bener mas...", "pulangnya... jam segini ya memang...", "iya kan kerjanya malem..." memang kali itu sudah jam 3 pagi, Ronald heran saja apa pekerjaan Sasti yang cantik itu. "ooh gitu ya mbak...", "iya, kerjanya gak mesti kok mas... kalau ada yang order aja..." Ronald sempat berfikir, lalu baru faham, kalau Sasti itu cewek panggilan. "hmm iya iya... ini belok kiri kan mbak...", "iya mas..." Ronald tak bertanya lebih, karena ia tau nanti juga bertemu Sasti lagi. Setelah sampai, Sasti turun, lalu membayar biaya ojek itu. "makasih ya mbak...", "makasih juga mas... oh iya mas... simpen nomerku itu ya... kali aja... butuh...hehe...", "oh hehe...iya..." Sasti baru pergi kerumah setelah memberi senyum manisnya pada Ronald. Ronald pun menyimpan nomer Sasti, meski ia tak tau nanti akan menghubunginya atau tidak.

Thursday

Cerita Seks: Seksinya Si Maling Cantik

"Maling, Maliing..." Siang bolong terik panas matahari, ada saja hal ramai terjadi, beberapa warga tampak berlarian mengejar sosok yang diteriaki maling. Tampak seseorang yang memakai topi dan membawa tas besar itu sudah berlari jauh didepan dari warga, tampaknya ialah maling yang diincar itu. Didekat sana ada Zuhdi yang berjalan dengan santai menuju rumahnya, tepat kearah sosok maling tadi. Karena saking fokusnya, maling tersebut malah menabrak Zuhdi, Bruakk, mereka berdua terjatuh. "aduh...hati hati kalau jalan...", "m...maaf mas..." Zuhdi kemudian baru sadar sosok yang memakai topi itu ternyata seorang cewek. "aduh sori mbak maaf saya gak liat, mbaknya gak papa?" Zuhdi malah membuat cewek itu kebingungan. "gak papa mas", "kok keliatan bingung mbak, mau kemana?" Zuhdi malah mengulur waktu, memang ia tampaknya tertarik dengan cewek itu, meski tampak tomboi, menurutnya cewek itu berparas cantik. "aduh... bentar bentar mas..." cewek itu malah berlari, masuk kerumah Zuhdi. "eh mbak..kok masuk kerumah..." Zuhdi bingung, ia ingin menyusul cewek itu juga, namun ia melihat warga tampak ramai ramai berlari, namun  hanya lewat menuju ke jalan lain. "Mas, gak lihat ada maling lari lewat sini nggak?", "hah? aduh gak tau saya", "wah gimana sih..." Zuhdi ditanya pun juga bingung. setelah warga sudah pergi, zuhdi baru masuk kerumahnya.

Saturday

Cerita Seks: Kostan Bebas Seks Part 4

"Mas, ojek yah...", "iya mbak, tapi...", "udah ah kenapa sih...", "endak itu..." kali itu Kaila baru keluar dari kostan pak Santo itu, ia mendapati ada pria berseragam ojek online ada didepan kost, tentu ia ingin segera diantar pergi. "udah ah... kenapa sih..." memang ojek itu adalah Anwar, ia sebenarnya menunggu kemunculan Muna, tapi ia lihat lihat Kaila juga cantik dan menawan, juga tampak cukup menggoda, meski memang tidak semuda Muna. "hm iya udah mbak" setelah mengurus masalah order ojek itu, Barulah Kaila diantar menuju tujuannya. "... siapa mas? Muna?", "iya, mbaknya kenal yang namanya Muna nggak?" Anwar sempat mengajak ngobrol Kaila menanyakan soal Muna. "Muna ya... itu sih cewek dilantai satu kost itu", "nah.. haha...", "kenapa emangnya mas?", "eh, nggak papa kok mbak, bener itu mbak lokasinya kan?", "iya bener mas..." Anwar telah mengantar Kaila ketempat tujuannya. "ini mas, makasiih...", "sama sama mbak..." Kaila bergegas pergi setelah membayar. Anwar memutuskan istirahat dulu, ia coba chat Muna ada dimana, mungkin cewek itu butuh jasanya itu. "... aku udah dikampus mas, mau kuliah", "ooh iya udah... semangat ya..." Ternyata Muna sudah dikampus, Anwar pun memutuskan mencari orderan lagi. "mas, tungguin..." Kaila ternyata muncul lagi menemui Anwar. "iya mbak, mau order lagi?", "iyah... yuk...", "emang ini tadi...", "sst udah ah..." Anwar memang sudah siap tancap gas, Kaila langsung saja naik dibelakang, ia merapat dibelakang Anwar lalu ia sodorkan handphonenya disebelah cowok itu, "oh iya, udah mbak", "sip udah ayo..." Anwar cukup senang meski tidak bertemu Muna, ia kini ditemani Kaila.

