"Selamat Siang, Ibu ibu semuanya", "siang mas...", "bisa dimulai aja ya rapatnya...", "ooh iya mas..." Harnan Memulai sebuah rapat dirumahnya, memang ia adalah seorang kepala desa. Ia sedang mengadakan rapat bersama ibu ibu didesanya itu. Tapi memang sulit untuk dikatakan sebagai ibu ibu, karena perempuan perempuan dirapat itu semuanya masih muda. "...kalau masalah tradisinya memang sudah dari dulu ya masih berlangsung sampai sekarang, jadi mungkin nanti orang orang juga kaget tau ibu ibu disini masih muda", "ooh iya mas, lalu..." Harnan memberitahu ibu ibu muda itu kalau sekarang akan mulai banyak orang yang datang untuk singgah kedesa itu. "... mereka mungkin mau menikmati suasana desa, juga mau refreshing", "apa itu mas refreshing?", "aduh...itu maksudnya... ya istirahat gitu menghilangkan penat hidup dikota", "ooh gitu mas...", "iya... terus..." Harnan meminta ibu ibu itu untuk membiarkan para tamu singgah kerumah mereka, dan diharap bisa dilayani dengan baik. "...iya mas kalau itu kami usahakan...", " Ada dana cukup banyak masuk dari seseorang yang mengakomodir tamu tamu dari kota itu, jadi ibu ibu semua pasti dapat uang juga...", "wah...dapat berapa mas..." dengar masalah uang ibu ibu muda itu jadi ramai. "iya soal itu biar saya atur dulu ya... nah sekarang didata dulu saja bu ya..." Harnan mendata ibu ibu muda yang ada didesanya itu. Setelah itu Harnan menjelaskan beberapa hal lainnya,
Friday
Saturday
Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 5
"...berapa harganya?", "harganya beragam sih... yang
murah juga ada", "yang bagus aja jangan yang murah Fino...",
"iya... kamu beneran mau beli kamera sendiri?", "iya... Fino
pilih mana... aku difotoin orang... apa kamu yang fotoin aku?",
"ya... aku aja yang fotoin kamu", "tuh... kalau orang lain yang
fotoin... pada minta ngeseks nanti... iya kalo gak maksa... kalau aneh aneh
nanti bahaya", "hmm iya iya...", "hehe... udah ketemu lagi
nggak?" Risa dan Fino sedang duduk berdua sibuk menggunakan laptop, mereka
mencari kamera SLR, permintaan Risa. Risa beberapa hari sudah live webcam sex
lagi, fansnya sudah berbondong bondong kembali menonton live saat itu, karena
Risa dari awal sudah tidak pake baju alias memamerkan toket bundarnya yang
montok. Risa juga sudah mempromosikan akun sosial medianya, tentu pengikut
ataupun followernya datang dengan cepat, Risa memang sudah cukup terkenal. Fino
juga sudah bekerja beberapa hari, kerjanya hanya 4-5 jam saja, jadi ia tetap
bisa menemani Risa dimana saja. "...ini aja ya Risa...", "hmm
iya, sini biar aku yang kontak ya nanti", "hmm iya deh..." Risa
yang menghubungi orang yang menjual kamera secara online itu.
Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 4
"Fino...", "hmm iya..." Risa beberapa hari tidak
live webcam, ia sedang menikmati saat tenang nya. Malam itu ia memilih
bersantai dengan Fino dilantai dua rumah kontrakannya itu. "Besok jalan
jalan yuk", "mau kemana?", "beli kuota... beli jajan sama
minuman... beli kondom juga tuh... semuanya udah habis...haha...",
"wah... banyak tuh yang mau dibeli...", "iya... tenang aja nanti
tarik uang dulu kok...aman...", "ooh oke deh...", "kamu
belum mulai kerja kah?", "masih lusa tuh, tenang aja...",
"okee... dah ayo tidur... besok pagi pagi kita cus brangkat...",
"hmm iya udah yuk...", "gak boleh minta yang aneh aneh dulu
ya... libur dulu...", "hmm iya iya...", "sip, dah ayo
gendong aku keatas ya Fino sayang...hihi..." Fino dan Risa menuju kamar
dilantai tiga, mereka lalu segera istirahat. Fino makin hari makin nyaman saja
tinggal dengan Risa, meski status hubungan mereka tidak dibahas lebih lanjut.
