"Mbak Cici ini memang kenapa kok pengen tinggal didesa ini?", "saya pengen hidup disini pak... terus belajar hidup tradisional didesa gitu pak...", "ooh gitu ya...hehe... iya udah mari mbak Cici..." Cici baru tiba disebuah desa, ia diantar oleh kepala desa menuju sebuah rumah. "...ini rumah siapa pak?", "ini rumah kosong, punya saudara saya, tapi sekarang kamu tinggalin aja nggak papa...", "ooh begitu ya pak... rumahnya bagus pak...", "iya dong asli ini baru tradisional...hehe..." Cici malah senang, ia dipersilahkan tinggal disebuah rumah yang masih berbahan kayu dan bambu. Setelah diajak masuk, Cici tampak melihat kesana kemari, semuanya serba tradisional, meski dirumah itu sudah dipasang pencahayaan dan juga ada colokan listrik. "...wah...hmm...", "mbak Cici... udah siap beneran tinggal didesa?", "iya pak... tapi saya belum faham hidup disini...", "hehe iya nanti juga faham ya... yang penting harus tradisional... iya kan?", "iya pak..." Dirumah kecil itu, hanya kamar tidur saja yang ada dinding kayu tersendiri, ruang tamu dan ruang tengah jadi satu, ada juga sudut kecil untuk dapur. "mbak Cici kok cuma bawa tas satu ini?", "iya pak... ndak bawa barang banyak... cuma beberapa pakaian...", "ooh...coba dikeluarin dulu semua mbak..." Cici kali itu sudah dikamar, disana ia keluarkan pakaiannya dari tas. "...cuma ini aja pak.." ,"ooh iya...hmm... yang kurang tradisional... biar saya bawa aja mbak...", "ooh iya pak...", "hehe... nah... kalau begitu...ini...sama ini...nah..." Kepala desa malah mengambil hampir semua pakaian Cici, tinggal beberapa saja, yang jelas jelas pakaian minim saja.
Saturday
Tuesday
Cerita Seks: Si Kembar Hobinya Ngeseks
"Adek adek... dari mana?", "eh..wah.. pulang sekolah mbak", "ooh... sini sini dulu..." bocah bocah sd itu kaget melihat ada Jena dan Jeni, mereka pun mendekat ketika dipanggil. "wah..hmm...", "jangan pulang dulu ya dek...", "kenapa mbak?", "disini dulu... bantuin kami yah...", "bantu ngapain mbak jeni?", "hehe...yuk Jen...nah.." Jena dan Jeni langsung membuka bajunya, mereka menunjukan buah dada jumbonya. "wah...itu...", "kalian mau enggak bantuin kami... tolong kalian minum susu kami ya... ", "wah susu mbak...", "iya... dari pada dibuang... soalnya ini udah berat dadanya..." Jena dan Jeni menampilkan wajah memelas, sambil memegang toketnya masing masing dan digoyang goyang. tentu bocah bocah sd didepan mereka seketika merasa haus. "ooh..hmm...", "gimana mau ya... nih kalian tinggal sedot yang ini... bisa kan...", "bi...bisa mbak...", "nah pinter sini ayo...ngh..aahn...gitu dong...", "mmh..wah..um....sluurpp..mm..." Toket besar Jena dan Jeni segera dipegang bocah bocah sd itu, lalu puting susu yang mengudara itu diemut dan dihisap mulut bocah bocah itu, susu segar dengan asyik disedot. "hhmm hebat...aah...sambil diginiin dek dadaku..nah gitu..mh...", "wah..enak mbak..umm...sluurp..aah..mm..." dengan asyik bocah bocah sd itu bergantian menyedot puting puting susu dihadapan mereka itu, teguk demi teguk mereka minum susu yang mengalir keluar saat mereka menghisap puting kenyal milik Jena atapun Jeni.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