Cerita Seks: Kostan Bebas Seks Part 3

Santo hari itu akhirnya bisa pergi kelantai dua, ia berusaha menahan daya tarik cewek cewek dilantai satu itu. "huh akhirnya... eh...wah...", "pak Santo... haduh kok baru muncul sih...", "hehe... maaf Jani... itu ngurusin cewek cewek dibawah kemarin...", "hmm... itu loh pak, sini deh ikut..." Santo bertemu Jani, seorang cewek yang bisa dibilang cukup lama di kostan santo itu. Santo bahkan sampai pernah ingin menikahi Jani saja, karena meski usianya hampir kepala 30, tapi cewek itu masih tampil awet muda. "kenapa kenapa... ooh ini...", "tolong benerin dong pak... ya pak..." Santo disuruh memperbaiki keran air yang sudah mulai bocor itu, "hmm iya iya...", "makasih pak Santo... cup...hehe..." Jani sempat sempatnya mencium Santo. Santo kini sibuk sendiri, membenarkan keran air didepan kamar mandi itu. Jani memperhatikan Santo saja dari sebelahnya, sambil merunduk dan membiarkan toket besarnya menggantung didalam kaos. "itu dikamar mandi siapa?", "si Tanti itu pak... kalau dikamar mandi pasti lamaaaa banget...", "terus terus..." Santo berhenti sejenak, ia mendengarkan Jani sebentar sambil memandangi isi kaos Jani itu. "mana kadang kalau airnya habis, lupa lupa ngisi...", "ckck... kamu bilangin dong dia...", "udah pak... tapi... uuh pak Santo..." Jani senyam senyum ketika tau pak Santo melihati toket besar cewek itu.

Wednesday

Cerita Seks: Kostan Bebas Seks Part 2

"mmh...uuh... ah... wawan...", "eh...pagi Muna...", "iya... mmh... aku tidur dari jam berapa kemarin...", "hehe... kamu tidur dari semalem itu... masa lupa...", "ooh iya...hmm..." pagi itu Muna bangun tidur, masih ditemani Wawan yang kemarin sudah ijin dengan Santo si pemilik kost itu. Bangun bangun Muna sudah telanjang bulat saja, begitu juga si wawan. Muni bahkan mulai merasakan  ternyata memeknya terasa sesak karena sedang disusupi penis tegak milik Wawan. "hehe...uuh..ngh... kalau gak aku giniin, kamu pasti belum bangun juga...", "hmm...iya...aahn..ngh..." Muni mulai merasakan rangsangan rangsangan yang sebenarnya sudah sedari tadi diberikan Wawan. Wawan juga sebenarnya sudah sejak malam hari menyetubuhi Muna  yang tertidur pulas. Wawan memang sudah memberikan minuman berisi obat tidur dan obat penenang pada Muna, jadi cewek itu tidur begitu pulas dan tak terbangun saat digenjot sampai pagi. Wawan juga tak tanggung tanggung pakai obat kuat juga, memang ia sudah benar benar puas menyetubuhi Muna.