"Risa... Ayo bangun...", "hmm...iya..." Risa pagi
itu baru bangun, "udah jam 7 tuh...", "wah... iya iya bentar
ya..." Risa segera mandi, setelah itu ia segera dandan dan berpakaian
modis, setelah itu ia menemui Fino yang sudah menunggu didepan rumah.
"wah... ni mau beli sembako aja dandan cantik begini Risa...",
"iih kan biar keliatan cantik... emang Fino mau aku berangkat belanja pake
baju tidur?", "hehe iya iya maap, dah yuk..." Risa segera
dibonceng Fino dengan motornya pergi belanja. Risa sempat mampir ke ATM untuk
menarik uang, cewek itu senang tabungannya banyak, dari hasil live shownya itu.
Risa dan Fino lanjut pergi belanja, dari beli kuota... lalu beli makanan dan
minuman... dan juga stok kondom, Risa memang harus siap, bukan hanya Fino saja
yang nanti bisa jadi minta ngentot dengan Risa.
Labels:
2018,
cerita seks,
montok,
ngentot,
Risa
Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 3
"... baguskan kamar baru Risa... hehe... iya dong Risa pinter pilih rumah juga..." Risa sedang live webcam sex dikamarnya itu. Fino ada dilantai dua, bersantai sambil nonton televisi. Risa dikamar lantai tiga itu tampaknya sedang bisa live show lagi menggunakan laptopnya. pengikutnya masih banyak, tampak banyak yang memberi komentar karena rindu melihat si cantik Risa, juga keindahan tubuhnya. "Risa... kamar baru, gaya baru juga dong...", "Risa sekarang livenya gak usah pakai baju aja udah...", "Risa dikamar itu keliatan makin seksi...", "Risa aku mau entot kamu..." Komen komen yang banyak membuat Risa senang dan juga gembira. "ahaha... iya deh Risa mulai live gaya baru deh... nih...hihi..." Risa tadinya masih pakai bh dan celana dalam, kini cewek itu melepas bhnya, membuat penonton ramai memberi like ataupun komen. "hore...", "Risa memang cantik... udah gak usah ditutupin cantik...", "Punya Risa besar sekali...", "Risa puting susunya tunjukin juga..." Memang Risa sudah menunjukan buah dada montoknya, tapi Risa menutupi puting Susunya. "...tuh udah Risa bukain... gak boleh ditunjukin dong kalau yang itu... iih nafsu semua ya...hihi.... Risa bukain kalau dikirim hadiah..." Segera saja para penonton ramai mengirim hadiah langsung, ada yang mengirim point, ataupun uang langsung ke akun webcam Risa. "Aku kasih 1000 point buat Risa... bukain Risa...", "Risa aku kasih tambah uangnya kalau dibuka... buka dong cantik.." Risa jadinya senang, "...makasih cinta cintaku...hihi... ayo siap ya semua... " Penonton masih ramai mengirim komen dan likenya.
Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 2
"Risa... ini rumahnya?", "iya mas Fino,hihi...", "hmm iya udah ayo masuk" Fino sudah sampai dirumah kontrakan yang bakal dihuni Risa juga. Rumah itu menurut Fino tampak kecil dari luar, tapi ketika sudah masuk kedalam, Fino rasa rumah itu cukup untuk berdua, atau bila ada orang lagi mungkin bisa sampai 4 orang. "asyik mas ada 3 lantai rumahnya", "iya... sampai bawah genteng juga ada ruangan", "ayo mas barang barangnya ditaruh kamar", "hmm iya" Mereka pergi kelantai 3, disana ada kamar yang bagus, ada balkoninya juga yang menghadap kebelakang rumah. "wah ada balkoninya, serasa kayak dirumah, bisa liat keluar", "hmm iya...", "mas Fino gak berubah fikiran kan? masih mau nemenin Risa?", "nggak dong, masih pengen nemenin Risa kok", "hehe makasih..." Risa dan Fino segera menata kamar, juga barang bawaan mereka. "Risa... udah nih kamarnya", "iya... sip deh...", "tinggal yang bawah ni ya", "iya... mas Fino urus yah yang bawah... aku mau ketempat yang punya rumah, mau urusin soal biaya", "ooh, iya Risa siap" Risa pergi keluar rumah menuju tempat pemilik rumah asli. Fino memilih bersih bersih lantai dua dan lantai satu, sambil ia cek juga perabot rumah itu.
Wednesday
Cerita Seks: Life Live and Sex Risa Part 1
"Malam Risa....", "iya Mas..." Risa baru saja lewat didekat pos kamling tempatnya tinggal. "Aduuh itu Risa makin hari makin cantik ya", "iya bener, mana tiap hari ketemu juga...wah...", "sst... jamnya jaga nih... bukan waktunya liatin cewek", "halah Fino nih gak sehat apa gimana... itu kan Risa cewek can...aduh...", "iya tau tau... udahlah" Fino memang sedang berjaga dengan dua temannya di pos kamling itu. Fino tau juga tentang Risa, cewek itu dulu adik kelasnya waktu smp. Bila Fino ikut memikirkan Risa, ia pasti yang lebih tau, dulu masih imut, sekarang tampil seksi dan menggoda. "udah Fino disini ya", "iya kami mau muter", "hmm oke oke" Fino ditinggal sendiri. Dua temannya pergi, niatnya sih keliling memeriksa kondisi malam itu, tapi mereka sebenarnya mau mampir ketempat Risa.
"Mana rumahnya tuh cewek?", "sst... masih agak jauh...", "iya... menurut kamu kenapa itu cewek sering pulang malem sih?", "sibuk kerja kali", "hmm mungkin aja..." Mereka tak lama sampai didepan rumah Risa, disekitar rumah itu sih cukup sepi juga. "sepi ya...", "rumahnya Risa juga udah tutup...", "bentar... kita cek kebelakang", "ngapain?", "udaah..." dua orang itu pergi lewat gang sempit disebelah rumah Risa, mereka menuju kebelakang rumah. "ngapain sih...", "sst... denger gak?", "hmm? itu... suara Risa ya?", "lah iya... itu kamarnya mungkin, masih dinyalain lampunya". Makin penasaran mereka berdua mencoba mengintip, mereka bahkan rela naik pohon dibelakang rumah Risa untuk mengintip. "wah... liat...", "ssst... dah diem... fokus..." mereka memilih menutup mulut, dan membuka mata lebar lebar, mereka melihat Risa sedang ganti baju sambil bernyanyi. Jendela kamar Risa cukup lebar, tentu dua cowok itu bisa melihat jelas. Dari dalam kamar Risa pasti tidak keliatan diluar ada apa, tapi dari luar terlihat jelas terang tubuh Risa yang kini hanya dibalut bh dan Celana dalam.