ibu muda,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
sma,
smp,
susu
Wednesday
Cerita Seks: Kakak Adik Penikmat Seks
"Permisi...", "Iya... ooh ada om Deden... masuk aja om..." Hari itu Demi kedatangan tamu, seorang yang pasti setidaknya sebulan sekali mampir kerumah mama muda itu. Demi selalu menyambut hangat kedatangan pria itu. kalau tamu spesial itu langsung diajak pergi keruang tengah saja sambil duduk disofa panjang dan nonton tivi. "hehe... kamu makin cantik aja ya...", "aduh bisa aja om...hehe..." layaknya seperti orang pacaran saja mereka duduk berdua. "hehe... anak kamu kemana?", "bentar lagi pulang kok om, masih dijemput si Efni...", "hmm... gitu ya..." Deden baru duduk sebentar sudah sibuk melihati Demi yang menggoda itu, mama muda itu hanya memakai kaos dan rok mini saja, dada besar Demi adalah hal favorit yang disukai oleh Deden. "om Deden sebentar ya aku bikinin minum dulu...", "eh gak usah...", "loh kok gak usah? kan pasti haus habis perjalanan kesini..", "iya sih... udah sini aja ya...", "wah apa itu om?" Deden mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, ternyata dalam amplop itu berisi uang, yang kini sedang ditunjukan pada Demi. "ini buat... kamu sama Ofin ya...", "aduh om... aku...", "udah terima aja...", "bener nih om... makasih ya..." Demi tersenyum manis, sangat manis karena memang ia sudah pegang uang banyak sekarang. "hehe iya...wah...", "makasih banget loh om... om Deden tau banget ya kalau aku perlu ini..." Demi kini mendekat dan bersender dibahu Deden sambil ia tempelkan toket besarnya ditangan pria itu.
Cerita Seks: Bocah SMP Ngentot Dua Bidadari
"mbak Efni...", "iya dek...", "ini tadi Ofin jatuh, terus nangis...", "uuh kasian... sini cup cup..." Ofin diantar pulang oleh temannya, bocah itu tadi bermain lalu jatuh dan menangis. Ofin memang sering bermain dengan teman temannya yang lebih tua darinya, Ofin masih sd sedang temannya kebanyakan sudah SMP. Kini Ofin sedang ditenangkan oleh Efni. "huu...hiks...mbak...", "iya sayang kenapa?", "sakit..", "mana yang sakit...cuma gini aja kok... hmm..." terlihat iri temannya Ofin itu, melihat Ofin tampak asik dengan Efni yang cantik dan menggoda. "hmm... auh...", "udah Ofin sana ke mama kamu... biar diobatin...", "iya mbak Efni..." Ofin pergi kedalam rumah menemui mamanya. "makasih ya udah nganterin Ofin...", "iya mbak Efni...hehe..." bocah smp itu terlihat senang mendapat senyuman dari Efni. "sini masuk dulu dek... kamu keliatannya capek...", "eh...iya mbak..." mau saja bocah itu disuruh masuk. sampai didalam, bocah smp itu kaget melihat Ofin sedang bersama mamanya namun sedang asyik nyusu seperti bayi saja. "hmm siapa itu Efni?", "ini yang nganterin Ofin pulang...", "ooh... makasih ya... udah ayo duduk dulu..." bocah smp tadi sempat terdiam, kaget saja masa ibunya Ofin itu masih begitu muda, dan memiliki buah dada besar, meski tampak lebih dewasa dari pada Efni. "eh...i...iya..." mereka semua duduk saja diruang tamu. Bocah SMP tadi tak bisa melihat kearah lain, ia sibuk melihat kearah Ofin yang asyik dipangku mamanya dan sibuk menyedot puting susu.