Saturday

Cerita Seks: Yona Suka Digangbang


Hari hari Iwan makin indah, Yona makin dekat dengannya, minta ini itu sudah biasa. Kini yona yang sering minta duluan, Iwan hanya menuruti saja karena pasti ia yang merasa enak. “...mana sih wan?”, “iya katanya mau kasih tau” kali itu Iwan pulang sekolah, baru keluar kelas sudah ditemui teman temannya. “hehe...iya udah kesana aja” Ia ajak temannya ketempat aman, Iwan kemudian mengeluarkan handphonenya, mulai ia tunjukan videonya saat ngeseks dengan Yona. “...wah... Enak bener lu wan...”, “iya... Susunya pasti enak tuh” teman teman Iwan melongo melihat video itu menampilkan Iwan asyik menyedot puting susu Yona. “iya enak banget lah” Iwan jadinya bangga karena teman temannya tampak terbelalak. Video terus berjalan, saat Yona mengurus penis Iwan, teman teman Iwan yang menonton makin tegang, “wah sialan...”, “haha napa woi...” Iwan tau teman temannya sudah mau juga dipuaskan Yona. Apalagi saat video menampilkan asiknya Iwan menusukan penisnya ke lubang kenikmatan Yona, teman teman Iwan berhamburan karena saking hebohnya melihat aksi Iwan, “anjiir... Wan aku mau ketemu mbak Yona ini wan...”, “aku juga wan...”, “udah wan sekarang yuk...” Iwan tertawa melihat teman temannya begitu antusias ingin bertemu Yona. “Wkwkwk, iya gantian aja ketemunya, kalau rame rame mana bisa, udah sini aku atur ya” teman teman Iwan fokus mendengarkan instruksi Iwan. Iwan punya strategi sendiri agar semua bisa senang.

Cerita Seks: Yona Mencoba Menikmati Seks


“Iwan, anter ibuk bentar ya”, “iya kemana buk?”, “ke atm”, “oh iya, sebentar buk Iwan ganti baju” Iwan baru pulang sekolah sudah ditunggu bu julaifah. Iwan segera kekamarnya dilantai dua. Disana ternyata ada Yona yang sedang tidur siang. Iwan bergegas ganti baju saja karena sudah ditunggu, tapi Iwan menyempatkan diri menengok yona yang tidur, iwan berfikir nanti setelah kembali dari atm, pasti enaknya tidur memeluk yona yang selalu menggoda itu. Iwan bergegas kelantai bawah, menemui bu julaifah dan mengantarnya ke atm terdekat.
“sudah wan, sekarang anter ibuk kealamat ini ya”, “hmm iya buk...” Iwan jadinya mengantar bu julaifah ketempat lain lagi, seperti rumah teman beliau. Setelah itu baru Iwan diajak pulang. “makasih Iwan...”, “iya buk...”, “besok kamu bisa nggak libur dulu aja sekolahnya?”, “hmm memang ada apa buk?”, “ibuk mau keluar kota, sehari saja, jadi kamu dirumah aja temani Yona, gimana wan?”, “kalau gitu ndak papa bu, besok Iwan ijin aja ndak masuk sekolah”, “hmm iya makasih Iwan”, “iya buk...” Iwan justru senang, ia besok bisa seharian asyik bersama Yona. Iwan kembali kekamar, tapi ia lihat Yona sudah bangun. “hmmh... Iwan baru dateng? Kok nggak pake seragam?”, “udah pulang dari tadi mbak... Barusan habis nganter ibuk...”, “hmm... Katanya ibuk baru berangkat besok?”, “iya ini tadi ke atm aja kok”, “ooh iya iya...hmm”, “eh... Mau kemana mbak?”, “mau mandi wan... Kenapa?”, Iwan memeluk Yona, lalu ia elus elus buah dada montok kakak sepupunya itu. “aku... Minta asinya dong mbak... Dari pada dibuang nanti pas mbak Yona mandi”, “hmm... Iya... Bentar...” Yona melepas kaosnya, lalu buah dada montok Yona tersuguhkan didepan Iwan, segera anak SMP itu menangkap benda bundar itu, ia elus, ia tepuk tepuk, lalu ia remas juga. “hehe..hmm...”, “katanya mau minum susu wan...”, “oh iya hehe...umm..mmh...mm...” Iwan melahap puting susu Yona yang menonjol, dijilat dan dihisap beberapa kali, air susu segera mengalir keluar.

Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 5


"...berapa harganya?", "harganya beragam sih... yang murah juga ada", "yang bagus aja jangan yang murah Fino...", "iya... kamu beneran mau beli kamera sendiri?", "iya... Fino pilih mana... aku difotoin orang... apa kamu yang fotoin aku?", "ya... aku aja yang fotoin kamu", "tuh... kalau orang lain yang fotoin... pada minta ngeseks nanti... iya kalo gak maksa... kalau aneh aneh nanti bahaya", "hmm iya iya...", "hehe... udah ketemu lagi nggak?" Risa dan Fino sedang duduk berdua sibuk menggunakan laptop, mereka mencari kamera SLR, permintaan Risa. Risa beberapa hari sudah live webcam sex lagi, fansnya sudah berbondong bondong kembali menonton live saat itu, karena Risa dari awal sudah tidak pake baju alias memamerkan toket bundarnya yang montok. Risa juga sudah mempromosikan akun sosial medianya, tentu pengikut ataupun followernya datang dengan cepat, Risa memang sudah cukup terkenal. Fino juga sudah bekerja beberapa hari, kerjanya hanya 4-5 jam saja, jadi ia tetap bisa menemani Risa dimana saja. "...ini aja ya Risa...", "hmm iya, sini biar aku yang kontak ya nanti", "hmm iya deh..." Risa yang menghubungi orang yang menjual kamera secara online itu.

Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 2

"Risa... ini rumahnya?", "iya mas Fino,hihi...", "hmm iya udah ayo masuk" Fino sudah sampai dirumah kontrakan yang bakal dihuni Risa juga. Rumah itu menurut Fino tampak kecil dari luar, tapi ketika sudah masuk kedalam, Fino rasa rumah itu cukup untuk berdua, atau bila ada orang lagi mungkin bisa sampai 4 orang. "asyik mas ada 3 lantai rumahnya", "iya... sampai bawah genteng juga ada ruangan", "ayo mas barang barangnya ditaruh kamar", "hmm iya" Mereka pergi kelantai 3, disana ada kamar yang bagus, ada balkoninya juga yang menghadap kebelakang rumah. "wah ada balkoninya, serasa kayak dirumah, bisa liat keluar", "hmm iya...", "mas Fino gak berubah fikiran kan? masih mau nemenin Risa?", "nggak dong, masih pengen nemenin Risa kok", "hehe makasih..." Risa dan Fino segera menata kamar, juga barang bawaan mereka.  "Risa... udah nih kamarnya", "iya... sip deh...", "tinggal yang bawah ni ya", "iya... mas Fino urus yah yang bawah... aku mau ketempat yang punya rumah, mau urusin soal biaya", "ooh, iya Risa siap" Risa pergi keluar rumah menuju tempat pemilik rumah asli. Fino memilih bersih bersih lantai dua dan lantai satu, sambil ia cek juga perabot rumah itu.