"Mana rumahnya tuh cewek?", "sst... masih agak jauh...", "iya... menurut kamu kenapa itu cewek sering pulang malem sih?", "sibuk kerja kali", "hmm mungkin aja..." Mereka tak lama sampai didepan rumah Risa, disekitar rumah itu sih cukup sepi juga. "sepi ya...", "rumahnya Risa juga udah tutup...", "bentar... kita cek kebelakang", "ngapain?", "udaah..." dua orang itu pergi lewat gang sempit disebelah rumah Risa, mereka menuju kebelakang rumah. "ngapain sih...", "sst... denger gak?", "hmm? itu... suara Risa ya?", "lah iya... itu kamarnya mungkin, masih dinyalain lampunya". Makin penasaran mereka berdua mencoba mengintip, mereka bahkan rela naik pohon dibelakang rumah Risa untuk mengintip. "wah... liat...", "ssst... dah diem... fokus..." mereka memilih menutup mulut, dan membuka mata lebar lebar, mereka melihat Risa sedang ganti baju sambil bernyanyi. Jendela kamar Risa cukup lebar, tentu dua cowok itu bisa melihat jelas. Dari dalam kamar Risa pasti tidak keliatan diluar ada apa, tapi dari luar terlihat jelas terang tubuh Risa yang kini hanya dibalut bh dan Celana dalam.
Saturday
Cerita Seks: Pesta Seks Dea dengan Bocah SMP
This summary is not available. Please
click here to view the post.
Cerita Seks: Dea Disetubuhi Suami Orang Lain
“Ooh suaminya tante Dea kerja keluar
negeri?”, “iya... Gak tau kapan kembalinya”, “hmm yang sabar ya tante”, “iya
Galang... Udah itu ditunggu Nuri loh”, “anu tante...aku...”, “hmm... Aduh....
ayo ke Nuri dulu” Dea dan Galang menemui Nuri yang hari itu sibuk main lagi.
“mas Galang ayo main...”, “Galang mau main, tapi dia ajak Nuri mandi dulu”,
“masih siang bu...”, “udah ayo... Mandi dulu” Dea mengajak dua bocah itu mandi
bersama. Tak perlu lama mereka sudah mencopoti pakaian, dan bersiap dikamar
mandi. Galang sudah melihat buah dada montok milik Dea itu lagi, kini basah
dalam bak mandi begitu menggoda. “bu... Kalau mandi dibak mandi nanti lama...”
Nuri memang sudah sibuk menyabuni tubuhnya, ia ingin segera selesai mandi. “iya
kamu aja yang keburu main, tuh Galang aja ikut masuk bak mandi” Galang memang
ada dalam bak mandi dengan Dea, anak smp itu memang sedang mengelus elus tubuh
ibu muda itu. “huuh... Mas galang cepet ya nanti mandinya biar segera main
lagi”, “iya nuri..hmm...” Galang sudah sibuk memeluk Dea, ia kini mengelus buah
dada basah milik ibu muda itu. Dea senyam senyum saja, bahkan ibu muda itu
tangannya sedang sibuk mengocok penis tegak milik Galang. Nuri sudah byar byur
mandi dengan cepat, bahkan meninggalkan Dea dan Galang. “tuh dah selesai dia”,
“iya tante...umm..mmh...mm”, “aahn... Galang ya... Hmm...” Galang melahap
puting susu Dea, ia hisap terus sampai susu keluar, ia minum susu enak sambil
berbasah basahan. “mmh..mm..sluurp...ah... Tante... Itu...aah...”, “masa udah
mau keluar... Ayo berdiri dulu kamu... Aduh...” setelah Galang berdiri, Croot
crot, sperma muncrat ketubuh Dea. “uufh...maaf tante...”, “hmm... Udah ayo kamu
bersihin tubuh tante sekarang... Tiap hari kami basahin mulu...hihi”. Mereka
keluar bak mandi, Galang lalu menyabuni tubuh Dea, “hmm... Bentar tante...”,
“iya... Jangan dadaku aja yang disabunin...aahn... Nih yang sini aja galang”,
“wah iya...hmm...”, “aah...aah... Cepetin gesekinnya...mmh” Malah dea minta
memeknya dielus, tentu Galang menurut, ia gesekan jarinya dibibir vagina Dea,
bahkan ia gesekan dalam lubang kenikmatan milik ibu muda itu juga.
Subscribe to:
Posts (Atom)