Cerita Seks: Bocah Nyusu Plus Ngentot Efni
"..iya aku bantuin kamu kerjain tugas deh...", "wah...makasih loh mbak Efni..." Efni kali itu bersama seorang bocah yang baru pulang sekolah. Ia ikuti saja bocah itu kerumahnya. "rumah kamu kok sepi dek?", "iya kerja semua mbak", "wah..hehe..." Efni jadi senang bisa berdua dengan bocah itu saja dirumah yang cukup bagus itu. Setelah masuk kedalam, bocah tadi pergi kekamarnya, tapi Efni mengikutinya. "eh... mbak Efni...", "ngerjain tugasnya disini aja dek", "hmm iya... bentar ya mbak Efni..." bocah sd itu mengeluarkan buku dari tasnya, lalu ia pun menunjukan tugasnya pada Efni. sebenarnya bocah itu sedari tadi terganggu dengan pesona tubuh Efni, karena Efni hanya memakai tanktop ketat dan celana selututnya. bocah sd itu duduk dikursi sambil menghadap ke meja, diatas meja ada buku yang kini mulai dikerjakan tugasnya. Efni ada disebelah bocah sd itu, ia nunduk saja untuk membantu bocah sd itu. buah dada besar Efni menggantung indah ditahan tanktopnya, Efni tak lupa mendaratkan toket besarnya dibahu bocah sd itu. "... nah... kalau yang itu sama kayak yang tadi, cuma beda dikit...", "hmm iya... begini kan mbak?", "iya nah... udah deh...hehe..." bocah sd itu senang ditemani oleh Efni. "iya... makasih ya mbak Efni...", "hmm iya... nah gantian sekarang kamu bantuin aku ya...", "bantuin apa mbak?", "udah ayo kesana dulu..." bocah sd itu diajak pergi kasur oleh Efni.
Cerita Seks: Efni Cari Kepuasan
Saturday
Cerita Seks: Senangnya bisa Menyusui Bocah
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
Gangbang,
Janda muda,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
susu,
tante,
threesome
Wednesday
Cerita Seks: Bocah Melawan Dua Cewek Montok
Akhirnya aku masuk sekolah dasar, astaga tak pernah terpikir aku belajar di sd, lagi. Awalnya sih bocah bocah sd itu kurang akrab padaku, tapi ketika aku tunjukan kemampuanku, mereka malah jadi akrab, iya mereka kan tidak tau kalau aku sebenarnya sudah mahasiswa. Beberapa hari saja aku sudah terbiasa, hanya saja aku agak sulit mengikuti kegiatan mereka, masa aku ikut main dengan bocah bocah itu? "...wah hebat Ezra jawabannya benar semua, kasih tepuk tangan dong..." riuh sudah ramai dikelas itu, guru gurunya juga jelas tertipu denganku, iya memang badanku masih bocah, tapi pikiranku sudah dewasa. Jarak sekolah kerumah tidak jauh, jadi aku biasanya jalan kaki ataupun juga sesekali diantar jemput oleh Sila ataupun Mila. "...rumah kamu dimana sih Ezra?", "hmm? udah deket bentar lagi sampe" sepulang sekolah itu aku ditemani seorang bocah, namanya Romi. AKu mau saja pulang bersama dengannya, karena sepertinya ia yang paling keren dikelas 3 itu, selain diriku. "...ini rumahmu?", "iya ini... kenapa?", "waah besar banget... kayak istana..." itu lah yang aku juga katakan saat pertama melihat rumah itu bila masih bocah. Mungkin bila dia aku ajak masuk, bisa makin terperanga melihat tiga cewek hot didalam. "hmm gitu ya... iya udah aku pulang dulu ya...", "iya besok ketemu lagi.." akhirnya aku pun masuk kedalam rumah.
"Ezra...cup cup... kok udah pulang..", "iya emang biasanya Ezra pulang jam segini...", "hehe iya iya... ayo sini sini..." aku datang disambut oleh Mila, tiba tiba aku diajak pergi keruang tengah. "sluurp..ah... eh Ezra udah pulang..." Dan terjadi lagi, sudah beberapa hari itu aku sering melihat Sila dan Mila sibuk menyedot susu dari toket besar Liza.
"Ezra...cup cup... kok udah pulang..", "iya emang biasanya Ezra pulang jam segini...", "hehe iya iya... ayo sini sini..." aku datang disambut oleh Mila, tiba tiba aku diajak pergi keruang tengah. "sluurp..ah... eh Ezra udah pulang..." Dan terjadi lagi, sudah beberapa hari itu aku sering melihat Sila dan Mila sibuk menyedot susu dari toket besar Liza.
Labels:
2019,
ayam kampus,
cerita seks,
Gangbang,
montok,
ngentot,
Pesta seks,
Remaja,
SD,
susu,
threesome
Subscribe to:
Posts (Atom)