Wednesday

Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 1

"Malam Risa....", "iya Mas..." Risa baru saja lewat didekat pos kamling tempatnya tinggal. "Aduuh itu Risa makin hari makin cantik ya", "iya bener, mana tiap hari ketemu juga...wah...", "sst... jamnya jaga nih... bukan waktunya liatin cewek", "halah Fino nih gak sehat apa gimana... itu kan Risa cewek can...aduh...", "iya tau tau... udahlah" Fino memang sedang berjaga dengan dua temannya di pos kamling itu. Fino tau juga tentang Risa, cewek itu dulu adik kelasnya waktu smp. Bila Fino ikut memikirkan Risa, ia pasti yang lebih tau, dulu masih imut, sekarang tampil seksi dan menggoda. "udah Fino disini ya", "iya kami mau muter", "hmm oke oke" Fino ditinggal sendiri. Dua temannya pergi, niatnya sih keliling memeriksa kondisi malam itu, tapi mereka sebenarnya mau mampir ketempat Risa.
"Mana rumahnya tuh cewek?", "sst... masih agak jauh...", "iya... menurut kamu kenapa itu cewek sering pulang malem sih?", "sibuk kerja kali", "hmm mungkin aja..." Mereka tak lama sampai didepan rumah Risa, disekitar rumah itu sih cukup sepi juga. "sepi ya...", "rumahnya Risa juga udah tutup...", "bentar... kita cek kebelakang", "ngapain?", "udaah..." dua orang itu pergi lewat gang sempit disebelah rumah Risa, mereka menuju kebelakang rumah. "ngapain sih...", "sst... denger gak?", "hmm? itu... suara Risa ya?", "lah iya... itu kamarnya mungkin, masih dinyalain lampunya". Makin penasaran mereka berdua mencoba mengintip, mereka bahkan rela naik pohon dibelakang rumah Risa untuk mengintip. "wah... liat...", "ssst... dah diem... fokus..." mereka memilih menutup mulut, dan membuka mata lebar lebar, mereka melihat Risa sedang ganti baju sambil bernyanyi. Jendela kamar Risa cukup lebar, tentu dua cowok itu bisa melihat jelas. Dari dalam kamar Risa pasti tidak keliatan diluar ada apa, tapi dari luar terlihat jelas terang tubuh Risa yang kini hanya dibalut bh dan Celana dalam.

Saturday

Cerita Seks: Anita Guru Les Cantik Part 3


Sudah Sebulan berlalu, sejak Anita telah memuaskan 3 anak SMA murid lesnya itu. Kini Anita sudah banyak diberi hadiah oleh Kana, Rizki, ataupun Bani. Jelas pasti 3 anak SMA itu ingin menikmati lagi adegan ranjang dengan Anita. Saat les dirumah Kana pun 3 anak itu makin giat belajar, seperti berlomba menunjukan kemampuannya pada Anita, tentu Anita makin senang. Kali itu Kana, Rizki dan Bani sudah menunggu, mereka ada dirumah Kana dan sudah duduk dikarpet menunggu Anita. "Lah Kana, kok udah kamu kerjain?", "iya kan nanti biar bu Anita senang, tau kalau aku pinter", "tapi kalau salah ya percuma,haha", "ya liat aja nanti bro,hehe" tak lama Anita tiba. "Sore anak anak...", "Sore bu...wah...", "maaf ya, tadi gak sempet ganti baju, gini gak papa ya" jaket Anita dilepas, lalu 3 Anak SMA didepannya itu melihat Anita pakai tanktop, bukan baju atau kemeja seperti biasanya. "wah iya nggak papa bu", "yang penting kan kita belajar", "iya bu ndak papaa", "hehe...iya sudah..." Anita memang sengaja, ia mau melihat reaksi tiga muridnya itu. Mereka segera belajar lagi, seperti biasa, hanya saja 3 anak SMA itu kembali fokus terus melihati dada Anita yang menonjol. Anita sadar akan hal itu, bahkan ia sengaja tidak pakai BH, jadi bila ia menunduk, buah dadanya terlihat menggantung, bahkan sesekali puting susunya terlihat dimata 3 Anak SMA itu. "...tuh masih salah ini kana...", "i...iya bu biar saya benerin", "sip, Bani sudah belum?", "eh, belum bu...", "ayo nanti ketinggalan temannya loh, tuh Rizki sudah  selesai, Rizki?", "eh, iya Ban ayo cepet" Anita bisa melihat jelas, 3 anak itu benar benar terpesona dengan dirinya. Saat mereka semua sudah Selesai, dan les privat sudah selesai, Anita memakai jaketnya lagi, lalu segera berpamitan, "Nah sampai ketemu besok ya anak anak...", "iya makasih bu..." Anita kemudian pergi.
"ya ampun... dadanya bu Anita..." Bani langsung berbicara dulu, "iya... hmm besarnya tadi", "hmm, tumben bener ya..." mereka bertiga sempat diam, mungkin untuk mengingat adegan mereka sendiri sendiri, saat menikmati buah dada Anita yang besar nan sintal.